Sekilas Info
Kontribusi dari Rikah Mustika, 18 April 2026 08:02, Dibaca 71 kali.
MMCKalteng – Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar pertemuan bersama insan pers di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah, Jumat (17/4/2026), sebagai upaya memperkuat sinergi dan keterbukaan informasi publik sekaligus membahas perkembangan pembangunan daerah.
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga komunikasi dengan awak media.
(Baca Juga : Berhasil Dorong Kemajuan Desa dan Kelurahan, Pemprov. Kalteng Raih Penghargaan Upakarya Wanua Nugraha)
“Pertemuan hari ini merupakan yang kelima kalinya, yang menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam menjaga komunikasi yang terbuka dengan insan pers,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya peran media dalam menyampaikan informasi pembangunan secara objektif, transparan, dan akuntabel kepada masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk media sebagai mitra strategis.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Provinsi Kalimantan Tengah, Rangga Lesmana, menyampaikan bahwa forum tersebut dimanfaatkan Gubernur untuk mendengar langsung masukan dari insan pers di lapangan.
“Hari ini Bapak Gubernur ingin sharing dan mendengarkan langsung dari rekan-rekan sekalian, karena kami memahami bahwa insan pers merupakan mata dan telinga dalam mengawal kebijakan di lapangan,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa di tengah kebijakan efisiensi anggaran, program prioritas pemerintah tetap berjalan dan difokuskan agar lebih tepat sasaran, khususnya pada sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, sosial, dan kesejahteraan masyarakat.
Terkait program Kartu Huma Betang Sejahtera, Rangga mengungkapkan hasil evaluasi menunjukkan adanya ketidaktepatan sasaran penerima manfaat.
“Dari hasil verifikasi dan validasi, ditemukan sekitar 40 persen penerima dinyatakan tidak layak. Ini menjadi momentum untuk memastikan program ini ke depan benar-benar tepat sasaran,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang, sekaligus memperkuat kebersamaan dalam pembangunan daerah.
“Kami bukan gubernur untuk kelompok atau agama tertentu, tetapi untuk seluruh masyarakat Kalimantan Tengah, baik yang mendukung maupun yang berbeda pandangan. Semua adalah tanggung jawab kami. Melalui kebersamaan dan komunikasi yang terbuka, kami ingin memastikan pembangunan berjalan adil, memperkuat rasa memiliki daerah, serta menjadikan masyarakat lokal sebagai tuan rumah di daerahnya sendiri. Kami juga berkomitmen serius pada pendidikan untuk memutus rantai kemiskinan dan pemberantasan narkoba demi menyelamatkan generasi masa depan,” ungkap Gubernur.
Kegiatan tersebut turut dihadiri para Kepala Perangkat Daerah, Staf Khusus Gubernur Kalimantan Tengah Herson B. Aden, serta insan pers dari berbagai media cetak dan elektronik. (Rkh/Foto:Phm)