Cegah Bullying Sejak Hari Pertama Sekolah, Reza Prabowo Perintahkan Pengawasan Diperketat

Kontribusi dari Dinas Pendidikan Prov. Kalteng, 15 Juli 2026 09:07, Dibaca 49 kali.


MMCKalteng - PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, menegaskan bahwa pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 harus menjadi momentum membangun budaya sekolah yang aman, disiplin, dan bebas dari segala bentuk perundungan. Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin kegiatan Kadisdik Menyapa bersama kepala SMA, SMK, dan SKH negeri maupun swasta se-Kalimantan Tengah secara virtual, Senin (13/7/2026).

‎Mengawali arahannya, Reza mengapresiasi seluruh kepala sekolah yang telah menyukseskan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026/2027. Menurutnya, seluruh tahapan SPMB dapat berjalan lancar berkat koordinasi dan kerja sama seluruh satuan pendidikan sehingga tidak menimbulkan persoalan yang berarti.

(Baca Juga : DP3APPKB Prov. Kalteng Gelar Sosialisasi Pergub Tentang Hapakat Usaha Bawi Lewu di Kab. Pulang Pisau)

‎"Alhamdulillah SPMB berjalan dengan lancar. Terima kasih kepada seluruh kepala sekolah dan jajaran yang telah bekerja keras sehingga seluruh proses dapat diselesaikan dengan baik tanpa permasalahan yang berarti," ujar Reza.

‎Memasuki tahun ajaran baru, Reza meminta seluruh sekolah memastikan pelaksanaan MPLS berlangsung edukatif, ramah anak, dan tidak memberi ruang sedikit pun terhadap praktik kekerasan maupun bullying. Ia mendorong keterlibatan seluruh warga sekolah, termasuk peserta didik, dalam menyukseskan MPLS, namun harus disertai pengawasan yang ketat agar tidak terjadi tindakan yang merugikan siswa baru.


‎Dalam arahannya, Reza mengaku prihatin setelah menerima laporan adanya kasus perundungan yang berujung pada proses hukum. Menurutnya, kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa pengawasan di lingkungan sekolah harus diperkuat dan kedisiplinan guru tidak boleh diabaikan.

‎"Saya baru saja menerima laporan ada orang tua yang anaknya menjadi korban bullying hingga persoalannya berlanjut ke kejaksaan dan pengadilan. Ini menjadi tamparan bagi kita semua. Guru harus menjadi teladan, disiplin masuk kelas tepat waktu, karena jangan sampai ada kelas kosong yang justru membuka peluang terjadinya perundungan," tegasnya.

‎Untuk memperkuat pengawasan, Dinas Pendidikan akan terus mendorong pemasangan CCTV di setiap ruang kelas yang dipantau oleh guru piket melalui monitor pengawas. Apabila terdapat guru yang berhalangan hadir dan belum ada pengganti, guru piket diminta segera mengambil alih proses pembelajaran sehingga tidak ada kelas yang kosong.

‎Reza juga menekankan pentingnya mengisi waktu peserta didik dengan kegiatan belajar, pembinaan karakter, maupun latihan yang positif. Menurutnya, berbagai kejadian yang sempat viral di media sosial menjadi pelajaran berharga bahwa kelalaian dalam sistem pengawasan dapat berdampak pada munculnya perilaku yang tidak diinginkan di lingkungan sekolah.

‎Hal lain yang menjadi perhatian utama adalah kewajiban seluruh sekolah mensosialisasikan Whistle Blowing System (WBS) kepada peserta didik selama MPLS. Reza menilai sistem tersebut menjadi saluran resmi bagi siswa untuk melaporkan dugaan perundungan, kekerasan, maupun pelanggaran lainnya sehingga persoalan dapat ditangani lebih cepat tanpa harus terlebih dahulu menyebar ke media sosial.

‎"Whistle Blowing System wajib disosialisasikan saat MPLS. Jangan sampai siswa tidak tahu harus mengadu ke mana ketika mengalami persoalan di sekolah. Kita ingin setiap masalah bisa dimitigasi sejak dini agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar," katanya.

‎Menutup arahannya, Reza mengingatkan bahwa kepala sekolah dan guru merupakan garda terdepan dalam membentuk masa depan generasi Kalimantan Tengah. Menurutnya, sebesar apa pun jumlah peserta didik di sebuah sekolah, setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas.

‎"Jangan pernah menganggap tugas menjadi kepala sekolah adalah hal biasa. Tanggung jawab kita sangat besar. Mau siswanya satu orang ataupun ratusan orang, mereka adalah masa depan Kalimantan Tengah. Karena itu mari kita jaga mereka dengan sebaik-baiknya melalui sekolah yang aman, disiplin, dan penuh kepedulian," pungkas Reza.(Rzn/Foto: Media Disdik) /Edt : EK

Dinas Pendidikan Prov. Kalteng

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook
Twitter