Berkumpul dengan Orang Hebat

Kontribusi dari Gusti Mahfuz, 04 Februari 2019 14:23, Dibaca 697 kali.


Kita mempunyai dua cara untuk belajar, pertama belajar dengan membaca dan kedua berkumpul dengan orang-orang yang lebih pintar (Rogers, 1935). Seyogianya kita mencari, bergaul, dan menjadikan teman untuk membawa dampak yang baik karena teman itu akan memberi pengaruh. Teman dapat mengajak kita untuk meraih akhlak mulia, baik dengan perkataan dan perbuatan. Lingkungan berteman dapat mempengaruhi karakter kita. Saat berkumpul dengan orang hebat akan menghasilkan ilmu-ilmu yang bermanfaat. Begitu juga ketika berkumpul dengan orang hebat, kita bisa terdorong menjadi sosok yang serupa.

Orang hebat tidak terlahir secara instan. Ketika membaca autobiografi orang hebat lahir ada karena didikan mulai dari kecil dan ada juga mereka harus melewati beberapa halangan. Selain itu, ada juga yang pandai dengan memilih lingkungan pergaulan yang baik. Dengan lingkungan yang tepat dan belajar banyak dari pengalaman yang pernah dilakukan orang hebat. Dari membaca cerita sedih sampai orang hebat meraih kesuksesan. Pengalaman yang ditempuh orang hebat ternyata sangat panjang dan berliku. Untuk menyimak ide dan semangat dari orang hebat itu, rasanya juga terbawa menjadi optimis. Semakin sering dijejali dengan ide-ide hebat dan dipelihara terus keoptimisan diri, kualitas karakter akan terus terasah. Keuntungan berkumpul dengan orang hebat, baik saat sekolah, kuliah maupun ketika bekerja akan memberi energi positif yang mengelilingi kita. Karena di tempat menimba ilmu, ada transformasi ilmu dan energi kebaikan.

(Baca Juga : Pentingnya Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalimantan Tengah)

Makna berkumpul dapat dijadikan proses interaksi untuk memberi efek saling mempengaruhi satu dengan yang lain. Hal ini akan membawa pengaruh positif bagi perkembangan kepribadian kita. Harapan berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang kita akan tertular energi positif yang berpengaruh terhadap kualitas hidup. Keterampilan mendengarkan dan belajar memahami orang lain dapat dijadikan awal menjadi orang hebat. Karena orang hebat memulai kariernya sebagai pendengar yang baik sebelum belajar keterampilan berbicara. Orang hebat akan senantiasa membuka telinga untuk mendengarkan berbagai hal yang positif. Selain itu, orang hebat dapat menerima perubahan, menghargai perbedaan, dan terbuka untuk kemajuan. Di samping itu, orang hebat terampil untuk belajar dan mengumpulkan informasi ketika berkomunikasi. Dengan demikian, orang hebat dapat memberikan ide dan menginspirasi tindakan untuk berdiskusi dan berbicara dengan pikiran terbuka.

Sudut pandang positif orang hebat dalam hal membiasakan diri untuk menerima tantangan baru. Artinya, orang hebat akan berani menghadapi rintangan dalam hidup untuk mencapai impian. Kesanggupan yang luar biasa dimiliki orang hebat karena setiap tindakan ingin membahagiakan diri, bukan untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain. Dengan kata lain, orang hebat akan mendengarkan hal yang perlu didengar, selanjutnya membicarakan hal yang harus diketahui orang lain. Jika kritik yang datang pada orang hebat, justru akan membangun pribadi yang lebih baik. Kritik yang disampaikan tujuannya bukan untuk mengubah pikiran orang hebat, melainkan untuk memahami hal yang ada dalam pikiran orang lain.

Pemikiran mandiri menjadi daya tarik terbesar orang hebat. Orang hebat akan menyampaikan pesan untuk meninggalkan kesan yang positif. Cara mengatur ruang untuk membangun kepercayaan menjadi kunci interaksi orang hebat. Berkumpul dengan orang hebat dapat digunakan sebagai cara belajar tercepat. Kemampuan untuk memahami hal yang dikatakan, disaksikan, dan didengarkan. Belajar untuk memperhatikan cara orang hebat bekerja, mempelajari cara berpikir, dan cara mengambil keputusan dalam menghadapi persoalan. Orang hebat lebih tahan terhadap tantangan hidup dan penilaian dari orang lain. (syatkmf)

Gusti Mahfuz

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Mari Jaga Lingkungan Kita.
Kalteng Bicara Baik.

Facebook