Pembukaan Pelatihan Vaksinator Gel V Angkatan IX dan X Provinsi Kalimantan Tengah

Kontribusi dari Dinkes Prov.Kalteng, 22 Februari 2021 10:30, Dibaca 60 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Sehubungan dengan peningkatan kasus corona virus disease (COVID-19), Kementerian Kesehatan telah menetapkan COVID-19 sebagai penyakit yang dapat menimbulkan wabah, bahkan World Health Organization (WHO) telah menyatakan COVID-19 sebagai pandemi. Sejak pemerintah mengumumkan kasus konfirmasi pertama COVID-19 di Indonesia pada awal Maret 2020 lalu, Pemerintah telah menetapkan pandemi COVID-19 sebagai bencana non–alam. Dalam rentang waktu satu bulan, seluruh Provinsi telah melaporkan kasus konfirmasi. Penambahan dan penyebaran kasus COVID-19 secara global berlangsung cukup cepat, tidak hanya terjadi di Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan kota padat penduduk lainnya, namun telah menyebar hingga ke pedesaan di daerah terpencil.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Prov. Kalteng) dr. Suyuti Syamsul, MPPM mengatakan, dalam rangka melakukan langkah-langkah pemutusan rantai penularan COVID-19 secara cepat, tepat, fokus, terpadu, dan sinergis antar kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, dilaksanakan sosialisasi terkait pencegahan, promotif dan penatalaksanaan COVID-19 melalui penerapan protokol kesehatan penanganan COVID-19 yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak minimal 1 – 2 meter yang telah dilakukan secara masif. Sementara itu, tingkat kerentanan masyarakat semakin meningkat disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan, sehingga tanpa intervensi kesehatan masyarakat yang cepat dan tepat.

(Baca Juga : Pembinaan dan Penyuluhan Bagi Pengemudi Kepala OPD Lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah )


Diperkirakan sebanyak 2,5 juta kasus COVID-19 akan memerlukan perawatan di rumah sakit di Indonesia dengan angka kematian yang diperkirakan mencapai 10% kematian. Pada situasi ini, jutaan masyarakat sangat rentan tertular COVID-19. Oleh karena itu, perlu segera dilakukan intervensi tidak hanya dari sisi penerapan protokol kesehatan, namun juga diperlukan intervensi lain yang efektif untuk memutus mata rantai penularan, yaitu melalui upaya Vaksinasi.

Vaksinasi COVID-19 bertujuan untuk mengurangi transmisi/penularan COVID-19, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19, mencapai kekebalan kelompok di masyarakat (herd immunity) dan melindungi masyarakat dari COVID-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi. Kekebalan kelompok hanya dapat terbentuk apabila cakupan vaksinasi tinggi dan merata di seluruh wilayah. Pelayanan imunisasi COVID-19 dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yaitu dengan menerapkan upaya Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) dan menjaga jarak aman 1 – 2 meter sesuai dengan petunjuk teknis pelayanan imunisasi pada masa pandemi COVID-19.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 84 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19, maka dilaksanakan Pelatihan Vaksinator Covid-19 yang bertujuan agar tenaga kesehatan (dokter, bidan dan perawat) mampu melakukan tata laksana pelayanan vaksinasi COVID-19 di fasilitas pelayanan kesehatan wilayah kerjanya masing-masing, baik tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota, secara Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat dalam mencapai sasaran target cakupan vaksinasi COVID-19 yang lengkap sesuai dengan yang dianjurkan tersebut. Pelatihan vaksinator Covid-19 diselenggarakan di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Prov. Kalteng dan bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Jakarta. Bapelkes Prov. Kalteng sebagai tempat penyelenggaraan pelatihan yang telah terakreditasi paripurna pada tahun 2019, menerapkan ketentuan pedoman yang telah ditetapkan yakni :

- Kurikulum dan modul pelatihan yang terakreditasi

- Quality Control pada setiap alur proses penyelenggaraan pelatihan

- Fasilitator dan Narasumber pelatihan yang telah mengikuti TOT dan memiliki sertifikat sesuai kualifikasinya

- Evaluasi pelatihan yang dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan

- Sertifikat pelatihan yang dikeluarkan melalui penomoran dan diterbitkan oleh BPPSDMK Kemenkes RI.

"Pelatihan ini dilaksanakan secara full online (daring), oleh karena itu diperlukan persiapan yang baik agar pelaksanaan kegiatan berjalan lancar," ucap dr. Suyuti, Senin (22/2/2021).

"Saya memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah sebagai penyelenggara, fasilitator dan narasumber untuk melaksanakan pelatihan ini semaksimal mungkin, sesuai dengan outcome yang sudah diharapkan," tutupnya. (PPID Dinkes/Foto:Bapelkes Prov.Kalteng)

Dinkes Prov.Kalteng

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Mari Jaga Lingkungan Kita.
Kalteng Bicara Baik.

Facebook