Mempererat Persatuan dan Kesatuan, Ditintelkam kalteng gelar Focus Grup Discussion

Kontribusi dari Elga Arya Putra, 02 Mei 2019 14:46, Dibaca 1,716 kali.


MMCKaltengPalangka Raya – Direktorat Intelkam Polisi Daerah (Polda) Provinsi Kalimantan Tengah (Prov. Kalteng) selenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertempat di Aula Hotel Aquarius pada Kamis pagi (2/5).

Penyelenggaraan FGD ini merujuk pada Undang-undang Nomor 2 tahun 2002 dan bagian dari rencana kerja Ditintelkam tahun 2019.

(Baca Juga : Diskominfo dan Dishub Upacara Bersama Peringatan Hari Kartini ke 140 tahun 2019.)


Pelaksanaan kegiatan lebih pada diskusi menanggapi berbagai isu yang saat ini sedang ramai dibahas di kalangan masyarakat, seperti isu pemindahan ibukota Negara Republik Indonesia, gesekan antar agama, kerukunan masyarakat dan keadaan social masyarakat yang berkembang melalui perkembangan teknologi informasi.


FGD ini mengangkat tema “Mempererat Persatuan dan Kesatuan dalam Perbedaan guna Menjaga Kondusifitas dan Menangkal Radikalisme di Bumi Tambun Bungai”

Turut hadir pula empat narasumber dari latar belakang berbeda, yaitu Drs. Oka Swastika, SH., M.Si (Forum Kerukunan umat Beragama) Drs. Rody, M.Si (Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik Prov. Kalteng) Baryen, ST.,M.Eng (Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Kalteng) dan Prof. Drs. Kumpiady Widen, M.A., Ph.D dan diikuti oleh peserta dari organisasi masyarakat, mahasiswa, dan instansi pemerintah.

Pada akhir sesi, terlihat banyak peserta FGD melakukan tanya jawab dengan narasumber terkait materi yang telah disampaikan.

Dalam sesi wawancara, Oka Swastika mengatakan kegiatan ini merupakan moment bagus bagi masyarakat kalteng untuk lebih mempererat persatuan dan kesatuan, menjaga dan memelihara kerukunan umat Beragama di kalteng, kenapa harus dijaga? karena kalteng sudah pernah meraih harmony award pada tahun 2017 lalu, ungkapnya.

Hal ini harus dipertahankan, walaupun sudah dikatakan rukun, aman, damai, tapi kewaspadaan tetap harus dijaga terus, jangan sampai ada hal-hal yang terjadi diluar dugaan masyarakat, katanya.

Beliau menambahkan, Pihak keamanan pun akan kurang maksimal tanpa adanya dukungan dari masyarakat, misal contoh dalam lingkungan umat beragama ada sesuatu yang mencurigakan, sebaiknya cepat dilaporkan pada pihak yang  berwenang

salah satu peserta FGD, Ahmadi juga menyampaikan harapannya kedepan agar kegiatan ini harus sering dilakukan, dan pematerinya bisa di perbanyak lagi, sehingga sudut pandang atau perspektifnya bisa terbagi, tidak hanya pada satu sudut pandang, yaitu dengan mengundang pihak komunitas atau para aktivis, ujar anggota HMI ini.

Kegiatan ini ditutup dengan foto bersama dan pernyataan komitmen dari seluruh peserta dalam mendukung pihak kepolisian dalam menciptakan, menjaga dan memelihara situasi kamtibnas yang kondusif di Bumi Tabun Bungai (xcv/ Foto: xcv)

Elga Arya Putra

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Mari Jaga Lingkungan Kita.
Kalteng Bicara Baik.

Facebook