Plt. Gubernur Habib Ismail Bin Yahya Didaulat Sebagai Pengisi Ceramah Pada Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW

Kontribusi dari Widia Natalia, 26 November 2020 21:45, Dibaca 110 kali.


MMCKalteng – Palangka Raya - Plt. Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Habib Ismail Bin Yahya didaulat sebagai pengisi ceramah dalam acara Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1442 H,  bertempat di Mushalla Mubasyisyirin, Kota Palangka Raya, Kamis malam (26/11/2020). Acara ini diselenggarakan oleh panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Provinsi (Prov)  Kalteng bersama Jamaah Mushalla Mubasysyiriin.

Peringatan kali ini mengusung  Tema “Kita Kuatkan Silahturrahim Guna Memperkokoh Kesatuan dan Persatuan Ummat”. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yakni pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Rangkaian acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diawali dengan melantunkan Kalam Ilahi.

(Baca Juga : Gubernur Berharap DRD Sebagai Mitra Kerja Mampu Memperkuat Kelitbangan Kalteng)

Ketua Umum PHBI Prov. Kalteng H. Abdul Wahid dalam laporannya menyampaikan Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW oleh panitia PHBI Prov. Kalteng merupakan kali yang kedelapan. Peringatan Maulid dimaknai untuk meningkatkan silaturahim dan perkuat ukhuwah islamiyah antar umat islam.

Dalam kesempatan tersebut, H. Abdul Wahid juga menyampaikan terimakasih kepada Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Palangka Raya yang telah mengijinkan acara Peringatan Maulid dapat berlangsung.

“Kita tetap menjaga jarak, pakai masker, cuci tangan dan sebagainya”, ucap Ketua Umum PHBI Prov. Kalteng H. Abdul Wahid.

Plt. Gubernur Kalteng Habib Ismail Bin Yahya dalam ceramahnya menyampaikan mengenai kelahiran Nabi Muhammad SAW. Penting bagi kita sebagai umat Islam untuk bersyukur atas kelahiran Nabi dan mengekspresikan kegembiraan dan kebahagiaan ketika memperingati Maulid Nabi dengan berbagai kegiatan di masyarakat.

Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan menjadi sarana yang tepat untuk mengingatkan umat tentang kehidupan dan keteladanan Beliau. Makna yang paling mendasar dari Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah untuk mengevaluasi sejauh mana kita sebagai umatnya mampu mencontoh keteladanan atau Uswatun Hasanah yang melekat pada diri Rasulullah SAW, baik dalam kegiatan ibadah maupun dalam kehidupan sosial.

Acara ditutup dengan pembacaan doa. Peringatan dihadiri Jamaah Mushalla, tokoh agama beserta para tamu undangan.(WDY/Foto:Asep)

Widia Natalia

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Kalteng Bicara Baik.
Mari Jaga Lingkungan Kita.

Facebook