Tim Kesenian Kalteng Siap Tampilkan Tari Hyang Dadas di Istana Merdeka

Kontribusi dari Ari Purna Prahara, 15 Agustus 2019 14:00, Dibaca 1,346 kali.


MMCKalteng - Jakarta - Tim kesenian Provinsi Kalimantan Tengah (Prov. Kalteng) akan melakukan gladi bersih pada Kamis (15/8) siang, di Istana Merdeka, Jl. Medan Merdeka Utara No.3, RT.2/RW.3, Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

"Tim kesenian Kalimantan Tengah akan menampilkan tarian Hyang Dadas, jumlah penampil keseluruhan itu dengan pemusik ada 221 orang," ucap Dwitya Amanda Putri pimpinan produksi tari Hyang Dadas.

(Baca Juga : Gubernur Kalteng Meriahkan Acara Jalan Sehat Kebangsaan)

Ratusan penari dan pemusik yang tergabung dalam tim kesenian Kalteng ini berasal sanggar dan siswa-siswi sekolah yang telah diseleksi dari beberapa Kabupaten/Kota yang ada di Kalimantan Tengah.

"Dari Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, dan Barito Utara. Para penampil berasal dari sanggar-sanggar dan anak-anak sekolah yang kita seleksi," jelas Dwitya.


Tim Kesenian dari Bumi Tambun Bungai ini akan menampilkan tarian Hyang Dadas selama kurang lebih 15 menit sebelum upacara penurunan bendera 17 Agustus di Istana Merdeka dan akan disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo.

Dwitya menjelaskan bahwa pesan dari tari Hyang Dadas yang ingin disampaikan adalah "The Voice of Unity" dan ditampilkan dengan bunyi-bunyian dari gelang yang dipakai oleh para penampil.

"Seperti hastaq yang kita buat yaitu The Voice of Unity, jadi gelang-gelang itu memang bunyi pemersatu untuk kita semua," terangnya.

Alfi salah seorang penampil dari sanggar antang batuah mengatakan bahwa persiapan untuk penampilan ini memakan waktu kurang lebih selama 60 hari.


"Kurang lebih 30 hari persiapan yang intensnya, tapi kalau keseluruhan kira-kira 60 hari dari proses awalnya," ucap Alfi.

Alfi juga berharap bisa menunjukkan kebudayaan asli dari Kalimantan Tengah agar bisa dilihat di kancah Nasional dan Internasional, serta bisa diapresiasi lebih oleh masyarakat secara luas.

Sementara itu Keisya salah seorang penampil yang juga berasal dari sanggar antang batuah merasa bangga bisa membawa nama Kalimantan Tengah di Istana Negara, dan berharap dapat menarik minat wisatawan untuk dapat berkunjung ke Kalimantan Tengah.

"Yang pasti kita bangga, kita bisa bawa nama Kalteng ke Istana Negara untuk tampil di peringatan hari kemerdekaan, dan berharap dengan penampilan kita ini bisa menarik wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri untuk bisa datang ke Kalimantan Tengah," kata Keisya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Tengah Guntur Talajan mengatakan dengan tampilnya tim kesenian Tari Hyang Dadas pada saat HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, adalah merupakan kesempatan besar yang tidak boleh disia-siakan oleh para pengiat dan pelaku seni budaya Kalteng.

“Ini kesempatan terbaik bagi kita untuk membuktikan, bahwa seni dan budaya serta kearifan lokal di Bumi Tambun Bungai memiliki nilai seni budaya yang sangat tinggi,” ujarnya.

Disisi lain lanjut Guntur, diberikannya kesempatan tim kesenian Kalteng untuk pentas di Istana Negara, menunjukkan seni dan kebudayaan Dayak telah dikenal serta diperhitungkan.

“Ya, pak Gubernur juga berpesan serta mengharapkan, bahwa kesempatan ini jangan disia-siakan. Tunjukkan dengan baik, bahwa seni dan budaya kita sangat luar biasa,” harapnya. (ARP/Foto:Asep)

Ari Purna Prahara

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook