Sekilas Info
Kontribusi dari TIM NEWS, 11 Agustus 2026 13:34, Dibaca 163 kali.
MMCKalteng - Barito Selatan – Tim Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Periode II Universitas Gadjah Mada yang bertugas di Desa Pararapak, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, menggelar program bertajuk Edukasi Sejarah Air dan Pelestarian Lingkungan melalui Media Digital bagi siswa kelas 1 SDN 1 Pararapak pada bulan Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran anak-anak sejak dini akan pentingnya menjaga sumber air dan lingkungan di desa mereka (16/07/2026)
Program ini dijalankan oleh Nadila Salwa dan Kezia Dwina Nathania. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diperkenalkan pada sejarah air di Barito Selatan melalui penyampaian materi berbasis digital serta diajak mempraktikkan cara mencuci tangan yang baik dan benar sebagai bentuk pemanfaatan air secara bijak.
(Baca Juga : Laskar Rempah Kalteng Kunjungi Ternate pada Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022)
Nadila Salwa menjelaskan bahwa program ini disusun untuk menumbuhkan kepedulian anak-anak terhadap lingkungan, tidak hanya sebatas memberikan pemahaman dasar. Menurutnya, sebelum mengikuti kegiatan, sebagian besar siswa memahami pelestarian lingkungan hanya sebatas membuang sampah pada tempatnya. Setelah memperoleh edukasi mengenai sejarah air di desa mereka, anak-anak mulai menyadari bahwa sungai yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari memiliki nilai penting yang perlu dijaga bersama.
Nadila Salwa menambahkan bahwa kesadaran anak-anak mulai berkembang dari sekadar mengetahui menjadi memiliki kepedulian untuk bertindak. Meski demikian, penguatan secara berkelanjutan tetap diperlukan agar semangat tersebut terus terjaga. Menurutnya, edukasi sejarah air relevan dengan kehidupan sehari-hari anak-anak karena mereka tumbuh di lingkungan yang dekat dengan sumber air. Selain itu, pembelajaran ini juga membantu membangun karakter, seperti tanggung jawab, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan. Media digital dipilih sebagai sarana pembelajaran agar materi lebih mudah dipahami dan meninggalkan kesan yang lebih kuat bagi peserta didik.
Tri Astuti menyambut baik pelaksanaan program tersebut dan berharap dampaknya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Menurutnya, anak-anak diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga dengan mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan sungai, menghemat penggunaan air, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
Selain memberikan materi edukatif berbasis digital, tim KKN juga memandu sesi interaktif praktik mencuci tangan dengan langkah yang baik dan benar. Anak-anak mengikuti setiap tahapan secara langsung bersama mahasiswa sebagai bagian dari upaya membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga sumber air.
Melalui program ini, Tim KKN-PPM UGM berharap pengetahuan mengenai sejarah air dan pelestarian lingkungan dapat terus tertanam dalam diri siswa SDN 1 Pararapak sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang peduli dan aktif menjaga kelestarian sumber air di desanya. (NS/Foto: Tim KKN-PPM UGM)