Evaluasi Kelayakan Kebun Entres Karet di UPT Balai Benih dan Kebun Produksi Pundu

Kontribusi dari Dinas Perkebunan Kalteng, 24 Juni 2021 12:49, Dibaca 380 kali.


Oleh : Mardiana Agustin, S.P.

Pengawas Benih Tanaman UPT BP3B Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah

(Baca Juga : Sejarah Singkat Terbentuknya Provinsi Kalimantan Tengah)

 

Pohon karet merupakan tumbuhan penghasil getah atau lateks yang sampai saat ini masih menjadi komoditas utama perkebunan nasional. Masyarakat Kalimantan Tengah telah lama membudidayakan tanaman karet untuk diambil getahnya. Dari data statistik Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah yang diperoleh pada tahun 2018, luas areal perkebunan karet di Kalimantan Tengah yang diusahakan rakyat masih menduduki peringkat pertama diantara komoditi perkebunan lainnya yaitu mencapai 441.391,19 Ha. Jumlah tersebut masih akan terus bertambah seiring dengan meningkatnya harga karet belakangan ini sehingga membangkitkan kembali minat para petani untuk pengembangan karet. Perbaikan harga karet ini merupakan upaya pemerintah dalam membantu para petani karet dengan cara pembatasan ekspor dan meningkatkan konsumsi karet untuk kebutuhan di dalam negeri. Selain itu, pemerintah juga mengeluarkan kebijakan berupa program peremajaan perkebunan karet rakyat untuk menjaga dan meningkatkan produktivitas perkebunan karet sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan konsumsi karet untuk kebutuhan di dalam negeri. Peningkatan luas areal perkebunan karet dan kegiatan peremajaan tanaman karet perlu didukung dengan penyediaan benih karet unggul berkualitas. Secara umum, benih tanaman karet diperbanyak secara vegetatif dengan teknik okulasi. Perbanyakan dengan teknik okulasi membutuhkan kebun entres sebagai batang atas dan kebun sumber benih (biji) batang bawah.

Kebun entres karet adalah kebun yang dibangun khusus untuk diambil entresnya yang akan digunakan sebagai batang atas dalam perbanyakan tanaman karet dengan cara okulasi. Provinsi Kalimantan Tengah telah memiliki kebun entres karet yang letaknya tersebar di beberapa Kabupaten salah satunya adalah Kebun Entres Karet milik UPT Balai Benih dan Kebun Produksi yang terletak di Desa Pundu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Kebun entres karet tersebut dibangun di lahan seluas 1 Ha pada tahun 2016 dan telah dilaksanakan pemurnian pada tanggal 21 November 2018 serta telah ditetapkan sebagai sumber benih unggul karet di Provinsi Kalimantan Tengah dengan Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor : 07/Kpts/KB.020/02/2019 tanggal 01 Februari 2019. Terdapat 4 (empat) klon pohon karet yang dibangun di kebun entres karet milik UPT Balai Benih dan Kebun Produksi, antara lain : klon PB 260, klon PB 340, klon PB 330, dan klon IRR 112. Keempat klon tersebut sesuai dengan klon yang telah dianjurkan untuk pengembangan komersial dalam skala luas.

Dalam rangka mendukung pembangunan program perkebunan berkelanjutan maka perlu dilakukan kegiatan pengawasan sumber benih berupa evaluasi kelayakan kebun entres karet yang bertujuan untuk mengetahui potensi ketersediaan entres karet di UPT Balai Benih dan Kebun Produksi. Kegiatan evaluasi tersebut dilaksanakan oleh Tim Evaluasi yang terdiri dari Pengawas Benih Tanaman Direktorat Jenderal Perkebunan, Pengawas Benih Tanaman UPT Balai Perlindungan Perkebunan dan Pengawasan Benih Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah, dan Petugas Teknis Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Timur. Evaluasi kelayakan kebun entres karet bertujuan untuk menilai kelayakan kebun entres dilihat dari aspek kondisi kebun, kondisi tanaman, kemurnian genetik, kesehatan tanaman, jumlah populasi tanaman sesuai penetapan, jumlah populasi tanaman yang produktif, taksasi produksi entres per pohon per tahun, taksasi produksi entres seluruhnya per tahun. Evaluasi kelayakan kebun entres karet dilaksanakan secara berkala paling kurang 1 tahun sekali.

Evaluasi kelayakan kebun entres karet milik UPT Balai Benih dan Kebun Produksi dilaksanakan pada tanggal 04 Juni 2021. Dari hasil evaluasi kelayakan kebun entres karet dapat diketahui, bahwa :

Jumlah populasi tanaman yang produktif :

  1. Klon IRR 112 sebanyak 2.036 pohon
  2. Klon PB 260 sebanyak 3.800 pohon
  3. Klon PB 330 sebanyak 656 pohon
  4. Klon PB 340 sebanyak 501 pohon

 

Taksasi produksi entres karet per tahun:

  1. Klon IRR 112 sebanyak 8.144 meter, 114.016 mata/tahun
  2. Klon PB 260 sebanyak 15.200 meter, 197.600 mata/tahun
  3. Klon PB 330 sebanyak 2.624 meter, 36.736 mata/tahun
  4. Klon PB 340 sebanyak 3.006 meter, 42.084 mata/tahun

 

Diharapkan produksi entres karet di UPT Balai Benih dan Kebun Produksi dapat memenuhi kebutuhan entres karet sebagai bahan perbanyakan tanaman dalam menghasilkan benih karet unggul berkualitas khususnya di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur dan sekitarnya.

Dinas Perkebunan Kalteng

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook