Tekan Angka Stunting, Gubernur Sugianto Alokasikan Dana DAK Senilai 1 Milyar Untuk Penambahan Gizi Anak

Kontribusi dari Ari Purna Prahara, 22 Oktober 2019 21:10, Dibaca 394 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Kalimantan Tengah (Kalteng) menyandang perangkat ke-5 stunting nasional. Sebuah predikat yang dianggap menjadi salah satu Pekerjaan Rumah bagi pemerintah setempat.

Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran sadar betul bahwa stunting merupakan salah satu isu yang tidak boleh dianggap sepele. Melalui dinas terkait yakni Dinas Kesehatan Prov. Kalteng, Sugianto meminta agar stunting ini ditekan.

(Baca Juga : Gubernur Kalteng Dampingi Menkopolhukam, Menteri LHK, Panglima TNI, Kapolri Lakukan Peninjauan Karhutla di Jalan Ir. Soekarno)

Kepala Dinas Kesehatan Kalteng dr. Suyuti Syamsul menuturkan bahwa Pemerintah Kalteng saat ini menyikapi serius isu stunting tersebut. Arahan Gubernur Kalteng, Dinas Kesehatan harus menjalin sinergi ke seluruh penjuru arah dalam pengentasan stunting ini. Suyuti menuturkan, bahwa stunting merupakan penyakit yang dapat dicegah dan diantisipasi sejak dini.


Deteksi dini stunting, kata Suyuti dapat mencegah stunting terjangkit pada anak. Peluang mencegahnya pun disebutkan Suyuti hanya berjangka dua tahun sejak anak lahir. Jika tidak dapat dicegah, dikhawatirkan adalah penurunan kecerdasan sang anak ketika beranjak dewasa.

“Faktornya ada empat yakni ketersediaan pangan, sering sakit, kurang asupan gizi saat dalam kandungan dan tinggi badan. Kita harus bisa mengintervensi stunting ini sebelum anak usia dua tahun,” ungkap Suyuti, Selasa (22/10/2019).

Pemerintah Kalteng pun fokus dalam memberikan gizi tambahan bagi anak. Pasalnya, asupan gizi merupakan salah satu faktor penting dalam penentuan kesehatan anak. Dana DAK senilai Rp 1 Miliar pun dialokasikan untuk penambahan gizi bagi anak. Mekanismenya, setiap kabupaten melaporkan adanya indikasi anak stunting.

Hingga nantinya, Suyuti menjabarkan tambahan gizi itu didistribusikan ke jejaring yang ada dalam kota atau kabupaten bersangkutan. Deteksi dini ini dinilainya merupakan langkah aktif Pemprov Kalteng menjemput bola penanganan stunting.


“Sejauh ini target kita adalah menurunkan persentase stunting di beberapa kabupaten. Lima kabupaten yang memiliki angka stunting terbesar yakni Kotawaringin Timur, Barito Timur, Barito Selatan, Gunung Mas, dan Kapuas. Lima kabupaten ini ditarget harus kurang dari 20 persen tingkat stuntingnya,” imbuhnya.

Selain itu, Suyuti menuturkan ada beberapa kabupaten yang mencapai 20 persen tingkat stuntingnya. Kabupaten itu antara lain Sukamara, Kotawaringin Barat, dan Seruyan. Dinas Kesehatan pun berupaya agar angka stunting di tiga kabupaten ini tidak meninggi.

Ari Purna Prahara

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook