Sekilas Info
Kontribusi dari Dinas Pendidikan Prov. Kalteng, 02 September 2026 20:47, Dibaca 82 kali.
MMCKalteng - Palangka Raya – Di tengah pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap, aktivitas pembelajaran di SMAN 2 Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas, tetap berjalan. Hal tersebut terlihat saat Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo menyapa langsung guru dan peserta didik melalui Kelas Digital Huma Betang, Selasa (1/9/2026).
Sapaan tersebut berlangsung dari Media Center Posko Penanganan Darurat Karhutla di halaman Istana Isen Mulang, Palangka Raya, dengan memanfaatkan TV Interaktif. Dalam kesempatan itu, Reza berdialog dengan salah seorang guru SMAN 2 Kuala Kurun, Sadrakh Balinga, yang menyampaikan bahwa guru-guru tetap hadir di sekolah untuk memastikan proses PJJ berjalan dan memantau keaktifan murid.
“Kami dari SMAN 2 Kuala Kurun, dari guru mata pelajaran sejarah. Ini sudah masuk sesi penugasan dan kami terus memantau keikutsertaan murid, aktif dan ikut semua,” ujar Sadrakh.
Menanggapi hal tersebut, Reza mengapresiasi komitmen para guru yang tetap datang ke sekolah meskipun pembelajaran dilaksanakan dari jarak jauh. Ia juga menanyakan jadwal pembelajaran yang diterapkan sekolah.
“Bapak ibu tetap turun ke kantor, tetap datang ke sekolah. Terima kasih banyak, Pak. Pembelajaran dimulai jam berapa?” tanya Reza.
Guru SMAN 2 Kuala Kurun tersebut menjelaskan bahwa pembelajaran dimulai pukul 08.00 WIB hingga 13.30 WIB. Pelaksanaan PJJ pun disebut berjalan lancar karena sekolah memanfaatkan dukungan konektivitas Starlink dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah yang tersedia hingga ruang guru.
“Alhamdulillah lancar saja karena kita menggunakan Starlink dari Dinas Pendidikan yang bisa ke ruang guru,” ungkapnya.
Momen menarik terjadi ketika Reza menyapa salah seorang siswa bernama Okta. Melihat Okta mengikuti pembelajaran dari luar ruangan, Reza langsung mengingatkan agar siswa tidak berada di tempat terbuka mengingat kondisi udara yang masih dipengaruhi asap karhutla. “Kamu jangan di luar karena ini lagi banyak asap,” pesan Reza.
Okta kemudian menjawab bahwa dirinya sedang berada di lanting. Reza pun kembali mengingatkan pentingnya menjaga kedisiplinan selama mengikuti PJJ, termasuk tetap mengenakan pakaian yang rapi layaknya mengikuti pembelajaran di sekolah.
“Terima kasih sudah melakukan PJJ dan hari ini sudah berpakaian rapi seperti di sekolah. Ini tandanya kita disiplin. Mau kita belajar dari rumah, tapi kita tetap menggunakan pakaian seragam dan tidak asal-asalan. Belajar, duduk, dan tidak ada yang sambil rebahan, tandanya menghormati gurunya. Jadi saya apresiasi adik-adik semua,” tegasnya.
Menurut Reza, pelaksanaan PJJ bukan berarti mengurangi kedisiplinan maupun tanggung jawab dalam proses pendidikan. Sebaliknya, kondisi karhutla menjadi momentum untuk membuktikan bahwa pembelajaran tetap dapat berlangsung dengan memanfaatkan teknologi, sekaligus tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan murid.
Pemanfaatan Kelas Digital Huma Betang, TV Interaktif, dan dukungan Starlink menjadi bagian dari upaya memastikan layanan pendidikan di Kalimantan Tengah tetap berjalan, termasuk bagi sekolah yang berada di daerah dengan kondisi khusus akibat karhutla.
(Rzn/Foto: Media Disdik) /Edt: EK
Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.