SDM Unggul dan Berkarakter

Kontribusi dari Gusti Mahfuz, 21 Agustus 2019 08:09, Dibaca 557 kali.


Pendidikan menjadi sangat urgen ketika dikaitkan dengan kondisi pendidikan saat ini. Pendidikan bukan hanya memberikan bekal untuk membangun, melainkan berisi didikan yang diberikan dapat berguna untuk menunjang kemajuan bangsa. Pendidikan sangat penting untuk membentuk kepribadian peserta didik dan membantu peserta didik untuk mengembangkan potensi-potensi agar menjadi manusia yang produktif dan bermanfaat di dalam masyarakat.

Pendidikan merupakan usaha sadar orang dewasa yaitu orang tua, guru, lembaga pendidikan, dan pemerintah yang bertanggung jawab untuk membentuk kepribadian peserta didik, baik di dalam maupun di luar sekolah. Hal ini berlangsung seumur hidup dan terintegrasi. Marimba (1962) menyebutkan ada lima unsur utama pendidikan, yaitu: 1) usaha (kegiatan) yang bersifat bimbingan, pimpinan atau pertolongan yang dilakukan secara sadar; 2) ada pendidik, pembimbing atau penolong; 3) ada yang dididik atau si terdidik; 4) adanya dasar dan tujuan dalam bimbingan tersebut; dan 5) dalam usaha itu tentu ada alat-alat yang dipergunakan.

(Baca Juga : Keamanan Pangan Sebagai Tuntutan Jaminan Mutu Bagi Konsumen)

Dengan pendidikan diharapkan dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sejalan dengan tema HUT ke-74 Republik Indonesia pada tahun ini ‘SDM Unggul Indonesia Maju’. Tema tersebut terinspirasi dari visi pemerintahan Presiden Joko Widodo periode 2019-2024 yang akan berfokus pada pembangunan sumber daya manusia (SDM). Harapannya dengan unggulnya SDM dapat memajukan kesejahteraan Indonesia ke dalam persaingan global dunia.

Jika melihat kembali pada tujuan pendidikan nasional, SDM yang berkualitas tidak hanya terbatas pada segi kognitif, melainkan juga afektif, dan psikomotor. Untuk itu diperlukan metode pembiasaan dan keteladanan dari pihak pendidik untuk mengenalkan karakter bangsa yang berbudi luhur, sopan santun, ramah tamah, disiplin, gotong royong, menaati peraturan yang berlaku dan lain sebagainya kepada peserta didik. Sekolah sebagai pusat belajar dan pusat budaya memiliki fungsi yang strategis untuk menanamkan dan mengembangkan pendidikan karakter kepada generasi penerus masa depan bangsa.

Pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti yang melibatkan aspek pengetahuan, perasaan, dan tindakan. Sekolah memiliki peran yang penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Penanaman pendidikan karakter tidak akan berhasil jika hanya disampaikan melalui pemberian informasi dan doktrin semata. Penanaman pendidikan karakter dapat diterapkan dengan cara merangsang motorik peserta didik secara tidak langsung melalui poster-poster moral yang memberikan ransangan positif bagi peserta didik yang membacanya.

Pendidikan yang diberikan kepada peserta didik harus memperkirakan kemungkinan-kemungkinan relevansi dan kegunaannya di masa datang. Tujuan utama pengelolaan proses pendidikan yaitu terjadinya proses belajar dan pengalaman belajar yang optimal. Berkembangnya tingkah laku peserta didik sebagai tujuan belajar hanya dimungkinkan oleh adanya pengalaman belajar yang optimal. Setiap pengalaman yang memiliki efek formatif pada cara berpikir, merasa, bertindak. 

SDM unggul dengan penanaman nilai-nilai karakter mulia, seperti kejujuran, kesantunan, kebersamaan, dan religius selalu mengakar dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Karakter yang melekat memerlukan proses yang panjang. Penyampaian nilai karakter ini dapat dilakukan dengan metode keteladanan, metode nasihat, dan metode pembiasaan. SDM lebih berkualitas dan siap menghadapi dunia masa depan yang penuh dengan problema dan tantangan disertai dengan SDM yang memiliki karakter mulia.Eksistensi ini tetap terpelihara dengan baik. (syatkmf)

Gusti Mahfuz

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Kalteng Bicara Baik.
Mari Jaga Lingkungan Kita.

Facebook