Sekilas Info
Kontribusi dari BPBD PROV KALTENG, 10 Agustus 2026 09:25, Dibaca 1,002 kali.
MMC KALTENG, Palangka Raya – Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat kesiapsiagaan dan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menyusul terpantau ratusan titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, Senin (10/08/2026).
Berdasarkan Infografis Harian Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Kalimantan Tengah, data pemantauan hingga Minggu, 9 Agustus 2026 pukul 18.00 WIB menunjukkan terdapat 603 titik hotspot yang terdeteksi di wilayah Kalimantan Tengah. Pada periode yang sama, tercatat 48 kejadian Karhutla dengan luas area terbakar berdasarkan laporan lapangan kabupaten/kota kepada Pusdalops PB Provinsi Kalteng mencapai 65,92 hektare.
(Baca Juga : Kiat Diskop dan UMKM Kalteng Lakukan Pendampingan Pelaku Usaha UMKM )
Sebaran hotspot tertinggi tercatat di Kabupaten Kotawaringin Timur sebanyak 233 titik, disusul Kabupaten Kapuas 90 titik, Kota Palangka Raya 77 titik, Kabupaten Pulang Pisau 56 titik, Kabupaten Seruyan 33 titik, Kabupaten Kotawaringin Barat 27 titik, dan Kabupaten Katingan 25 titik.
Sementara itu, hotspot juga terpantau di sejumlah wilayah lainnya, yakni Kabupaten Sukamara 20 titik, Kabupaten Gunung Mas 19 titik, Kabupaten Barito Selatan 19 titik, serta Kabupaten Barito Timur 4 titik. Adapun Kabupaten Murung Raya dan Kabupaten Barito Utara tercatat tidak terdapat hotspot berdasarkan data pemantauan tersebut.
Dari sisi kejadian Karhutla, Kabupaten Kapuas menjadi wilayah dengan luasan area terbakar terbesar berdasarkan laporan lapangan, yakni 15,504 hektare, disusul Kabupaten Kotawaringin Timur 14,43 hektare dan Kabupaten Kotawaringin Barat 13,16 hektare. Luasan area terbakar lainnya tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan Tengah.
Selain berdasarkan laporan lapangan kabupaten/kota, terdapat pula perhitungan berbasis citra satelit Landsat 8 (OLI/TIRS) yang diolah dengan menggunakan data hotspot, hasil ground check, serta hasil pemadaman oleh Manggala Agni. Berdasarkan perhitungan tersebut, estimasi luas area terbakar mencapai 3.069,52 hektare.
Perbedaan angka tersebut terjadi karena masing-masing data menggunakan metode perhitungan yang berbeda. Luasan 65,92 hektare merupakan akumulasi berdasarkan laporan kejadian dan hasil verifikasi lapangan kabupaten/kota, sedangkan 3.069,52 hektare merupakan estimasi berdasarkan analisis citra satelit.
Dalam mendukung upaya pengendalian Karhutla, tercatat sebanyak 10.700 personel gabungan terlibat dalam penanganan. Operasi juga didukung oleh 2 unit helikopter water bombing serta 1 unit helikopter patroli.
Kepala Pelaksana BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib mengatakan tingginya jumlah hotspot menjadi perhatian serius dan membutuhkan langkah cepat melalui pemantauan serta verifikasi di lapangan.
“Dengan terpantau sebanyak 603 titik hotspot di wilayah Kalimantan Tengah, kondisi ini menjadi perhatian serius bagi kami. Setiap titik hotspot terus kami pantau dan tindak lanjuti bersama jajaran di lapangan untuk memastikan apakah terdapat indikasi kebakaran. Deteksi dini dan respons cepat menjadi kunci agar api dapat segera dikendalikan dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” ujar Ahmad Toyib.
Menurutnya, keberadaan hotspot tidak serta-merta menunjukkan adanya kebakaran. Oleh karena itu, diperlukan proses verifikasi di lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya. Meski demikian, setiap titik hotspot yang terpantau tetap menjadi informasi penting dalam menentukan langkah penanganan dan pencegahan.
Ahmad Toyib menegaskan bahwa penanganan Karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga harus diperkuat melalui upaya pencegahan, patroli, pemantauan hotspot, edukasi masyarakat, serta koordinasi lintas sektor.
“Kami mengajak seluruh unsur untuk terus memperkuat sinergi, terutama dalam patroli, pemantauan hotspot, pemadaman dini, dan edukasi kepada masyarakat. Yang paling penting adalah mencegah terjadinya kebakaran sejak awal. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar karena dampaknya dapat meluas dan menimbulkan kabut asap,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan Karhutla.
“Penanganan Karhutla merupakan tanggung jawab kita bersama. Pemerintah bersama seluruh unsur terus bergerak, tetapi dukungan dan kesadaran masyarakat sangat penting. Mari kita cegah kebakaran sejak dini dan bersama-sama menjaga Kalteng agar tetap aman dari ancaman kabut asap,” pungkas Ahmad Toyib.
BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan hotspot, memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota serta mengoptimalkan sumber daya yang tersedia untuk memastikan setiap kejadian Karhutla dapat ditangani secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Mencegah Lebih Baik daripada Memadamkan. Bersama Wujudkan Kalteng Bebas Kabut Asap Tahun 2026.
(Foto : PPID BPBPK KALTENG/O) /Edt : Ek