Pemprov Kalteng Siagakan 5.612 Sarpras Karhutla, Distribusi Air Bersih Tembus 10 Juta Liter

Kontribusi dari Rikah Mustika, 17 Oktober 2026 11:05, Dibaca 47 kali.


MMCKalteng – Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menyiagakan 5.612 unit/item sarana dan prasarana (sarpras) untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di 14 kabupaten/kota. Selain memperkuat kesiapan peralatan, Pemprov Kalteng juga terus membantu masyarakat terdampak kekeringan melalui distribusi air bersih yang hingga 15 Oktober 2026 mencapai 10.002.150 liter.

Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas instansi yang melibatkan Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalteng, BPBD kabupaten/kota, TNI, Polri, Dinas Kehutanan, Manggala Agni, serta dukungan pemerintah pusat. Langkah ini difokuskan pada peningkatan kesiapan pemadaman, penguatan sumber air, dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau.

(Baca Juga : Antusias Hadiri Kalteng Bermazmur, Ribuan Umat Kristiani Banjiri Stadion Mini Kuala Kurun)

Berdasarkan rekapitulasi sarpras BPBD kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah tanggal 16 Oktober 2026, sebanyak 5.612 unit/item peralatan telah disiapkan untuk menunjang operasi penanganan karhutla. Jumlah tersebut terdiri atas 314 unit kendaraan operasional, 394 unit mesin pompa dan genset, 1.848 unit/rol selang, nozzle, dan konektor, serta 1.736 unit/set alat pelindung diri (APD).

Sarpras lainnya meliputi 186 unit tenda, 252 unit perangkat drone dan komunikasi, sembilan unit perahu atau sarana apung, serta 873 unit alat pemadaman manual. Seluruh peralatan tersebut menjadi bagian dari dukungan operasional bagi petugas yang bertugas di wilayah rawan kebakaran.

Penguatan kesiapan juga dilakukan melalui pengadaan peralatan menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Peralatan yang telah terdata mencakup 400 set pompa berukuran tiga inci, 1.500 rol selang berukuran 1,5 inci, 500 nozzle gun, 300 konektor Y dalam dua ukuran, serta berbagai perlengkapan keselamatan bagi petugas.

Dukungan tambahan meliputi 500 unit APD waterpack, 500 pasang sepatu bot keselamatan, 500 helm pemadam, 500 senter kepala, 50 unit tangki portabel, 100 unit mesin semprot gendong, 300 kacamata pelindung, 200 radio komunikasi HT, lima unit drone thermal, dan enam unit mobil pemadam kebakaran.

Pemerintah pusat turut memberikan dukungan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupa 11 jenis bantuan sarpras kepada BPB-PK Provinsi Kalteng. Bantuan tersebut antara lain mesin pompa air, tenda pengungsi, tangki fleksibel berkapasitas 5.000 liter, APD karhutla, SCBA, kepyok, jetshooter, serta selang pemadam. Selain itu, dua unit motor trail disediakan untuk mendukung mobilitas petugas di Kabupaten Lamandau.

Untuk memperkuat ketersediaan sumber air dalam operasi pemadaman dan pembasahan lahan, tercatat sebanyak 628 titik sumur bor telah dibangun oleh berbagai unsur. Rinciannya meliputi 26 titik oleh BPBD Provinsi, 237 titik oleh Dinas Kehutanan, 210 titik oleh Polda, 117 titik oleh TNI melalui empat Kodim, serta 38 titik oleh Manggala Agni.

Keberadaan sumur bor tersebut diharapkan membantu petugas memperoleh pasokan air untuk pemadaman dan pembasahan lahan, terutama di kawasan rawan karhutla dan lahan gambut. Pemanfaatan sumber air juga menjadi bagian penting dalam mengantisipasi munculnya kembali titik api di lokasi yang telah ditangani.


Sementara itu, distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan terus dilakukan di sejumlah kabupaten. Pada 15 Oktober 2026, sebanyak 121.600 liter air bersih disalurkan ke wilayah Kabupaten Barito Utara, Seruyan, Katingan, Kotawaringin Barat, Barito Timur, dan Murung Raya.

Di Kabupaten Barito Utara, air bersih disalurkan ke Dusun Parang Kampeng dan Desa Ipu, masing-masing sebanyak 4.000 liter. Di Kabupaten Seruyan, distribusi menjangkau Desa Halimaung Jaya sebanyak 4.000 liter, Desa Sungai Undang 4.000 liter, Desa Sembuluh II 7.700 liter, Desa Terawan 6.000 liter, Desa Bangkal 28.600 liter, Desa Sembuluh I 8.400 liter, dan Desa Selunuk 2.200 liter.

Di Kabupaten Katingan, bantuan air bersih disalurkan ke Kelurahan Kasongan Lama sebanyak 2.400 liter. Sementara di Kabupaten Kotawaringin Barat, distribusi dilakukan ke Desa Umpang sebanyak 1.300 liter, Desa Bangkuang 12.000 liter, Kelurahan Mendawai di Jalan Sudirman 5.000 liter, Kelurahan Madurejo 2.000 liter, serta Desa Sungai Kapitan 2.000 liter.

Adapun di Kabupaten Barito Timur, sebanyak 24.400 liter air bersih disalurkan ke Dusun Bantai Karau. Di Kabupaten Murung Raya, distribusi menjangkau Desa Sungai Lunuk, Kelurahan Puruk Cahu Seberang, dan Desa Muara Jaan, masing-masing sebanyak 1.200 liter.


Dengan penyaluran tersebut, akumulasi distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan di Kalimantan Tengah mencapai 10.002.150 liter hingga 15 Oktober 2026. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga di wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan selama musim kemarau.

Melalui kesiapan ribuan sarpras, pembangunan ratusan titik sumur bor, dan distribusi air bersih yang berkelanjutan, Pemprov Kalteng terus memperkuat penanganan karhutla sekaligus mengurangi dampak kekeringan. Koordinasi lintas instansi juga terus diperlukan untuk mendukung efektivitas operasi di lapangan serta melindungi keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. (Rkh/Foto:Ist) 

Rikah Mustika

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook
Twitter