Belajar dari Juara Nasional, MKKS SMA Katingan Gelar Berbagi Praktik Baik LCC 4 Pilar MPR RI

Kontribusi dari Dinas Pendidikan Prov. Kalteng, 24 September 2026 21:04, Dibaca 194 kali.


MMCKalteng - Katingan - Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Katingan menggelar kegiatan Berbagi Praktik Baik LCC 4 Pilar MPR RI pada via zoom, dengan menghadirkan pengalaman SMAN 2 Katingan Kuala yang berhasil meraih Juara 1 LCC 4 Pilar MPR RI Tingkat Nasional Tahun 2026. Kegiatan yang diikuti kepala sekolah, guru pendamping, serta murid tim LCC dari SMA se-Kabupaten Katingan tersebut digelar untuk membagikan pengalaman, strategi pembinaan, dan proses latihan yang mengantarkan SMAN 2 Katingan Kuala meraih prestasi nasional, melalui sesi berbagi langsung bersama kepala sekolah, guru pendamping, dan murid yang terlibat dalam kompetisi. Selasa (22/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30–12.00 WIB tersebut turut dihadiri  serta Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Safrudin yang sekaligus membuka kegiatan. Forum tersebut menjadi ruang bagi sekolah-sekolah di Kabupaten Katingan untuk melihat lebih dekat proses panjang yang dilakukan SMAN 2 Katingan Kuala hingga mampu mengukir prestasi di tingkat nasional.

(Baca Juga : Penanganan Kerawanan Pangan dan Gizi, Pemprov Kalteng Melalui Hanpang Salurkan Bantuan di Pulang Pisau)

Dalam sambutan yang dibacakan Safrudin, Muhammad Reza Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan SMAN 2 Katingan Kuala tidak boleh hanya dipandang sebagai kemenangan dalam sebuah perlombaan. Menurutnya, capaian tersebut membawa pesan penting bagi dunia pendidikan Kalimantan Tengah bahwa kondisi geografis dan keterbatasan fasilitas bukan alasan untuk berhenti belajar maupun berhenti mengejar prestasi.


“Keterbatasan geografis bukan alasan untuk berhenti bermimpi, keterbatasan fasilitas bukan alasan untuk berhenti belajar, dan jauhnya jarak dari pusat kota bukan alasan untuk tidak mampu bersaing di tingkat nasional,” demikian pesan Muhammad Reza Prabowo dalam sambutan yang dibacakan Safrudin.


Dalam sesi berbagi melalui Zoom, Kepala SMAN 2 Katingan Kuala, Sumanto, menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak diperoleh secara instan. Perjalanan tim LCC justru diawali dengan pengalaman kegagalan. Pada awal mengikuti kompetisi, tim sekolah pernah tidak berhasil lolos pada seleksi tingkat kabupaten. Kegagalan tersebut kemudian dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki persiapan dan pola pembinaan.

“Kegagalan itu kami jadikan bahan evaluasi. Kami melihat kembali apa yang kurang, kemudian kami perbaiki. Jadi, ketika ada kesempatan berikutnya, kami sudah tahu apa yang harus dipersiapkan dan apa yang harus ditingkatkan,” ungkap Sumanto.

Sekolah bersama guru pendamping kemudian melakukan berbagai perbaikan dengan target yang lebih jelas. Pembinaan dilakukan secara konsisten melalui pendalaman materi, latihan rutin, evaluasi, serta penguatan kesiapan murid dalam menghadapi kompetisi. Dari proses tersebut, SMAN 2 Katingan Kuala berhasil kembali berkompetisi dan menjadi Juara 1 LCC 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Tengah, sekaligus memperoleh kesempatan kembali mewakili Kalimantan Tengah di tingkat nasional.

Pengalaman pada kompetisi nasional tahun sebelumnya juga menjadi bagian penting dalam evaluasi. Saat itu, SMAN 2 Katingan Kuala telah menjadi juara tingkat provinsi, tetapi belum berhasil melangkah hingga babak final nasional. Pengalaman tersebut tidak membuat pembinaan berhenti. Sebaliknya, menjadi dasar untuk melakukan persiapan yang lebih matang pada tahun berikutnya.

Hasilnya terlihat pada Grand Final LCC 4 Pilar MPR RI 2026 di Jakarta, 26 Agustus 2026. Tim SMAN 2 Katingan Kuala berhasil mengumpulkan 140 poin dalam tiga sesi final dan keluar sebagai Juara 1 tingkat nasional, mengungguli tiga sekolah lainnya yang juga berhasil menembus babak final, seperti SMAN 8 Jakarta dari DKI Jakarta yang meraih Juara 2 dengan koleksi 75 poin, kemudian SMAN 1 Tanjung Selor dari Kalimantan Utara yang meraih Juara 3 dengan kemasan 70 poin dan di juara 4 berhasil diamankan oleh SMAN 2 Bogor dari Jawa Barat dengan 65 poin.

Dalam kegiatan berbagi praktik baik, pengalaman tersebut kemudian disampaikan secara lebih luas. Guru pendamping membagikan strategi pembinaan, mulai dari persiapan materi, latihan, pembiasaan, evaluasi, hingga membangun kesiapan mental murid. Sementara itu, murid yang mengikuti kompetisi turut membagikan pengalaman menjalani latihan, menghadapi tekanan perlombaan, menjaga konsistensi belajar, hingga tampil di panggung final nasional.

Salah satu praktik yang menjadi bagian dari proses pembinaan adalah latihan rutin dua kali dalam seminggu, mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB. Pola latihan tersebut membutuhkan komitmen dan kedisiplinan dari murid maupun pendamping. Dari pengalaman tersebut, sekolah-sekolah peserta dapat melihat bahwa prestasi tidak hanya dibangun melalui penguasaan pengetahuan, tetapi juga melalui latihan yang konsisten, pendampingan berkelanjutan, target yang jelas, evaluasi terhadap kegagalan, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri.

Keberhasilan SMAN 2 Katingan Kuala juga menjadi bukti bahwa kondisi geografis bukanlah batas bagi murid Kalimantan Tengah untuk berprestasi di tingkat nasional. Praktik baik yang dibagikan dalam kegiatan MKKS tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk mengembangkan pola pembinaan sesuai dengan karakteristik murid, potensi sekolah, serta sumber daya yang dimiliki.

Melalui kegiatan tersebut, MKKS SMA Kabupaten Katingan tidak hanya menghadirkan cerita tentang kemenangan, tetapi juga membagikan proses di baliknya. Ada kegagalan, evaluasi, latihan, kedisiplinan, kerja sama, dan keberanian untuk mencoba kembali yang menjadi bagian dari perjalanan menuju prestasi nasional.

Perjalanan SMAN 2 Katingan Kuala menunjukkan bahwa keberhasilan tidak selalu dimulai dari kondisi yang sempurna. Terkadang, prestasi justru lahir dari sebuah kegagalan yang kemudian dijadikan pelajaran untuk berbenah. Dari proses panjang itulah, sebuah sekolah di Kabupaten Katingan mampu berdiri di panggung nasional dan membawa pulang gelar juara sekaligus memberikan inspirasi bagi sekolah-sekolah lainnya di Kalimantan Tengah. (Rzn/Foto: Media Disdik) /Edt: EK

Dinas Pendidikan Prov. Kalteng

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook
Twitter