Anjungan Kalteng Di TMII Sebagai Gerbang Etalasenya Kalteng

Kontribusi dari Sekretariat DPRD Provinsi Kalteng, 27 Juli 2018 09:14, Dibaca 703 kali.


MMCKalteng -Anjungan Kalteng di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, tidak hanya sekadar pajangan ataupun “formalitas” di kawasan tersebut. Anjungan ini dianggap sebagai jati diri ataupun gerbang serta etalasenya Kalteng bagi masyarakat luar. Jadi apa yang digambarkan di anjungan itu, jelas akan berdampak bagi persepsi publik di seluruh Indonesia. Terkait itu jajaran DPRD Provinsi belum lama ini, sudah meninjau sarana itu. Bagaimana hasilnya?

TMII sendiri menjadi salah satu sarana informasi bagi seluruh masyarakat Indonesia, yang ingin mengetahui kebudayaan ataupun hal lainnya terkait berbagai provinsi. Anjungan Kalteng menjadi salah satu destinasi para wisatawan, yang berkunjung ke wilayah itu. Sekilas dilihat, terlihat ciri khas Kalteng yang kuat ketika memasuki area tersebut.

(Baca Juga : Dampak Negatif Pungli di Lingkup Pendidikan)

Di depan sudah menanti rumah Betang yang cukup besar, dengan ornamen-ornamen kedaerahan sebagai identitas masyarakat adat Dayak di Kalteng. Lalu di dalam Betang itu sendiri, disuguhkan berbagai informasi terkait kebudayaan, pariwisata, infrastruktur, dan sebagainya dari seluruh kabupaten yang ada.

Sayangnya informasi yang diberikan masih bersifat manual, dan tentunya juga harus memerlukan guide (kalau ingin lebih jelas). Terlihat jelas berbagai barang-barang antik, baju khas kedaerah masing-masing kabupaten, dan juga item-item yang merujuk pada karakter masyarakat setempat.

Namun yang menjadi perhatian atap dari Betang tersebut. Terlihat beberapa diantaranya berlubang bahkan mesti mendapat penanganan yang cepat. Salah seorang staf anjungan menceritakan, kalau hujan otomatis lantai dan alasnya terkena dampak negatifnya. Apalagi umur dari konstruksi bangunan itu, sudah cukup tua dan lama sekali.

Persoalan lainnya ketika hujan turun melalui celah-celah atap berlubang itu, air rembesannya secara langsung mengenai alas yang ada di bangunan tersebut. Terlihat lampit (alas atau tikar yang terbuat dari bahan dasar rotan), sudah banyak yang lapuk bahkan robek.

Terkadang, ucapnya, sesekali dirinya melipat dan “mengamankan” alas di suatu ruangan, karena terkena rembesan air hujan yang cukup parah.

Menindaklanjuti itu Anggota Komisi C Duwel Rawing menilai, hal semacam ini perlu segera mendapat pembenahan. Mantan Bupati Katingan dua periode itu, masuk di ruangan-ruangan informasi kabupaten. “Yang diperlukan adalah update atau pembaharuan informasi dari kabupaten. Tidak hanya soal infrastruktur atau lainnya saja, namun juga pariwisata, pendidikan, kebudayaan, dan sebagainya,” ujarnya. Dirinya berharap masing-masing kabupaten, bisa ikut serta dalam memaksimalkan serta memperbaharui ruangan-ruangan itu.

Pasalnya informasi yang terpampang di ruangan itu, sebagian sudah ketinggalan zaman. Apalagi saat ini kondisi wilayah infrastruktur yang berubah, bahkan munculnya destinasi wisata baru, juga harus menjadi perhatian.

Selain itu Wakil Ketua Komisi C Reza Fahrony yang ikut dalam kunjungan itu berharap, agar ada modernisasi terkait sarana informasi. Salah satunya penyampaian info Kalteng ataupun kabupaten-kabupaten yang ada, melalui sarana data berbasis digital.

“Jadi orang kalau ingin mengetahui secara detail apa saja, tidak harus manual lagi ataupun bertanya lagi. Kalau menggunakan data berbasis digital, kan tinggal sentuh saja dan cari serta muncul dengan konsep yang canggih,” ujar wakil rakyat dari Dapil IV yang meliputi Barsel, Bartim, Barut, dan Murung Raya tersebut.

Sekretariat DPRD Provinsi Kalteng

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Kalteng Bicara Baik.
Mari Jaga Lingkungan Kita.

Facebook