Sekilas Info
Kontribusi dari Dinas Pendidikan Prov. Kalteng, 23 Juni 2026 11:41, Dibaca 35 kali.
MMCKalteng - PALANGKA RAYA – Pelaksanaan hari pertama pada Senin, (22/6/2026) Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMKN 1 Palangka Raya berlangsung ramai dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Sejak pagi, calon peserta didik bersama orang tua tampak memadati sekolah untuk mengikuti proses pendaftaran dan seleksi.
Ketua Panitia SPMB SMKN 1 Palangka Raya Riyadi menjelaskan, terdapat sejumlah perubahan dalam mekanisme penerimaan tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satunya adalah penggunaan rata-rata nilai rapor semester 1 hingga semester 5 sebagai bagian dari komponen seleksi.
(Baca Juga : Dukung Program Strategis Kelautan dan Perikanan Kalteng, ITB Kaji Teknologi Tepat Guna)
"Tahun ini kita menggunakan aplikasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah. Selain nilai rapor semester 1 sampai semester 5, hasil wawancara juga memiliki skor yang nantinya diinput ke dalam aplikasi dan menjadi bagian dari penilaian seleksi penerimaan siswa baru," jelasnya.
Ia menambahkan, aturan zonasi jurusan yang sebelumnya diterapkan kini telah dihapus. Dengan demikian, calon peserta didik dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah memiliki kesempatan yang sama untuk mendaftar di SMKN 1 Palangka Raya.
"Kalau tahun lalu ada zonasi jurusan sehingga siswa dari daerah yang sudah memiliki jurusan yang sama tidak bisa mendaftar di kabupaten lain. Tahun ini aturan tersebut sudah tidak ada, sehingga kita bisa menerima pendaftar dari seluruh Kalimantan Tengah," ujarnya.
Tingginya minat masyarakat sudah terlihat sejak hari pertama pendaftaran. Meski jumlah pendaftar belum direkap secara keseluruhan, panitia memperkirakan jumlah peminat tahun ini berpotensi melampaui tahun sebelumnya.
"Biasanya hari pertama dan kedua memang paling ramai. Dari yang terlihat hari ini, antusias masyarakat sangat tinggi dan kemungkinan jumlah pendaftar akan lebih banyak dibanding tahun lalu," katanya.
Untuk mengantisipasi antrean panjang, pihak sekolah menerapkan pembatasan jumlah peserta wawancara pada beberapa program keahlian yang memiliki peminat tinggi, salah satunya jurusan Las dan bidang otomotif lainnya.
"Untuk jurusan yang peminatnya banyak, seperti otomotif, jumlah pendaftar yang kami layani per konsentrasi keahlian dibatasi sekitar 40 orang per hari. Ini agar proses wawancara bisa berjalan maksimal dan tidak sampai terlalu sore seperti pengalaman tahun lalu," ungkapnya.
Panitia juga mengimbau calon peserta didik dan orang tua agar tidak harus datang pada hari pertama pendaftaran karena masa pendaftaran berlangsung selama empat hari.
"Kami mengimbau agar pendaftaran bisa dilakukan hingga hari keempat sehingga antrean lebih tertib. Selain itu, calon peserta didik juga perlu memantau perkembangan pendaftaran secara online untuk mengetahui posisi nilai dan peluang diterima pada jurusan yang dipilih," pesannya.
Salah satu calon peserta didik, Jiby Farlan, siswa SMP Negeri 1 Palangka Raya, mengaku tertarik melanjutkan pendidikan di SMKN 1 Palangka Raya pada jurusan Las.
"Alur pendaftaran yang dijelaskan tadi mudah dipahami. Untuk proses wawancara menurut saya agak sulit, tetapi tetap bisa diikuti dengan baik," ujarnya.
Sementara itu, Wandi, orang tua Jiby, mengapresiasi pelayanan panitia yang dinilai sigap membantu para pendaftar.
"Proses pendaftaran sangat lancar dan tidak terlalu antre. Panitia juga sangat membantu dan membimbing peserta didik yang mendaftar. Kami sebagai orang tua mendukung penuh pilihan anak yang ingin masuk jurusan Las. Harapannya tentu dia bisa diterima di SMKN 1 Palangka Raya dan tekun menjalani jurusan yang dipilihnya," tuturnya.
Dengan tingginya minat masyarakat pada hari pertama pelaksanaan SPMB, SMKN 1 Palangka Raya optimistis proses penerimaan peserta didik baru tahun ini dapat berjalan lancar, transparan, dan memberikan kesempatan terbaik bagi calon siswa untuk mengembangkan kompetensi sesuai minat dan bakat mereka.
(Rzn/Foto: Media Disdik) / Edt : Ek
Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.