OPD di Lingkup Pemprov Kalteng Turun ke Jalan Lakukan Aksi Peduli Dampak Karhutla

Kontribusi dari Ari Purna Prahara, 17 September 2019 13:33, Dibaca 346 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov. Kalteng) turun langsung ke jalan untuk melakukan aksi peduli dampak dari bencana kabut asap atau Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Bumi Tambun Bungai.

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Prov. Kalteng yang dipimpin langsung oleh Kepala Disperkimtan Prov. Kalteng Ir. Leonard S. Ampung, MM., MT lakukan pembagian 3000 lebih masker kepada masyarakat di trafic light, Jalan Garuda, Kota Palangka Raya, Selasa (17/9/2019) pagi.

(Baca Juga : Sekda Kalteng Ikuti Rakor Virtual Lanjutan Terkait Food Estate )

"Aksi peduli dampak bencana kabut asap, Disperkimtan membagikan masker bagi masyarakat pengendara roda 2 dan 4, masker yang telah terbagi sejumlah 3000 lebih dalam waktu kurang lebih 45 menit. Semoga bermanfaat bagi masyarakat untuk mengurangi dampak dari kabut asap di Kota Palangka Raya," kata Leo.

Masih pada hari yang sama Dinas Kesehatan (Dinkes) Prov. Kalteng melalui Satuan Karya Bakti Husada (SBH) daerah Kalteng membagikan masker sebanyak 1.500 buah kepada masyarakat di sekitaran Lampu Merah, Jalan Imam Bonjol, Kota Palangka Raya.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Doris Sylvanus telah membuka layanan Rumah Oksigen kepada masyarakat Kalteng yang membutuhkan. Kabut asap berdampak pada masyarakat khususnya pada saluran pernapasan sehingga bisa berdampak infeksi saluran pernapasan dan sakit kepala karena kekurangan oksigen dan partikel-partikel debu akibat asap tersebut.


Salah satu upaya untuk meningkatkan kadar oksigen dalam darah dan mengurangi masalah orang dengan gangguan pernapasan, solusinya dengan pemberian oksigen sehingga RSUD dr. Doris Sylvanus melalui Rumah Oksigen di Instalasi Kesehatan Reproduksi, Gedung IKR baru Lantai 1, membuka Rumah Oksigen dengan 5 bed.

Direktur RSUD drg. Yayu Indriaty, Sp. KGA menerangkan, pada bulan agustus jumlah kasus Ispa dan Asma dan gangguan pernafasan lainnya (PPOK, Bronkhitis, Pneumonia) sebanyak 229 orang.

"Untuk bulan september sampai dengan tanggal 16 September 2019 pukul 14.30 WIB, jumlah kasus Ispa dan asma dan gangguan pernafasan lainnya sebanyak 210 orang, yang dilayani melalui IGD 124 orang dan dilayani di Rumah Oksigen sebanyak 100 orang dengan berbagai macam rentang usia," jelas Yayu, Senin (16/9).

Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Provinsi Kalimantan Tengah (Diskominfo Prov. Kalteng) melalui satuan tugas Siaran Keliling (Sikel) melakukan penyebaran informasi himbauan kepada masyarakat dan perusahaan agar tidak membakar hutan dan lahan.

Kepala Diskominfo Kalteng Ir. Herson B. Aden, M.Si menyampaikan bahwa penyebaran informasi dan himbauan dari Pemprov Kalteng kepada masyarakat dan perusahaan bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai dampak dan konsekuensi dari tindakan pembakaran hutan dan lahan.

"Dalam rangka penyebaran informasi dan himbauan dari Pemprov Kalteng melalui Diskominfo tentang larangan tidak membakar hutan dan lahan kepada masyarakat dan perusahaan, pelaku pembakar hutan dan lahan akan mendapat sanksi pidana Karhutla dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara dan denda 10 milyar, sesuai UU. No. 32 Tahun 2009," jelas Herson.


Untuk memenuhi salah satu Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) nya di bidang perlindungan anak, dalam kaitannya dengan upaya menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3APP-KB) Provinsi Kalimantan Tengah (Prov. Kalteng) mendatangi Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Palangka Raya.

Kunjungan ini untuk memastikan anak-anak binaan di LPKA ini terlindungi dari dampak kabut asap akibat Karhutla yang akhir-akhir ini melanda Kalimantan Tengah, Senin (16/9/2019).

Pemprov Kalteng juga telah melakukan sejumlah kebijakan diantaranya, pengaturan jam masuk kerja ASN dan Tenaga Kontrak di lingkungan Pemprov. Kalteng. Universitas Palangka Raya (UPR) juga mengeluarkan surat edaran terkait kondisi kabut asap yang sudah sangat membahayakan di Kota Palangka Raya sehingga kegiatan perkuliahan diliburkan/di non aktifkan sementara, mulai hari Senin, Selasa, dan Rabu tanggal 16,17 dan 18 September 2019. 

Antisipasi dampak buruk kabut asap terhadap kesehatan siswa, Pemprov Kalteng juga meliburkan para peserta didik mulai tanggal 16 September sampai dengan 21 September 2019. Menindaklanjuti Instruksi Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 188.5/741/BU tanggal 13 September 2019 tentang Pelaksanaan Proses Pembelajaran Satuan Pendidikan Jenjang TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK/SLB dan memperhatikan kondisi kabut asap di beberapa Wilayah Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Tengah, terutama kota Palangka Raya dan kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur sangat membahayakan kesehatan para peserta didik. (ARP/Foto:Asep)

Ari Purna Prahara

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Kalteng Bicara Baik.
Mari Jaga Lingkungan Kita.

Facebook