Percepat Pertumbuhan Ekonomi Serta Konektivitas, Gubernur Sugianto Kebut Pembangunan Infrastruktur di Kalteng

Kontribusi dari Ari Purna Prahara, 18 Oktober 2019 07:28, Dibaca 712 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Tekad Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Sugianto Sabran menjadikan Kalteng maju, mandiri dan adil untuk kesejahteraan segenap masyarakat menuju Kalteng Bermartabat, Elok, Religius, Kuat, Amanah dan Harmonis (BERKAH) diwujudkan diantaranya dengan pemantapan tata ruang wilayah provinsi, pengelolaan infrastruktur, serta pengelolaan sumber daya air, pesisir, dan pantai.

Dengan luas wilayah 155.148,11 Km² dan jumlah pendudukan 2.550.192 jiwa, kebutuhan akan prasarana transportasi di Provinsi Kalimantan Tengah (Prov. Kalteng) khususnya jalan darat, merupakan kebutuhan yang penting di dalam rangka menunjang pembangunan wilayah sekaligus untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

(Baca Juga : Gubernur Kalteng Tinjau Pelaksanaan Rapid Test Massal di Desa Bentuk Jaya A5 Kab. Kapuas)

Baru-baru ini Gubernur beserta jajarannya melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke empat kabupaten sekaligus, diantaranya Kabupaten Kotawaringin Barat, Sukamara, Lamandau dan Seruyan. Kunker ini dalam rangka peninjauan infrastruktur di wilayah barat untuk memastikan kemantapan jalan dan jembatan.

Orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai ini langsung menginstruksikan jajarannya untuk melakukan kajian sekaligus memetakan jalan, jembatan, serta konektivitas antar masing-masing wilayah. Hal tersebut bertujuan agar akses jalan bagi masyarakat mudah dilalui, serta mendorong pengembangan perekonomian di daerah tersebut.

“Kalau dari kondisi yang ada, memang belum maksimal untuk sekarang ini. Makanya saya beserta jajaran terkait meninjaunya guna melakukan kajian dan pemetaan agar konektivitas yang kami maksud benar-benar terealisasi,” kata Sugianto Sabran, Senin (7/10/2019) saat peninjauan di Desa Rantau Pulut, Seruyan.

Gubernur menyadari kemantapan infrastruktur jalan dan jembatan sangat dibutuhkan masyarakat, terutama untuk mendukung peningkatan perekonomian. Maka dari itu, hasil Kunker ini nantinya akan dibahas bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) guna menentukan rencana pembangunan ke depannya. Selain meninjau kondisi jalan, pihaknya juga melihat kondisi pendidikan, kesehatan, serta ekonomi masyarakat di pelosok.

“Pada tinjauan masing-masing kabupaten kami didampingi pemerintah daerah setempat. Jadi nanti dilihat apa saja yang diperlukan, apa saja yang perlu ditangani. Kita juga akan bicarakan dengan pemerintahnya, bagaimana ke depan,” tegasnya.

Saat melakukan peninjauan konektivitas di daerah Kotawaringin Lama (Kolam)-Sukamara pada hari Jumat (4/10/2019), pihaknya melihat 80 persen keterisolasian di Sukamara sudah mulai terbuka, harapannya tidak ada lagi jalan terisolasi di Sukamara ini.

“Jalan dari Pangkalan Bun ke Kolam dan akses ke Sukamara itu selama ini buntu, tetapi sudah kami aspal. Nantinya dari Sukamara ke Kuala Jelai saya meminta kepada Bupatinya harus tembus, Harapan kami dengan akses jalan kian terhubung antara satu daerah dengan lainnya bisa membawa banyak manfaat bagi daerah, khususnya Kabupaten Sukamara,” jelasnya.


Saat ini pembangunan infrastruktur jalan Pangkalan Bun-Kolam sudah mencapai 80 persen. Targetnya akan diresmikan pada Januari 2020 tambahnya. Gubernur menyampaikan pembangunan jalan penghubung berupa Jembatan Jelai yang akan melintasi Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalbar dan Kabupaten Sukamara, Provinsi Kalteng, ini akan dibangun Pemprov Kalbar mulai tahun depan.

Dengan demikian pembangunan infrastruktur penghubung nantinya diharapkan bisa membantu percepatan pertumbuhan ekonomi baru di Sukamara. Salah satunya adalah sektor pariwisata.

“Kami ingin pembangunan di Kalteng benar-benar bisa dilakukan secara merata, tidak hanya di perkotaan tapi juga menjangkau pelosok perdesaan. Jadi yang diperhatikan tidak hanya infrastruktur, namun juga masyarakatnya,” tuturnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Prov. Kalteng Shalahuddin menegaskan bahwa Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran selama tiga tahun terakhir ini banyak menyediakan anggaran untuk membantu mempercepat pembangunan infrastruktur, baik jalan maupun jembatan yang menjadi tanggungjawab pemerintah Kabupaten/Kota.

"Apabila gubernur hanya fokus menjaga dan memperbaiki dan membangun jalan yang menjadi tanggungjawab pemerintah provinsi, mungkin semuanya sudah tertangani. Tapi kan membangun Kalteng ini, harus bersama-sama," kata Shalahuddin saat press conference, Kamis (17/10/2019).

Selain memberikan perhatian terhadap pembangunan jalan dan jembatan yang menjadi tanggungjawab provinsi dan kabupaten/kota, Gubernur juga mengupayakan agar pemerintah pusat melakukan perbaikan terhadap jalan trans kalimantan. Sebab, sejumlah ruas jalan di Prov Kalteng ada yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.

Pihaknya mencontohkan jalan dari Bukit Rawi, Kabupaten Pulang Pisau, yang merupakan trans kalimantan poros selatan dan tanggungjawab pemerintah pusat. Namun berkat komunikasi dan perjuangan Gubernur Kalteng, jembatan layang di bukit rawi akhirnya mulai dibangun pemerintah pusat.

"Selama sembilan tahun provinsi ini berupaya memperjuangkan agar jembatan layang dibangun di sekitar bukit rawi itu, tapi kan baru terealisasi pada tahun 2019. Itu lah bukti bahwa Gubernur Sugianto terus berupaya keras membangun dan memajukan provinsi ini," jelasnya.

Sementara mengenai proyek multiyear mayoritas pembangunanya baru dimulai ada sebanyak 22 proyek yang telah tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Kalteng.Mulai dikerjakan pada tahun 2018 dan dipastikan akhir tahun 2019 semua selesai pengerjaannya, jelas Shalahudin.


"Salah satu proyek multiyears itu jalan layang Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama karena jalan layang tersebut sangat dibutuhkan masyarakat, Sebab jalan layang itu akan membuat masyarakat dari Kabupaten Sukamara ke Pangkalan Bun, atau sebaliknya, menjadi lebih cepat dibandingkan sebelumnya sehingga mempercepat dan memudahkan akses masyarakat," pungkasnya.

Dalam rangka pengembangan transportasi di Prov. Kalteng diperlukan pembangunan atau peningkatan jalan dan jembatan yang mempunyai nilai strategis, dimana jalan dan jembatan tersebut menghubungkan daerah pertanian, perkebunan, perdagangan, dan perumahan.

Tujuan pembangunan atau peningkatan jalan dan jembatan strategis antara lain untuk membuka keterisolasian wilayah, dalam rangka pengembangan sistem transportasi, pengembangan struktur ruang, serta pemerataan pengembangan penduduk. Kemudian untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Lebih lanjut untuk konektivitas jalan-jalan nasional, provinsi dan kabupaten. Kemudian mengoptimalkan pemanfaatan jalan-jalan dan kabupaten yang telah ada untuk menunjang perdagangan, perkebunan, dan pertanian demi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat untuk mencapai Kalteng Berkah.

Optimalisasi pemanfaatan lahan yang ada disekitar jalan dan jembatan strategis yaitu dengan ditingkatkannya kemudahan hubungan ataupun aksesibilitas daerah. Meningkatkan daya saing komoditi hasil perdagangan, perkebunan dan pertanian daerah di pusat-pusat pemasaran utama, yaitu dengan ditekannya biaya transport dari daerah produksi ke daerah pemasaran, serta menciptakan lapangan kerja baru untuk masyarakat Kalteng.

Prioritas infrastruktur yang dikelola meliputi pembangunan atau peningkatan atau pemeliharaan jalan dan jembatan, perencanaan tata ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang, kemudian pengelolaan air minum, kawasan kumuh, sanitasi layak, fasilitas sosial dan rumah ibadah, serta pengembangan atau pengelolaan jaringan irigasi, rawa, air baku, sungai, danau, pengendalian banjir dan pengaman pantai. (ARP/Foto:MMC)

 

Ari Purna Prahara

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Kalteng Bicara Baik.
Mari Jaga Lingkungan Kita.

Facebook