Rakor Peternakan dan Kesehatan Hewan 2025 Resmi Dibuka, Pemprov Kalteng Dorong Integrasi dan Hilirisasi

Kontribusi dari TPHP Prov Kalteng, 17 Desember 2025 10:28, Dibaca 667 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, secara resmi membuka Rapat Koordinasi Peternakan dan Kesehatan Hewan Tahun 2025 yang digelar di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Palangka Raya. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan dan langkah konkret dalam memperkuat sektor peternakan serta menjaga kesehatan hewan sebagai bagian dari ketahanan pangan daerah.

Dalam sambutannya yang mewakili Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo menegaskan bahwa pembangunan peternakan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi dari hulu hingga hilir. Ia menyampaikan bahwa Kalimantan Tengah memiliki potensi besar melalui pengembangan Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (SISKA), hilirisasi peternakan ayam terintegrasi, serta pengendalian Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS).

(Baca Juga : Meriahkan Kalteng Expo 2025 DPMPTSP Prov. Kalteng Hadirkan Aneka Layanan Perizinan dan Investasi)

“Penguatan sektor peternakan ini bukan hanya untuk meningkatkan produksi, tetapi juga untuk menciptakan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Edy Pratowo.


Lebih lanjut, Edy Pratowo secara tidak langsung menekankan pentingnya sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan pemerintah pusat. Menurutnya, program SISKA harus mampu memberikan manfaat timbal balik antara peternak dan perusahaan perkebunan sawit, sekaligus mendukung pertanian ramah lingkungan. Ia juga menyebutkan bahwa dukungan terhadap hilirisasi ayam terintegrasi merupakan bagian dari upaya mewujudkan kemandirian protein hewani di daerah.

“Kita perlu memperkuat kolaborasi agar setiap program benar-benar berdampak langsung pada kesejahteraan peternak dan ketahanan pangan daerah,” tambahnya.


Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, saat memberikan arahan terkait pelaksanaan rakor tersebut menekankan bahwa sektor peternakan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan daerah dan nasional, sehingga memerlukan perencanaan yang matang, pelaksanaan yang konsisten, serta pengawasan yang berkelanjutan. Ia juga mendorong agar seluruh program peternakan mampu menyentuh langsung kebutuhan peternak dan masyarakat di lapangan.


“Program ini sangat strategis karena sejalan dengan kebijakan nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah daerah harus hadir secara nyata untuk memastikan program peternakan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tegas Agustiar Sabran.

Gubernur Agustiar Sabran juga menegaskan pentingnya menjaga kesehatan hewan sebagai bagian dari perlindungan kesehatan masyarakat. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat langkah pencegahan terhadap penyakit hewan menular strategis.

“Kita tidak hanya berbicara soal peningkatan produksi, tetapi juga soal keamanan pangan dan kesehatan masyarakat yang harus dijaga bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah, Rendy Lesmana, menyampaikan bahwa rakor ini menjadi momentum penting untuk menyatukan persepsi dan langkah teknis di lapangan. Ia menilai, arah kebijakan yang disampaikan Wakil Gubernur sejalan dengan kebutuhan daerah dalam meningkatkan produktivitas peternakan sekaligus menjaga kesehatan hewan.

“Melalui rakor ini, kami ingin memastikan seluruh kabupaten dan kota memiliki pemahaman yang sama terkait program prioritas peternakan dan kesehatan hewan tahun 2025,” ungkapnya.

Rendy Lesmana juga menegaskan bahwa Dinas TPHP Kalteng berkomitmen memperkuat pendampingan kepada peternak, termasuk dalam pengendalian penyakit hewan seperti PMK, ASF, dan rabies. Ia menilai, penguatan sistem pencegahan dan respons cepat di lapangan menjadi kunci untuk menjaga stabilitas produksi dan melindungi masyarakat.


“Kami akan terus mendorong peningkatan kapasitas petugas dan peternak agar sektor peternakan Kalteng tumbuh sehat, produktif, dan berdaya saing,” tambahnya.

Rapat koordinasi ini diharapkan mampu menghasilkan langkah-langkah strategis dan terukur dalam pengembangan peternakan serta pengendalian kesehatan hewan di Kalimantan Tengah. Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan peternak, sektor peternakan Kalteng diharapkan semakin tangguh, berkelanjutan, dan mampu berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat (TPHP). Edt : EK

TPHP Prov Kalteng

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook