Perkuat Kepedulian Lingkungan, Pemkab Seruyan Gelar Bimtek Sekolah Adiwiyata 2026

Kontribusi dari Diskominfo Kabupaten Seruyan, 14 April 2026 15:58, Dibaca 394 kali.


MMCKalteng – Kuala Pembuang – Staf Ahli Bupati Seruyan, Muliadi, membuka secara resmi kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Sekolah Adiwiyata Tahun 2026 yang dilaksanakan di Aula BKAD Kabupaten Seruyan, Selasa (14/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan sekolah sebagai upaya memperkuat komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui dunia pendidikan.

Dalam sambutan Bupati Seruyan yang dibacakan oleh Muliadi, disampaikan bahwa perkembangan zaman yang ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa dampak yang kompleks bagi kehidupan manusia.

(Baca Juga : Fairid Naparin Lantik Mantir Adat Dayak Kecamatan)

“Sebagaimana kita ketahui bersama, perkembangan kemajuan zaman, ilmu dan teknologi dapat menimbulkan dampak yang baik dan juga negatif,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dampak positif dapat dirasakan di berbagai sektor seperti ekonomi, kesehatan, dan pendidikan yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa kemajuan tersebut sering kali diiringi dengan dampak negatif yang kurang diperhatikan. “Dari kegiatan tersebut tidak jarang menimbulkan efek negatif yang tidak diindahkan oleh manusia atau di luar kendali,” katanya.


Berbagai persoalan lingkungan seperti banjir, tanah longsor, pencemaran, hingga kerusakan hutan disebut sebagai contoh nyata dampak dari aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini sebagian besar disebabkan oleh ulah manusia. “Cukup banyak kejadian kerusakan alam, yang ironisnya berdasarkan pengamatan, kejadian tersebut disebabkan 80 persen oleh ulah tangan manusia,” ungkapnya. Kondisi tersebut turut mengancam keberlangsungan keanekaragaman hayati yang semakin terdesak.

Dalam upaya menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup menghadirkan program Sekolah Adiwiyata. Program ini bertujuan untuk mendorong terciptanya pengetahuan dan kepedulian warga sekolah terhadap lingkungan.

“Dengan sekolah melaksanakan program ini, sesungguhnya kita telah menunjukkan aksi nyata terhadap penanaman sikap ramah dan peduli lingkungan bagi para peserta didik,” ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran guru sebagai garda terdepan dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa. “Siapa lagi yang kita harapkan untuk melakukan penyelamatan, guru menjadi pendidik, teladan dan motivator kepada generasi penerus anak-anak kita,” tuturnya. Menurutnya, keberhasilan program ini tidak terlepas dari keterlibatan aktif seluruh elemen pendidikan.


Adapun tujuan dari pelaksanaan bimtek ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan terkait penyelenggaraan program Adiwiyata versi terbaru tahun 2026, sekaligus menumbuhkan minat sekolah untuk berpartisipasi aktif dalam program tersebut di Kabupaten Seruyan.

Perkembangan program Adiwiyata di Kabupaten Seruyan sendiri menunjukkan tren yang menggembirakan. Hingga saat ini tercatat sebanyak 40 sekolah telah meraih predikat Adiwiyata, terdiri dari 2 Sekolah Adiwiyata Mandiri, 10 Adiwiyata Nasional, 12 Adiwiyata Provinsi, dan 16 Adiwiyata Kabupaten. Capaian ini menempatkan Kabupaten Seruyan pada peringkat keempat sebagai daerah dengan jumlah Sekolah Adiwiyata terbanyak di Provinsi Kalimantan Tengah.

Menutup sambutannya, Muliadi berpesan agar seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan serius dan sungguh-sungguh. “Ikutilah kegiatan bimtek ini dengan sungguh-sungguh, perhatikan setiap materi yang disampaikan oleh narasumber, dan segera implementasikan ilmu yang didapatkan di sekolah masing-masing,” pungkasnya. (MMCSeruyan/IH)/Edt:UL

Diskominfo Kabupaten Seruyan

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook