Arus Masuk Orang Dari Luar Daerah ke Kalteng Dibatasi

Kontribusi dari Widia Natalia, 01 April 2020 17:01, Dibaca 672 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov. Kalteng), resmi memberlakukan pembatasan arus masuk orang dari luar daerah ke wilayah Prov. Kalteng, Rabu (01/04/2020).

Pembatasan ini berlaku sejak ditetapkannya Keputusan Gubernur nomor 188.44/94/2020 tanggal 31 Maret 2020 tentang Pembatasan Arus Masuk Orang Yang Datang Dari Luar Wilayah Prov. Kalteng. Pertimbangan ditetapkan surat Keputusan tersebut yakni berdasarkan Keputusan Gubernur Kalteng nomor 188.44/89/2020 tanggal 20 Maret 2020, telah ditetapkannya Status Tanggap Darurat Bencana Pandemi Covid-19 di wilayah Prov. Kalteng Tahun 2020.

(Baca Juga : Ayo, Vote 17 Inisiatif Unggulan TIK Indonesia pada Anugerah WSIS (WSIS Prizes) 2018 dari PBB)

Selain itu, pertimbangan lain adalah berdasarkan data pasien yang dinyatakan positif Covid-19 sampai saat ini, seluruhnya memiliki riwayat perjalanan dari luar wilayah Kalteng sebelum dinyatakan tertular Covid-19.

Sebagaimana bunyi yang tertulis didalam surat keputusan pada Diktum kesatu ialah Pembatasan Arus Masuk Orang Yang Datang Dari Luar Wilayah Prov. Kalteng. Pembatasan arus masuk orang sebagaimana yang dimaksud pada diktum kesatu dilakukan dengan cara pencegahan terhadap arus masuk orang yang datang melalui darat, laut, sungai dan udara berupa mitigasi, deteksi dan sosial edukasi.

Adapun pada diktum kedua tertulis penanganan terhadap arus masuk orang yang datang melalui darat, laut, sungai dan udara berupa isolasi, karantina dan tindakan medis. Tindakan pencegahan dan penanganan sebagaimana dimaksud pada diktum kedua dilaksanakan berdasarkan protokol kesehatan penanganan Covid-19 dan Peraturan Perundang-undangan.

"Keputusan Gubernur ini berlaku 14 (empat belas) hari sejak tanggal ditetapkan dan dapat ditinjau kembali setelah dievaluasi", sebagaimana yang tertulis di dalam surat Keputusan Gubernur pada diktum kelima.

Sebelumnya, pada tanggal 30 Maret 2020, Gubernur H. Sugianto Sabran sudah mengusulkan kepada Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan laut agar dilakukan penutupan sementara pada Simpul Transportasi yakni pembatasan atau larangan sementara pada penerbangan di Bandar Udara (Bandara) Tjilik Riwut Kota Palangka Raya dan Pelabuhan laut di wilayah Kalteng.

Di dalam surat usulan tersebut tertulis,  pembatasan atau larangan sementara hanya diberlakukan untuk pengangkutan penumpang.(WDY/Foto:Asep)

Widia Natalia

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook