Sekilas Info
Kontribusi dari Dewi Rosmeity , 10 Agustus 2026 10:50, Dibaca 134 kali.
MMCKalteng – Palangka Raya – Sebanyak 3.542 mahasiswa baru Universitas Palangka Raya (UPR) mengikuti rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026. Kegiatan diawali dengan Upacara Penyambutan Mahasiswa Baru yang berlangsung di Halaman Rektorat UPR, Senin (10/8/2026).
PKKMB UPR Tahun 2026 mengusung tema “Melangkah Bersama, Membangun Mahasiswa Universitas Palangka Raya yang Unggul, Adaptif, Berdampak, dan Berkelanjutan, Berlandaskan Semangat Isen Mulang dan Falsafah Huma Betang Menuju Indonesia Emas 2045.” Tema tersebut menjadi pijakan dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian terhadap masyarakat.
(Baca Juga : Festival Ekowisata Rawa, Wujud Dukungan Pemprov Kalteng pada Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan)
Dalam sambutan Gubernur Kalimantan Tengah yang dibacakan Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kalimantan Tengah, Lisda Arriyana, disampaikan bahwa perguruan tinggi bukan semata-mata tempat untuk memperoleh nilai dan ijazah. Perguruan tinggi merupakan ruang untuk membentuk karakter, memperluas wawasan, membangun jejaring, mengasah kepemimpinan, serta menumbuhkan keberanian dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan. Hal tersebut sejalan dengan Misi Kedua Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, yakni meningkatkan pendidikan untuk sumber daya manusia yang beretika melalui pendidikan inklusif sesuai kaidah Belom Bahadat.
“Fokus pembangunan harus dimulai dari desa dan pedalaman hingga ke perkotaan. Kami tidak ingin ada putra-putri Kalimantan Tengah yang tidak bisa sekolah, tidak bisa kuliah, tidak bisa berobat saat sakit, dan tidak bisa makan,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan kualitas pendidikan, termasuk di Universitas Palangka Raya, sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Mahasiswa baru juga diingatkan untuk menjauhi berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan, seperti pergaulan bebas, tindakan asusila, perjudian online, penyalahgunaan narkoba, serta berbagai perilaku negatif lainnya.
Mahasiswa didorong untuk memegang teguh falsafah Huma Betang yang mengajarkan kehidupan bersama dalam keberagaman, saling menghormati, dan bergotong royong. Selain itu, nilai Belom Bahadat juga perlu dijunjung sebagai pedoman untuk hidup dengan adab dan etika, menghormati sesama, adat, serta alam.
Sementara itu, Rektor Universitas Palangka Raya, Salampak, menekankan bahwa momentum PKKMB menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus mempersiapkan diri menghadapi perjalanan pendidikan tinggi. Menurutnya, proses perkuliahan tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kematangan berpikir, kepemimpinan, serta kemampuan beradaptasi dengan berbagai perubahan.
“Universitas Palangka Raya tidak hanya ingin menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi di bidangnya, tetapi juga generasi yang memiliki integritas, karakter, kepedulian sosial, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Karena itu, manfaatkan masa perkuliahan untuk belajar, membangun jejaring, mengembangkan potensi, dan menemukan jati diri,” tuturnya.
Salampak menyampaikan, keberagaman asal daerah mahasiswa baru menjadi kekuatan tersendiri bagi UPR dalam membangun lingkungan akademik yang inklusif dan penuh keberagaman. Dari 3.542 mahasiswa baru Tahun 2026, sekitar 500 mahasiswa berasal dari luar Kalimantan Tengah dan datang dari sekitar 28 provinsi di Indonesia.
Ia juga mengajak seluruh mahasiswa baru untuk turut menjaga nama baik almamater dengan menjunjung tinggi etika, tata krama, serta nilai-nilai kebersamaan. Lingkungan kampus, lanjutnya, harus menjadi ruang yang memberikan rasa aman bagi seluruh sivitas akademika untuk belajar, berkembang, dan berprestasi.
Selain kemampuan akademik atau hard skill sesuai bidang ilmu, mahasiswa juga didorong mengembangkan berbagai soft skill, seperti komunikasi, kerja sama, berpikir kritis, pemecahan masalah, kemampuan beradaptasi, dan kepemimpinan.
“Gunakan ilmu. Gunakan nalar. Jangan cepat bereaksi sebelum memahami persoalan. Itulah salah satu ciri insan akademik. Ketika berbicara, kita harus berbicara berdasarkan data, ilmu pengetahuan, dan keyakinan yang dapat dipertanggungjawabkan,” pesan Salampak.
Ia menegaskan mahasiswa baru UPR merupakan bagian dari generasi yang akan menentukan wajah Indonesia pada masa Indonesia Emas 2045. Sekitar dua puluh tahun mendatang, mereka akan berada pada usia produktif dan berpotensi menjadi profesional, pemimpin, pengusaha, akademisi, birokrat, maupun berbagai profesi strategis lainnya. Karena itu, mahasiswa diminta mulai mempersiapkan diri sejak hari pertama perkuliahan dengan belajar sungguh-sungguh, menjaga integritas, menghormati dosen dan sivitas akademika, membangun persahabatan yang baik, serta berani memiliki mimpi besar.
Pada kesempatan tersebut, Salampak juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Pemerintah Kota Palangka Raya atas dukungan dan kerja sama yang diberikan kepada UPR. Kolaborasi juga terus didorong bersama pemerintah daerah, dunia usaha, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan guna mendukung pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Tengah.
Apresiasi turut disampaikan kepada Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Tengah atas kontribusinya melalui program perluasan penggunaan QRIS dan edukasi perlindungan konsumen bagi mahasiswa UPR Tahun Akademik 2026/2027. Program tersebut telah menjangkau sekitar 3.500 mahasiswa baru dalam waktu enam hari dan dinilai tidak hanya mendorong digitalisasi transaksi, tetapi juga membangun literasi digital, budaya transaksi yang aman, serta kesadaran perlindungan konsumen di era ekonomi digital. UPR juga menyampaikan terima kasih kepada Bank Mandiri Kantor Cabang Pasar Kahayan atas dukungan dan kolaborasi yang diberikan.
Ketua Panitia PKKMB UPR Tahun 2026, Rahmiati, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan mengacu pada Panduan PKKMB Tahun 2026 dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Keputusan Rektor UPR Nomor 351/UN24/KM/2026 tentang Panitia Pelaksanaan PKKMB UPR Tahun 2026, serta Panduan PKKMB UPR Tahun 2026. Pelaksanaan PKKMB berlandaskan asas keterbukaan, demokratis dan humanis, legalitas, kesetaraan dan nondiskriminasi, inklusivitas dan aksesibilitas, perlindungan dan keamanan, serta edukatif.
Dari total 3.542 peserta, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan menjadi fakultas dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 855 mahasiswa atau 24,1 persen. Selanjutnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis sebanyak 635 mahasiswa, Fakultas Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 549 mahasiswa, Fakultas Teknik 442 mahasiswa, Fakultas Sosial dan Ilmu Politik 387 mahasiswa, Fakultas Hukum 354 mahasiswa, Fakultas Kedokteran 164 mahasiswa, serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam sebanyak 156 mahasiswa. Berdasarkan daerah asal, sebanyak 86 persen mahasiswa baru berasal dari Kalimantan Tengah, sedangkan 7,2 persen berasal dari Sumatera Utara dan sisanya berasal dari berbagai provinsi di Indonesia.
Melalui pelaksanaan PKKMB Tahun 2026, Universitas Palangka Raya meneguhkan komitmennya sebagai rumah bersama dalam membentuk generasi muda yang unggul, berkarakter, inovatif, adaptif, berintegritas, serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, daerah, bangsa, dan negara.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan UPR, unsur Forkopimda, unsur instansi vertikal, Ketua Alumni UPR, Nuryakin, serta seluruh peserta PKKMB. (Dw/Foto:AS)