Tiga Orang Narapidana Lapas Sampit Jalani Program Asimilasi Rumah dan 1 Orang Narapidana Jalani Pembebasan Bersyarat

Kontribusi dari Humas Kemenkumham Kalteng, 16 Maret 2021 15:49, Dibaca 302 kali.


MMCKalteng - Kotawaringin Timur - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sampit kembali mengeluarkan 4 (empat) orang narapidana a.n. Ridoni bin Sutris dkk yang memenuhi persyaratan untuk menjalani program asimilasi rumah dan pembebasan bersyarat, Selasa (16/3/2021). Kepala Seksi Bimbingan Narapidana Anak didik dan Kegiatan Kerja, Suhaimi menyampaikan keterangannya bahwa dasar dari pengeluaran 4 (empat) orang narapidana ini adalah Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 32 Tahun 2020 Tentang syarat dan tata cara pemberian asimilasi, Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Menjelang Bebas (CMB), dan Cuti Bersyarat (CB) bagi Narapidana dan anak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 di dalam Lapas/Rutan.

"Lapas Sampit telah mengeluarkan 99 orang narapidana untuk menjalani program asimilasi rumah, 4 orang narapidana menjalani program CB, 1 orang narapidana menjalani program PB. Hari ini kami mengeluarkan 3 orang narapidana untuk menjalani asimilasi rumah dan 1 orang narapidana menjalani program pembebasan bersyarat, sehingga sampai hari ini jumlah narapidana yang menjalani program Permenkumham No.32 Tahun 2020 di Lapas Sampit sebanyak 108 orang narapidana dan di kemudian hari masih akan ada penambahan lagi," tambah Suhaimi

(Baca Juga : Sambangi Kanwil Kemenag, Pemprov Kalteng Sampaikan Terima Kasih)

Sebelum dilakukan pengeluaran narapidana yang menjalani program asilimilasi rumah ini, juga telah dilakukan pula pemberian pengarahan oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas Kelas II Sampit dan Kepala Sub Seksi Registrasi dan Bimkemas Lapas Sampit kepada para narapidana serta keluarga penjamin para narapidana yang menjalani program asimilasi rumah. Pada waktu yang bersamaan, PK Bapas Sampit memberikan arahannya kepada narapidana tentang aturan yang harus ditaati selama para narapidana menjalani program asimilasi rumah serta sanksi kepada para narapidana asimilasi rumah apabila ada yang melanggar aturan tersebut.


Selanjutnya, Reza Febriansyah selaku Kasubsi Registrasi dan Bimkemas berkesempatan menyampaikan arahannya, "Asimilasi rumah ini merupakan bentuk menjalani pidana di rumah dan dilaksanakan dalam rangka pencegahan penyebaran virus covid-19 di Rutan/Lapas, jadi tolong ikuti aturan yang berlaku serta tetap lakukan protokol kesehatan dan meminta kepada pihak keluarga ikut memberikan bimbingan maupun arahan kepada para narapidana agar dapat menjalani program ini dengan baik," pungkas Reza Febriansyah.

Salah seorang narapidana bernama Ridoni mengucapkan terima kasih kepada Kalapas Sampit yang telah memberikan program asimilasi rumah serta mengungkapkan rasa senangnya atas diberikannya kesempatan untuk mengikuti program ini. "Layanan di Lapas Sampit sangat baik, transparan, terbukti kami sangat mudah untuk berkonsultasi, dan layanan ini tidak dipungut biaya apapun," ucapnya.


Kalapas Kelas IIB Sampit, Agung Supriyanto memberikan apresiasi kepada seluruh pegawai atas kinerjanya dengan baik. "Terus cermati aturan dengan seksama, tetap teliti dalam prosesnya, lakukan konsultasi koordinasi, kolaborasi dengan baik, berikan layanan yang terbaik kepada narapidana/keluarganya dan tetap menjaga martabat Petugas Pemasyarakataan dengan tidak melakukan pungutan apapun dari pelaksanaan program ini karena sudah saya sampaikan bahwa semua layanan di Lapas Sampit TIDAK DIPUNGUT BIAYA," tutupnya. (Red-dok, Humas Kalteng, Maret 2021).

Humas Kemenkumham Kalteng

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook