Tabligh Akbar Habib Umar Bin Hafidz Dihadiri Puluhan Ribu Masyarakat

Kontribusi dari Ari Purna Prahara, 29 September 2019 00:41, Dibaca 1,938 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Tabligh Akbar Guru Mulia Al-Habib Umar Bin Hafidz dihadiri puluhan ribu masyarakat yang memadatai lapangan Sanaman Mantikei, Kota Palangka Raya, Sabtu (28/9/2019).

Tabligh Akbar ini merupakan puncak acara safari dakwah Habib Umar di Bumi Tambun Bungai, Provinsi Kalimantan Tengah (Prov. Kalteng). Turut hadir Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran, Wakil Gubernur Kalteng Habib Ismail Bin Yahya selaku Ketua panitia acara, Sekretaris Daerah Kalteng Fahrizal Fitri, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, serta para tamu undangan lainnya.

(Baca Juga : Gubernur Kalteng Salurkan Bantuan ke Desa Dadahup)

Rangkaian safari dakwah Habib Umar dimulai dengan Multaqo Ulama ke-4 se Kalimantan yang digelar di M. Bahalap Hotel. Usai menghadiri Multaqo Ulama, Habib Umar beserta rombongan melakukan pertemuan dan silaturahim dengan Pemerintah dan Tokoh masyarakat lintas agama di Kalteng yang digelar di Swiss-Bell Danum Hotel. Kemudian dilanjutkan dengan Tabligh Akbar dan diakhiri dengan Sholat Subuh berjamaah yang rencananya akan dilakukan di Masjid Raya Darussalam.


Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz yang dilahirkan pada hari Senin, 27 Mei 1963 M, adalah seorang ulama dunia era modern. al-Habib ‘Umar kini tinggal di Tarim, Yaman di mana dia mengawasi perkembangan di Dar-al Musthafa dan berbagai sekolah lain yang telah dibangun di bawah manajemennya.

Dia masih memegang peran aktif dalam dakwah agama Islam, sedemikian aktifnya sehingga dia meluangkan hampir sepanjang tahunnya mengunjungi berbagai negara di seluruh dunia demi melakukan kegiatan-kegiatan mulianya itu.


Dia terlahir di Tarim, Hadramaut, salah satu kota tertua di Yaman yang menjadi sangat terkenal di seluruh dunia dengan berlimpahnya para ilmuwan dan para alim-ulama yang dihasilkan kota ini selama berabad-abad. Dia dibesarkan di dalam keluarga yang memiliki tradisi keilmuan Islam dan kejujuran moral dengan ayahnya yang adalah seorang pejuang martir yang terkenal, Sang Intelektual, Sang Da’i Besar, Muhammad bin Salim bin Hafiz bin Shaikh Abu Bakr bin Salim.

Ayahnya adalah salah seorang ulama intelektual Islam yang mengabdikan hidupnya demi penyebaran agama Islam dan pengajaran Hukum Suci serta aturan-aturan mulia dalam Islam. Ia secara tragis diculik oleh kelompok komunis dan diperkirakan telah meninggal. Demikian pula kedua kakek dia, al-Habib Salim bin Hafiz dan al-Habib Hafiz bin Abd-Allah yang merupakan para intelektual Islam yang sangat dihormati kaum ulama dan intelektual Muslim pada masanya. (ARP/Foto:RDN)

Ari Purna Prahara

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook