Dewan Berharap Perpustakaan Kalteng Terapkan Basis Teknologi

Kontribusi dari Sekretariat DPRD Provinsi Kalteng, 27 April 2018 07:09, Dibaca 396 kali.


PALANGKA RAYA-Anggota Komisi C DPRD Provinsi Kalteng yang membidangi pendidikan, kesehatan, Budaya dan Kepariwisataan Duwel Rawing menilai, sudah saatnya Kalteng memikirkan atau memulai pelayanan perpustakaan yang berbasis teknologi.

Pasalnya, Kalteng akan jauh tertinggal dari daerah lain yang sudah menerapkan layanan perpustakaan berbasis teknologi di antaranya DKI Jakarta, Sumatra Barat dan beberapa wilayah lainnya di Indonesia.

(Baca Juga : PT AUS Dinilai Coba Hilangkan Jejak Kesalahan)

“Perpustakaan yang masih tradisional harus menyesuaikan diri termasuk perpustakan di Kalteng, sebab kalau tidak maka akan ditinggalkan masyarakat. Saat ini orang suka mencari informasi maupun data dengan cara yang praktis dan mudah,” kata Duwel saat dibincangi wartawan, di gedung Dewan, Kamis (26/4).

Wakil Rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng I, meliputi Kabupaten Katingan, Gunung Mas dan Kota Palangka Raya ini juga mengungkapkan, di Perpustakaan Nasional di Jakarta semua sudah berbasis teknologi dalam mencari buku-buku, serta ditunjang sumber daya manusia (SDM) dan peralatan perpustakaan yang sudah memadai dan masyarakat juga sudah bisa mengakses perpusataan dari rumah dengan teknologi yang ada.

“Di Jakarta untuk cetak kartu anggota perpustakaan bisa ditunggu. Demikian juga Sumatra Barat sampai perpustakaan di desa-desa juga sudah berbasis teknologi semua serta fasilitas perpustakaan harus mengikuti perkembangan teknologi. SDM dan peralatan harus di tingkatkan dan minat baca, minat mengarang, membuat buku/hak cipta masyarakat juga harus didorong. Desa-desa harus ada perpustaakan, kalau belum bisa sistem teknologi tentunya masih bisa secara manual,” katanya.

Politisi dari PDI Perjuangan ini juga menegaskan, perpustakaan berbasis teknologi adalah kebutuhan kedepan dan itu suka atau tidak suka harus dilakukan kalau tidak ingin ketinggalan zaman bahkan Perpustakaan Nasional juga mendorong setiap daerah untuk menulis buku tentang budaya daerah termasuk Budaya Dayak.

“Instansi terkait harus bisa memikiran hal ini agar nantinya masyarakat tidak harus datang langsung ke perpustakaan namun sudah bisa mengakses langsung ke perpustakaan dari rumah masing-masing bahkan Perpustakaan Nasional mendorong orang untuk membuat buku dan adanya hak cipta agar punya penghasiln dari situ. Kita pernah membuat desain Batik Katingan dan ada hak cipta selama lima tahun. Namun sayang hak cipta kita di Kalteng masih banyak yang belum di patenkan, sehingga orang luar bisa ambil,” tegasnya.

Selain itu, sambung Duwel, apabila ingin memajukan daerah, salah satunya adalah melalui pelayanan perpustakaan disamping bidang pendidikan dan kesehatan. Sebab dengan adanya perpustakaan, maka orang akan lebih mudah mendapatkan data dan infomasi yang di butuhkan, baik data/infomasi terbaru hingga infomasi/data dalam beberapa dekade sebelumnnya.

Sekretariat DPRD Provinsi Kalteng

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Mari Jaga Lingkungan Kita.
Kalteng Bicara Baik.

Facebook