150 Ton Beras Premium Didatangkan dari Makassar, Pemprov Kalteng Perkuat Pengendalian Harga

Kontribusi dari Widia Natalia, 13 Oktober 2026 11:05, Dibaca 79 kali.


MMCKalteng – Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memperkuat pengendalian inflasi dengan mendatangkan 150 ton beras premium dari Makassar, Sulawesi Selatan. Langkah melalui skema Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) ini ditujukan untuk memperkuat pasokan, menjaga keterjangkauan harga beras, dan melindungi daya beli masyarakat di tiga wilayah utama pencatatan Indeks Harga Konsumen (IHK), yakni Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Kabupaten Kapuas.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Anang Dirjo saat membacakan sambutan tertulis Wakil Gubernur H. Edy Pratowo mengapresiasi langkah cepat dan sinergi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah bersama Perum BULOG Kanwil Kalimantan Tengah dalam memastikan ketersediaan pasokan beras. Apresiasi tersebut disampaikan dalam kegiatan Penguatan Pasokan dan Distribusi Beras di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (13/10/2026).

“Pengadaan ini bukan sekadar aktivitas perdagangan biasa, melainkan intervensi strategis untuk memperkuat pasokan dan menjaga stabilitas harga pangan. Kami meminta seluruh pihak memastikan beras ini terdistribusi tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Edy Pratowo.

(Baca Juga : Buka Orientasi Anggota DPRD Kabupaten/Kota se-Kalteng, Gubernur Kalteng Ingatkan Pentingnya Pemahaman Konteks dan Karakteristik Daerah)

Wagub juga meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama seluruh pihak terkait mengawal kelancaran distribusi, terutama ke wilayah Kotawaringin Timur dan Kapuas. Koordinasi antarlembaga harus terus diperkuat agar tidak terjadi hambatan distribusi yang dapat memengaruhi pasokan dan harga beras di pasaran.


Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, menjelaskan bahwa program FDP merupakan langkah konkret untuk merespons tekanan inflasi, khususnya dari komoditas beras. Melalui skema ini, Bank Indonesia memfasilitasi biaya angkut agar pasokan dari daerah produsen dapat didatangkan dengan biaya distribusi yang lebih terkendali. Dengan demikian, harga jual beras di daerah tujuan diupayakan lebih terjangkau, bahkan di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

Sementara itu, Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Kalimantan Tengah, Erwin Budiana, menyampaikan bahwa 150 ton beras premium tersebut dialokasikan untuk tiga wilayah, yakni 75 ton untuk Kota Palangka Raya, 50 ton untuk Kabupaten Kotawaringin Timur, dan 25 ton untuk Kabupaten Kapuas. Pengadaan dari Makassar dilakukan untuk memperkuat ketersediaan beras premium, mengingat keterbatasan infrastruktur produksi beras premium di Kalimantan Tengah.


Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan geografis Kalimantan Tengah yang memiliki wilayah luas dan jarak antardaerah yang relatif jauh. Melalui kolaborasi pemerintah daerah, Bank Indonesia, BULOG, dan TPID, distribusi pangan diharapkan semakin lancar, tekanan harga beras dapat dikendalikan, serta daya beli masyarakat tetap terjaga.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Tengah, asisten dan staf ahli Gubernur, serta jajaran TPID Provinsi Kalimantan Tengah.(WDY/Foto:RN)

Widia Natalia

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook
Twitter