Gubernur Agustiar Sabran Salurkan 2.500 Paket Pangan, Bansos KHBS, hingga 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Baamang

Kontribusi dari Widia Natalia, 04 Oktober 2026 10:21, Dibaca 43 kali.


MMCKalteng – Sampit – Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran turun langsung menemui masyarakat Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Minggu (4/10/2026). Di tengah dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Gubernur memastikan bantuan pemerintah hadir untuk meringankan beban warga.

Bertempat di Kantor Kelurahan Baamang Tengah, Gubernur menyerahkan 2.500 paket bantuan pangan yang masing-masing berisi beras 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, dan minyak goreng 1 liter. Bantuan juga dilengkapi pemeriksaan kesehatan gratis, masker, vitamin, serta 5.000 liter air bersih bagi masyarakat.

Selain bantuan pangan, sebanyak 536 penerima Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) mendapat Bantuan Langsung Tunai sebesar Rp250 ribu per KPM. Pemerintah juga membuka ruang bagi warga yang merasa berhak namun belum menerima bantuan untuk melapor dan mengikuti proses verifikasi serta validasi.

(Baca Juga : Kaji Banding Kinerja, Komisioner Kalteng Datangi KI Jabar)

Gubernur menegaskan, bantuan pemerintah tidak boleh diberikan berdasarkan pilihan politik masa lalu. “Kita sekarang mengurus rakyat, tidak boleh bicara partai,” tegasnya.


Menurut dia, setiap warga yang memenuhi syarat berhak mendapatkan bantuan, tanpa melihat suku, agama, maupun pilihan politik.

Agustiar juga meminta aparatur di tingkat kecamatan dan kelurahan memperbaiki pendataan penerima agar bantuan benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan. Ia menekankan, pemerintah harus memastikan kebijakan tidak berhenti sebagai program di atas kertas, tetapi dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Lebih jauh, Gubernur menyebut bantuan sosial sebagai langkah jangka pendek. Pemerintah, kata dia, juga menyiapkan dukungan jangka menengah melalui pemberdayaan ekonomi agar masyarakat yang sudah mampu dapat mandiri. Program diarahkan pada kebutuhan warga, termasuk usaha menjahit, pembuatan kue, bengkel, hingga akses pembiayaan.

“Bantuan ini bukan untuk selamanya. Kita ingin memberikan pancing, bukan hanya ikan,” ucap Agustiar.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar aktif menyampaikan persoalan di lapangan, mulai dari infrastruktur, air bersih, hingga kebutuhan dasar lainnya. Laporan masyarakat akan menjadi dasar pemerintah untuk mengambil tindakan dan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten maupun pemerintah pusat.

Sekda Kalteng Linae Victoria Aden mengatakan, kunjungan Gubernur secara khusus dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat Baamang di tengah dampak kabut asap.


Ia mengingatkan warga yang merasa memenuhi kriteria KHBS namun belum terdata untuk melapor melalui relawan maupun pemerintah setempat agar dapat dilakukan verifikasi dan validasi.

Sementara itu, Wakil Bupati Kotawaringin Timur Irawati menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Kalteng. Menurutnya, kehadiran Gubernur menunjukkan bahwa masyarakat tidak sendiri menghadapi dampak karhutla. Ia menilai koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten hingga tingkat kelurahan menjadi kunci agar penanganan dapat dilakukan bersama dan bantuan cepat sampai kepada masyarakat.

Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi penanganan dampak karhutla sekaligus memastikan bantuan benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan.

Kunjungan tersebut turut didampingi Unsur Forkopimda, DPRD Kalteng, OPD, camat, lurah, serta jajaran terkait.(WDY/Foto:RN)

Widia Natalia

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook
Twitter