Sekilas Info
Kontribusi dari RSUD Hanau, 27 Juli 2026 09:37, Dibaca 81 kali.
MMCKalteng - Pembuang Hulu - RSUD Hanau menyelenggarakan Pelatihan Deteksi Dini Kanker Serviks di Aula Barigas Lantai Lima RSUD Hanau dengan menghadirkan dr. Muhammad Ary Zucha, Ph.D., Sp.OG., dosen Program Studi Spesialis Obstetri dan Ginekologi Universitas Gadjah Mada (UGM), yang diikuti para bidan RSUD Hanau. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam deteksi dini kanker serviks guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan perempuan di Kalimantan Tengah melalui pembaruan ilmu pengetahuan, diskusi ilmiah, dan penguatan keterampilan praktik. Hanau, Selasa (28/7/2026).
Direktur RSUD Hanau, Atet Kurniadi, mengatakan bahwa peningkatan kompetensi sumber daya manusia merupakan salah satu prioritas rumah sakit dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pelayanan yang berkualitas hanya dapat diwujudkan apabila didukung oleh tenaga kesehatan yang terus memperbarui ilmu pengetahuan dan keterampilan sesuai perkembangan dunia medis. "Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas seluruh tenaga kesehatan melalui berbagai pelatihan dan kerja sama dengan institusi pendidikan terbaik. Pelatihan deteksi dini kanker serviks ini menjadi langkah strategis agar para bidan memiliki kemampuan yang semakin baik dalam memberikan pelayanan promotif, preventif, maupun kuratif kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga kesehatan perempuan," Atet Kurniadi.
(Baca Juga : Makna dan Sejarah Hari Pahlawan 10 November dalam Memperingati Jasa Para Pejuang Bangsa)
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi komprehensif mengenai perkembangan terkini dalam pencegahan dan deteksi dini kanker serviks. Pembahasan meliputi faktor risiko, pentingnya skrining, teknik pemeriksaan yang sesuai standar, hingga tata laksana awal apabila ditemukan indikasi kelainan. Selain penyampaian teori, peserta juga memperoleh kesempatan berdiskusi secara interaktif mengenai berbagai kasus yang sering ditemui dalam praktik pelayanan sehari-hari.
Narasumber, Muhammad Ary Zucha, menegaskan bahwa keberhasilan penanganan kanker serviks sangat bergantung pada kemampuan tenaga kesehatan dalam melakukan deteksi sejak stadium awal. Ia menilai bidan memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam memberikan edukasi sekaligus mendorong masyarakat untuk melakukan pemeriksaan secara rutin. "Melalui pelatihan ini kami berharap para bidan tidak hanya memahami aspek ilmiah mengenai kanker serviks, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam pelayanan sehari-hari. Semakin dini penyakit dapat dikenali, semakin besar peluang keberhasilan pengobatan dan semakin baik kualitas hidup pasien," ungkap Ary Zucha.
Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen RSUD Hanau dalam membangun budaya pembelajaran berkelanjutan di lingkungan rumah sakit. Dengan kompetensi tenaga kesehatan yang terus berkembang, RSUD Hanau optimistis mampu menghadirkan pelayanan kesehatan perempuan yang semakin profesional, optimal, dan berstandar tinggi. Melalui kolaborasi bersama akademisi dari Universitas Gadjah Mada, rumah sakit berharap inovasi serta penguatan kapasitas sumber daya manusia dapat terus dilakukan sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya dalam upaya menekan angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks melalui deteksi dini yang lebih efektif. (Yanor Akhmad/Foto: Tim Medsos) /Edt : EK