Beri Pengarahan di Rutan Tamiang Layang, Kakanwil Ingatkan Pentingnya Dokumentasi sebagai Bentuk Akuntabilitas Laporan Kinerja yang Baik

Kontribusi dari Humas Kemenkumham Kalteng, 08 April 2019 08:44, Dibaca 320 kali.


MMCKalteng - Tamiang Layang - Setelah meninjau blok tahanan secara keseluruhan, Kepala Rutan Kelas IIB Tamiang Layang, Wahyudi  beserta jajarannya mendengarkan pengarahan langsung Kepala Kantor Wilayah, Juliasman Purba di Aula Rutan Tamiang Layang. Jum’at (5/4)

“Sejak berdiri tahun 2013, pelaksanaan tugas di Rutan Kelas IIB Tamiang Layang sudah berjalan dengan baik. Kendala kami saat ini adalah kurangnya sarana prasarana meubelair berupa kursi dan meja kerja. Pada Tahun 2017 kami mendapat alokasi tambahan Pegawai sebanyak 21 orang, sehingga total pegawai saat ini adalah 36 orang” ungkap Wahyudi mengawali sambutannya.

(Baca Juga : Ditengah Pandemi Covid-19, Lapas Muara Teweh Berikan Layanan Ini di Hari Raya Idul Fitri)

Beberapa hal penting yang menjadi catatan dalam pengarahan Kakanwil di Rutan Tamiang layang adalah Pertama, agar petugas tetap menjalin komunikasi yang baik dengan warga binaan untuk meminimalisir potensi terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.

Kedua, Pembangunan Zona Integritas menuju WBK-WBBM. Juliasman mengatakan bahwa pembangunan zona integritas dimulai dari manajemen perubahan pola pikir dari dilayani menjadi melayani. “Definisi Pembangunan Zona Integritas di Rutan Tamiang Layang adalah apabila Kepala Rutan beserta 36 stafnya memiliki integritas, tekad yang sama untuk melakukan reformasi birokrasi (perbaikan tata laksana, Manajemen Sumber Daya Manusia dan Sarana Prasarana). Tidak mungkin Lapas Rutan Zero Halinar apabila masih ada oknum yang tidak memiliki integritas, namun justru sebaliknya menjadi penyakit organisasi” ungkap Juliasman.


Ketiga, Akuntabilitas Kinerja. Juliasman mengungkapkan bahwa permasalahan utama khususnya di pemasyarakatan adalah aturan sudah dijalankan dengan baik, akan tetapi belum sepenuhnya memenuhi unsur akuntabilitas dalam hal pelaporan karena tidak adanya dokumentasi yang baik. Dokumentasi yang dimaksudkan Juliasman adalah adanya data dukung pelengkap berupa dokumentasi gambar, video, absensi dan laporan.

Menurutnya, akuntabel itu adalah seberapa besar dokumen yang disajikan bisa membuat orang menjadi percaya dengan apa yang kita kerjakan. Dari situlah masyarakat bisa menilai bahwa kita sebagai pelayan masyarakat memiliki kinerja yang baik.

“tunjukannlah integritas yang baik, inovasi dalam bekerja, dan akutabel dalam berkinerja. Saya yakin ketika kita aktif melakukan itu semua, pasti akan terjadi perubahan ke arah yang lebih baik” Pesan Juliasman diakhir pengarahannya.

Humas Kemenkumham Kalteng

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook