Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kegawatdaruratan, RSUD Hanau Gelar In House Training Code Blue dan EWS

Kontribusi dari RSUD Hanau, 27 Agustus 2026 07:38, Dibaca 92 kali.


MMCKalteng - Pembuang Hulu - RSUD Hanau menggelar In House Training Code Blue & Early Warning System (EWS) bagi tenaga kesehatan di Aula Barigas Lantai Lima RSUD Hanau untuk memperkuat kompetensi dalam mendeteksi tanda-tanda perburukan kondisi pasien serta meningkatkan kecepatan dan ketepatan respons terhadap kegawatdaruratan melalui pelatihan dan penyamaan prosedur penanganan, Kamis, (27/8/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen RSUD Hanau dalam meningkatkan mutu pelayanan sekaligus membangun budaya keselamatan pasien di lingkungan rumah sakit. Dalam situasi kegawatdaruratan, kemampuan tenaga kesehatan untuk mengenali perubahan kondisi pasien secara dini menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kecepatan penanganan.

(Baca Juga : Peringati Iduladha 1445 H, RSJ Kalawa Atei Sembelih 1 Ekor Sapi)


Melalui materi Early Warning System (EWS), peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemantauan kondisi pasien secara sistematis. EWS membantu tenaga kesehatan mengenali tanda-tanda awal perburukan pasien sehingga tindakan dapat dilakukan sebelum kondisi berkembang menjadi kegawatdaruratan yang lebih serius.


Sementara itu, materi Code Blue berfokus pada kesiapan menghadapi kondisi kritis, khususnya ketika pasien mengalami henti jantung atau henti napas. Peserta diperkuat dengan pemahaman mengenai alur respons kegawatdaruratan, komunikasi tim, serta pentingnya koordinasi yang cepat dan terarah.

Direktur RSUD Hanau, Atet Kurniadi, menegaskan bahwa kesiapan menghadapi kegawatdaruratan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu unit atau profesi tertentu, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh tenaga kesehatan. “Dalam kondisi kegawatdaruratan, waktu sangat menentukan. Karena itu, kita harus memastikan setiap tenaga kesehatan memiliki kemampuan untuk mengenali kondisi pasien yang memburuk dan mengetahui apa yang harus dilakukan. Pelatihan seperti ini penting untuk menyamakan pemahaman, memperkuat koordinasi, dan memastikan respons kita semakin cepat dan tepat,” ujar Atet.

Hal senada disampaikan, Awwalul Akram, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (Kardiologi). Menurutnya, pengenalan kondisi pasien secara dini dan respons yang terstruktur merupakan bagian penting dalam penanganan kegawatdaruratan. “Code Blue dan EWS merupakan dua hal yang saling berkaitan dalam membangun sistem respons kegawatdaruratan. Dengan deteksi dini yang baik, kita dapat mengenali pasien yang berisiko mengalami perburukan. Ketika kondisi kritis terjadi, tim juga harus mampu memberikan respons secara cepat, terkoordinasi, dan sesuai prosedur,” jelas Awwalul.

Pelaksanaan In House Training ini diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan secara teori, tetapi dapat diterapkan dalam praktik pelayanan sehari-hari. Setiap tenaga kesehatan dituntut untuk memiliki kewaspadaan terhadap perubahan kondisi pasien dan memahami mekanisme eskalasi ketika membutuhkan penanganan lebih lanjut.

RSUD Hanau berkomitmen untuk terus mengembangkan kompetensi sumber daya manusia sebagai bagian dari upaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang aman, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Sebab dalam menghadapi kegawatdaruratan, setiap detik berarti, setiap respons menentukan, dan kesiapan tim dapat menjadi penentu keselamatan nyawa pasien. (Yanor Akhmad/Foto: Tim Medsos) Edt : EK

RSUD Hanau

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook
Twitter