Rapid Test Antibodi Massal di Rutan Kuala Kapuas

Kontribusi dari Humas Kemenkumham Kalteng, 16 Februari 2021 09:23, Dibaca 212 kali.


MMCKalteng - Kapuas – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kuala Kapuas lakukan rapid test antibodi massal. Sebelumnya Rutan Kuala Kapuas berkoordinasi langsung dengan Dinas Kesehatan Kab. Kapuas dan Puskesmas Melati untuk memeriksa seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan petugas Rutan. Kegiatan ini digelar di Aula Rutan Kuala kapuas dan didampingi langsung oleh Kepala Rutan Kuala Kapuas, Toni Aji Priyanto, Senin (15/2/2021).

Eka Pristalita mengatakan bahwa Rapid Test Anti Bodi ini dilakukan sebagai tindakan screening awal dan jika hasilnya reaktif maka akan dilakukan Swab PCR untuk memastikan apakah positif Covid-19 atau tidak. “Rapid test antibodi ini merupakan screening awal penyebaran virus covid-19 di Rutan Kuala Kapuas, hasil ini bukan menjadi diagnosa, jika ada pegawai Rutan atau WBP yang hasil rapidnya reaktif maka itu belum tentu dikatakan positif covid-19, tentu akan dilakukan pemeriksaan Swab PCR terjadwal lebih lanjut,” ucap Eka.

(Baca Juga : Kunjungan Kerja Anggota Komisi III DPR RI ke LPKA Palangka Raya)


Total pemeriksaan rapid test sebanyak 257 orang yang terdiri dari 227 warga binaan, 27 petugas Rutan dan 3 orang rekanan kerja. Dari 257 orang, ada 5 orang petugas dan 11 orang warga binaan yang dinyatakan reaktif.

“Bagi petugas Rutan yang dinyatakan reaktif kami memberlakukan Work From Home (WFH) sekaligus isolasi mandiri selama 14 hari hingga hasil Swab PCR keluar dan dinyatakan negatif. Dihimbau untuk tetap mengisi absensi secara online dan mengisi jurnal harian setiap harinya serta mengerjakan tugas-tugasnya dari rumah, serta rutin meminum vitamin dan berolahraga agar daya tahan tubuh semakin meningkat,” tutur Toni saat ditemui di Aula Rutan usai pengambilan sample Rapid Test.


Perlu diketahui bahwa kegiatan Rapid Test di Rutan Kuala Kapuas sendiri telah tiga kali dilakukan bagi petugas Rutan, sedangkan untuk warga binaan rutin dilakukan setiap bulan diutamakan bagi yang memiliki gejala awal virus covid-19 seperti demam, batuk dan pilek. Dibandingkan dari hasil-hasil sebelumnya tercatat bahwa hasil kali ini termasuk tinggi jumlah yang terkonfirmasi dengan hasil reaktif. Tindakan selanjutnya bagi WBP akan dipisahkan selnya dengan dimasukkan ke dalam sel isolasi dan bagi petugas yang reaktif akan diberlakukan WFH, dan secepatnya akan dilakukan Swab PCR. (Red-dok, Humas Kalteng, Februari 2021).

Humas Kemenkumham Kalteng

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook