Pengembangan Kreativitas Bersama Himpaudi

Kontribusi dari Gusti Mahfuz, 22 Agustus 2019 08:09, Dibaca 255 kali.


Penanda ciri seorang yang kreatif terhadap kreativitas dan mengacu pada kemampuan yang dimiliki. Seorang yang kreatif memiliki kemampuan individu untuk mencari berbagai alternatif pemecahan terhadap permasalahan. Munandar (2002) mendefinisikan kreativitas sebagai suatu proses yang tercermin dari kelancaran, fleksibilitas, dan orisinalitas dalam berpikir. Pribadi kreatif melibatkan diri dalam proses kreatif disertai dukungan dan dorongan dari lingkungan untuk menghasilkan produk kreatif.

Lomba kreativitas untuk meningkatkan mutu Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) PAUD Kabupaten Kapuas diselenggarakan oleh Himpunan Pendidik Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi)  bersama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas. Kegiatan ini menjadi agenda tahunan. Tahun 2019 diikuti oleh empat kecamatan, yaitu Kecamatan Selat, Kecamatan Basarang, Kecamatan Pulau Petak, dan Kecamatan Kapuas Timur dengan total peserta 113 orang. Berdasarkan informasi dari Plt. Kepala Dinas Pendidikan Dr. H. Suwarno Muriyat menerangkan bahwa dengan adanya kegiatan lomba kreativitas Himpaudi sebagai penyiapan sumber daya yang bermutu serta meningkatkan keahlian akademik maupun non akademik.

(Baca Juga : Fungsi dan Potensi Pekarangan)

Kreativitas dalam lomba tersebut sebagai bagian dari usaha guru. Pribadi kreatif seorang guru menggunakan potensi jiwa secara optimal dan positif serta kecerdasan yang ditunjang dengan kepribadian kreatif. Narwati (2011) menyebutkan ciri-ciri guru kreatif, antara lain: a) guru yang fleksibel artinya guru harus luwes menghadapi segala perbedaan agar mampu menumbuhkan segala potensi siswa; b) guru yang optimis bahwa setiap siswa memiliki potensi dan pribadi yang unik; c) guru yang aktif dan dinamis akan berdampak positif untuk proses dan hasil pembelajaran; d) guru yang inspiratif dan mampu menemukan hal-hal baru yang bermanfaat; e) guru yang responsif hendaknya cepat tanggap terhadap perubahan-perubahan yang terjadi baik pada anak didik, sosial budaya, ilmu pengetahuan, ataupun teknologi; f) guru memancarkan semangat saat berinteraksi dengan siswa; g) guru yang komunikatif untuk selalu menjalin komunikasi dengan siswa berkaitan dengan pembelajaran; dan h) guru yang sanggup menjadi teladan dan memberikan contoh yang baik terhadap siswa.

Kreativitas penting untuk dimunculkan, dipupuk, dan dikembangkan dalam diri anak PAUD karena dengan berkreasi anak dapat mewujudkan dirinya. Dalam kreativitas juga tergambar kemampuan berpikir kreatif dan dapat melihat berbagai jawaban terhadap suatu persoalan. Dengan mengekspresikan pikiran-pikiran yang berbeda dari orang lain tanpa dibatasi pada hakikatnya akan mampu melahirkan berbagai macam gagasan. Sibuk secara kreatif akan memberikan kepuasan bagi guru. Hal ini penting untuk diperhatikan karena tingkat ketercapaian kepuasan guru akan mempengaruhi perkembangan sosial emosinya. Kreativitas dapat juga meningkatkan kualitas hidup guru. 

Pelaksanaan lomba kreativitas Himpaudi sebagai salah satu sarana pembelajaran yang menunjang pengembangan kreativitas guru. Motivasi instrinsik sangat mempengaruhi kreativitas karena motivasi instrinsik dapat membangkitkan semangat guru untuk belajar. Selain itu, untuk menambah pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan permasalahan yang sedang dihadapi. Hal ini dilakukan agar guru mampu mengemukakan ide secara lancar, mampu memecahkan masalah dengan luwes, mampu mencetuskan ide-ide yang orisinal, dan mampu mengelaborasi ide. Pengembangan kreativitas guru dalam memperoleh kesempatan untuk memenuhi kebutuhan berekspresi menurut caranya sendiri, menciptakan sesuatu yang lain dan baru. Gagasan-gagasan baru tersebut sebagai buah pemikiran kreatif dan sangat diperlukan untuk menghadapi masa depan yang penuh tantangan.(syatkmf)

Gusti Mahfuz

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Artikel
Artikel
Artikel
Berita Terbaru
Radio Corner
Mari Jaga Lingkungan Kita.
Kalteng Bicara Baik.

Facebook