Sekilas Info
Kontribusi dari Diskominfo Kabupaten Seruyan, 16 September 2026 15:53, Dibaca 265 kali.
MMCKalteng – Kuala Pembuang – Pemerintah Kabupaten Seruyan terus mendorong penguatan budaya literasi sejak usia dini melalui peningkatan kapasitas para pendidik. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Read Aloud atau membaca nyaring se-Kabupaten Seruyan Tahun 2026 yang secara resmi dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Seruyan, Yudiansyah, Rabu (16/9/2026) bertempat di Aula BKAD. Kegiatan turut dihadiri Bunda Literasi Kabupaten Seruyan, Welduline Ahmad Selanorwanda.
Dalam kegiatan tersebut, disampaikan bahwa budaya membaca membutuhkan proses yang berkesinambungan dan tidak dapat dibangun secara cepat. Kebiasaan literasi perlu diperkenalkan kepada anak melalui lingkungan terdekat, terutama keluarga dan sekolah, kemudian diperkuat melalui dukungan masyarakat serta berbagai pemangku kepentingan.
(Baca Juga : Vidcon Bersama, KPK Berikan Arahan Terkait Penanganan Bantuan Covid 19)
Membaca nyaring menjadi salah satu pendekatan yang dinilai dapat menghadirkan pengalaman literasi yang lebih menarik bagi anak. Melalui kegiatan membacakan cerita dengan ekspresi, intonasi, dan interaksi yang tepat, anak tidak hanya diperkenalkan pada buku, tetapi juga diajak menikmati proses belajar secara lebih menyenangkan.
“Melalui cerita, anak tidak hanya mendengarkan kata-kata, tetapi juga belajar mengenal nilai-nilai kebaikan, memahami perasaan orang lain, mengenal lingkungannya, serta membangun rasa ingin tahu,” demikian pesan Bupati Seruyan yang disampaikan Yudiansyah dalam sambutannya.
Pemerintah Kabupaten Seruyan juga menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam membangun ekosistem literasi. Kolaborasi antara Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, tenaga pendidik, pengawas, orang tua, serta unsur masyarakat diperlukan agar gerakan literasi dapat berlangsung secara konsisten dan menjangkau lebih banyak anak.
Pelatihan ini sekaligus menjadi ruang bagi para guru untuk memperdalam teknik membaca nyaring yang mampu membangun komunikasi interaktif dengan anak. Peserta mendapatkan penguatan pemahaman dan keterampilan agar kegiatan membaca tidak sekadar menyampaikan isi cerita, tetapi juga mampu menciptakan suasana belajar yang hidup dan melibatkan anak secara aktif.
Sebanyak 68 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka merupakan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berasal dari wilayah Kecamatan Seruyan Hilir dan Kecamatan Seruyan Hilir Timur. Para peserta diharapkan dapat membawa pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan untuk diterapkan di satuan pendidikan masing-masing.
Penerapan Read Aloud diharapkan dapat menjadi bagian dari aktivitas pembelajaran maupun kegiatan literasi di sekolah. Selain itu, metode tersebut juga dapat dikembangkan di perpustakaan, lingkungan keluarga, maupun ruang-ruang interaksi masyarakat sebagai cara sederhana untuk membangun kedekatan anak dengan buku dan cerita.
“Kami berharap keterampilan yang diperoleh dalam pelatihan ini tidak berhenti pada kegiatan selama pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara nyata dalam mendampingi anak-anak membaca dan belajar,” menjadi bagian dari pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Seruyan berharap kemampuan guru dalam menerapkan Read Aloud semakin meningkat, khususnya dalam membacakan cerita secara menarik, ekspresif, dan interaktif. Langkah tersebut diharapkan turut menumbuhkan minat baca serta membentuk generasi Seruyan yang memiliki wawasan, kreativitas, kepercayaan diri, dan karakter yang kuat. (MMCSeruyan/IH)/Edt:UL
Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.