Plt. Gubernur Kalteng Pimpin Rapat Monitoring dan Evaluasi Monitoring Centre For Prevention TW3 se-Kalteng Bersama KPK

Kontribusi dari Widia Natalia, 17 November 2020 16:45, Dibaca 47 kali.


MMCKalteng – Palangka Raya – Plt. Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Habib Ismail Bin Yahya pimpin sekaligus membuka Rapat Monitoring dan Evaluasi Monitoring Centre For Prevention TW3 se-Kalteng bersama Komisi Pemberantasan Korupsi. Acara ini berlangsung di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Selasa (17/11/2020).

Plt. Gubernur Kalteng Habib Ismail Bin Yahya mengapresiasi terselenggaranya Rapat Monitoring dan Evaluasi Bersama KPK ini. Kegiatan ini dinilai sangat strategis untuk memperkuat upaya dan komitmen kita bersama dalam pemberantasan korupsi, sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kalteng lebih baik lagi.

(Baca Juga : Gubernur Kalteng Tinjau Kegiatan Rapid Test Massal di Pasar Karang Mulya Kab. Kobar)

Habib Ismail Bin Yahya menyampaikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng siap melaksanakan implementasi Program Pencegahan Korupsi Terintegrasi Pemerintah Daerah pada Monitoring Centre For Prevention (MCP), dengan meningkatkan capaian dan kinerja dalam 8 area intervensi yang telah ditetapkan yaitu Perencanaan dan Penganggaran APBD, Pengadaan Barang dan Jasa, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kapabilitas APIP, Manajemen ASN, Dana Desa, Optimalisasi Pendapatan Daerah dan Manajemen Aset Daerah. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat memberi makna dan memudahkan langkah kita dalam mencapai tujuan bersama demi masyarakat, nusa dan bangsa khususnya masyarakat Kalteng dalam mewujudkan Kalteng BERKAH menuju Indonesia Maju.

Kepala Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan Koordinasi Wilayah II KPK Wahyudi dalam paparannya mengenai Hasil Evaluasi TW 3 Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Tahun 2020 pada Pemerintah Daerah se-Prov. Kalteng menyampaikan Progres tindak lanjut Rencana Aksi Pencegahan Korupsi di Tingkat Nasional yang dilakukan pada 8 Area Intervensi hingga 17 Januari 2020. Wilayah Prov. Kalteng dalam hal ini untuk progress Provinsi berada diangka 69%, perencanaan dan penganggaran APBD diangka 72%, pengadaan barang dan jasa yakni 68%, pelayanan terpadu satu pintu yakni 83%, kapabilitas APIP yakni 65%, Manajemen ASN yakni 57%, Optimalisasi Pendapatan Daerah 73%, Manajemen Aset Daerah 74% dan Tata Kelola Dana Desa 48%.

Berdasarkan progres Rencana Aksi Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) Korupsi tahun 2019, Pemprov. Kalteng menempati peringkat ke-8 dari 34 Pemerintah Provinsi se-Indonesia, dengan capaian 91%. Sementara itu, wilayah Prov. Kalteng masih menempati peringkat ke-20 tingkat Nasional dengan capaian 69%, di mana terdapat 7 Pemerintah Kabupaten yang capaiannya masih di bawah 70%.

Plt. Gubernur Kalteng menghimbau kepada seluruh jajaran Pemprov. Kalteng dan jajaran Pemerintah Kabupaten /Kota Se-Kalteng untuk terus melakukan percepatan pada triwulan keempat ini untuk memenuhi area-area intervensi dan indikator karena tentunya dalam proses tahun anggaran berjalan masih terdapat proses-proses yang belum terpenuhi terlebih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Turut hadir mengikuti rapat yakni Koordinator Wilayah II KPK RI Asep Rahmad Suwandha serta Kepala Perangkat Daerah terkait.(WDY/Foto:Asep)

Widia Natalia

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Kalteng Bicara Baik.
Mari Jaga Lingkungan Kita.

Facebook