Pemprov Kalteng Ikuti Pelatihan Partisipasi Anak Dalam Perencanaan Pembangunan Tahun 2019 di Bali

Kontribusi dari Ari Purna Prahara, 14 September 2019 10:42, Dibaca 497 kali.


MMCKalteng - Bali - Dalam rangka mengoptimalkan partisipasi anak dalam proses perencanaan pembangunan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menggelar Pelatihan Partisipasi Anak Dalam Perencanaan Pembangunan Tahun 2019 II.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov. Kalteng) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APP-KB) Prov. Kalteng mengikuti kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 12-15 September di Hotel The Stones, Jl. Raya Pantai Kuta Banjar Legian Kelod Legian Bali, Bali.

(Baca Juga : Tahun 2016-2019, 11 Ribu Unit Rumah di Kalteng Peroleh Bantuan dari Program BSPS)

Indonesia telah meratifikasi Konvensi Hak Anak melalui Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1990 tentang Pengesahan Convention on the Rights of the Child (Konvensi tentang Hak-hak Anak).

Prinsip Konvensi Hak Anak (KHA) antara lain menyebutkan bahwa pemerintah harus memenuhi hak anak (to fulfill the rights of the child), melindungi hak anak dari tindak kekerasan (to protect children againts violation) dan menghargai pandangan anak (to respect the view of the child).

Kewajiban Negara dalam menghargai pandangan anak (Respect for the Views of the child), terdapat dalam pasal 12 Konvensi Hak Anak, yang merupakan embrio munculnya partisipasi anak.


Pasal ini tidak hanya mewajibkan negara untuk menjamin anak dapat mengekpresikan pandangannya secara bebas, tetapi juga wajib menjamin pandangan anak didengar dan dipertimbangkan secara serius.

Partisipasi Anak diartikan sebagai keterlibatan seseorang yang belum berusia 18 tahun dalam proses pengambilan keputusan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan dirinya dan dilaksanakan atas kesadaran, pemahaman, serta kemauan bersama sehingga anak dapat menikmati hasil atau mendapatkan manfaat dari keputusan tersebut.

Oleh karena itu anak perlu lebih aktif dan dilibatkan dalam proses perencanaan pembangunan yang berkaitan dengan anak. Partisipasi anak dalam perencanaan pembangunan merupakan aplikasi dari model pemerintahan yang menghargai hak anak, dimana sangat penting untuk mewujudkan program pembangunan kota yang layak atau ramah anak (child friendly-city).

Kota yang nyaman dan ramah sebagai tempat tinggal dan tumbuh kembang anak tidak mungkin dibangun berbasiskan kepentingan yang dirancang menurut perspektif orang dewasa tanpa mendengarkan secara langsung suara dan kepentingan anak. Upaya mewujudkan partisipasi anak dalam perencanaan pembangunan dilakukan melalui beberapa strategi salah satunya dengan memfasilitasi pembentukan Forum Anak.

Forum Anak adalah forum komunikasi yang dikelola oleh anak-anak dan dibina oleh pemerintah yang digunakan sebagai wadah partisipasi anak, dimana anggotanya adalah anak secara individu dan atau dari perwakilan kelompok anak, sebagai media untuk mendengarkan dan memenuhi aspirasi suara, pendapat keinginan, dan kebutuhan anak dalam proses pembangunan. 


Tujuan pelatihan memberikan pemahaman tentang peran Partisipasi Anak dalam Perencanaan Pembangunan. Selain itu, salah satu tujuan dari diselenggarakannya acara ini adalah sebagai wadah koordinasi pelaksanaan gerakan World Clean Up Day Tahun 2019 yang akan diikuti oleh Forum Anak seluruh Indonesia.

Forum Anak dapat mengimplementasikan perannya dalam perencanaan pembangunan di daerahnya masing-masing, sehingga dapat meningkatkan partisipasi anak dalam pembangunan. Forum Anak beserta dengan Fasilitator Forum Anak dan Pendamping Forum Anak juga diharapkan mampu mempersiapkan dengan baik gerakan World Clean Up Day 21 September 2019 mendatang. 

Kegiatan ini diikuti oleh peserta sebanyak 39 (tiga puluh sembilan) orang yang berasal dari 13 provinsi di Indonesia, masing-masing terdiri dari: 1 (Satu) orang pendamping Dinas PP-PA dari 13 Provinsi; 1 (Satu) orang Fasilitator Forum Anak dari 13 Provinsi; 1 (Satu) orang Forum Anak Kabupaten/Kota dari 13 Provinsi.

Narasumber berasal dari Kementerian PPPA, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Bappeda Provinsi Bali, Praktisi Komunikasi, Psikolog, Tim World Clean Up Day VI.

Kegiatan dimulai dengan sambutan oleh Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak sekaligus memberi arahan terkait peran dan partisipasi anak dalam perencanaan pembangunan, Penyampaian materi Partisipasi Anak dalam Perencanaan Pembangunan (PAPP), Penyampaian materi Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN), Penyampaian tata cara Musrenbang, Diskusi analisis hambatan dan strategi pelaksanaan PAPP, Penyampaian materi pemahaman psikologi anak dan orang dewasa, Praktik pelaksanaan komunikasi efektif antara anak dan orang dewasa. (ARP/Foto:RST)

Ari Purna Prahara

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook