Seminar Internasional dan Ekspedisi Napak Tilas Damai Tumbang Anoi tidak berkaitan dengan muatan Politik

Kontribusi dari DINAS KOMINFOSANTIK KAB. GUMAS, 24 Juli 2019 13:26, Dibaca 902 kali.


MMCKalteng - Gunung Mas – Dalam Rangka Seminar Internasional dan Ekspedisi Napak Tilas Damai Tumbang Anoi 1894-2019 di Cagar Budaya Rumah Betang Damang Batu, Desa Tumbang Anoi Kecamatan Damang Batu Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Provinsi Kalimantan Tengah 1894-2019, acara tersebut dibuka secara resmi ditandai penabuhan ketambung  oleh Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran, Senin (22/7/2019) sore.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Presiden Borneo Dayak Forum, Dato’Dr. Jeffry Kitingan beserta pengurus BDF dan rombongan, Sekretaris Jenderal Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Yakobus Kumis, Bupati Gunung Mas Jaya S. Monong, SE., M.Si, beserta Forkompimda, para  Bupati/Wakil Bupati se-Kalimantan Ketua DAD Provinsi Kalteng H. Agustiar Sabran beserta jajaran pengurus DAD, Organisasi Masyarakat (Ormas) dayak seluruh Kalimantan, dari tokoh Agama, tokoh masyarakat serta undangan lainnya.

(Baca Juga : Asisten Sekda Pulang Pisau Buka Rakordal Triwulan I)

Dalam sambutan Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran mengucapkan selamat datang kepada seluruh undangan yang hadir, bangsa-bangsa dayak yang lainnya, serta ucapan terima kasih kepada panitia lembaga dan organisasi dayak di seluruh Kalimantan Tengah sehingga terselenggaranya acara Seminar Internasional dan Ekspedisi Napak Tilas Damai Tumbang Anoi.

“1894-2019 seratus dua puluh lima tahun yang lalu bahwa acara perdamaian suku dayak kita bertemu kita bersatu, tidak ada lagi acara hakayau mangayau sehingga kita berkumpul dengan tujuan yang sama di jaman yang sudah serba modern. Pada hari ini kita bersama-sama, kita harus bersatu, saling bahu membahu untuk harkat dan martabat bangsa dayak khususnya masyarakat Kalimatan,” ujarnya.

“Gubernur mengingatkan kegiatan ini tidak berkaitan dengan politik, pertemuan ini jangan sampai mencederai pertemuan kita, supaya dalam kegiatan seminar menghasilkan yang terbaik, jangan cuma seminar jangan hanya ekspedisi tetapi apa tuntutan kita sebagai bangsa dayak. Hasil dari kegiatan kita di Tumbang Anoi di bawa ke Presiden Republik Indonesia Joko Widodo supaya diajukan segera kita berbicara apa permintaan kita,” tandasnya.

Sementara itu, Presiden Majelis Adat Dayak Nasional Drs. Cornelis, MH dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Jenderal Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Yakobus Kumis menyampaikan, bangsa dayak adalah sebuah bangsa yang mendiami pulau borneo yang terdiri dari kurang lebih 405 sub suku yang tersebar di beberapa negara seperti Indonesia, Sabah, Serawak Brunai Darussalam, bahkan Ras Dayak juga terdapat di beberapa negara di luar pulau Kalimantan yakni di Madagaskar, Thailand, Filipina dan di China.

Begitu juga sebagai bangsa Dayak kita mesti bangga dan bersyukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena suku dayak berada di sebuah pulau yang kaya raya. Tidak ada gempa, tidak ada gunung merapi, tidak ada tsunami, budaya ter-unik di dunia. Indah, penuh nilai dan makna. Sampai saat ini kita masih kokoh sebagai suku bangsa dayak meskipun kita terdiri kurang lebih 405 Sub Suku dengan agama berbeda, adat istiadat dan hukum adat yang berbeda.

“Lanjut Beliau sebagai bangsa Indonesia tentu kita sangat bangga, karena kita memiliki Pancasila dan semboyan Bhineka Tunggal Ika. Pancasila bukan hanya sekedar ideologi. Pancasila adalah saripati dari kearifan lokal budaya-budaya yang ada di Indonesia,” ucapnya.

Ketua panitia Dr. Drs. Dagut H. Djunas, SH., MP melaporkan, ada tiga prioritas dalam kegiatan tersebut  adalah penggagas, perencana, pelaksana dan penyandang dana, penggagas pelaksana tidak di pungkiri bahwa yaitu Pejabat, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat dan juga Pejabat di Provinsi Kalimantan Barat. Yaitu Bapak Bupati Bengkayang.

Jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut sekitar lima ribu orang, yang paling banyak di luar Provinsi Kalimantan Tengah adalah peserta dari Provinsi Kalimantan Barat berjumlah tujuh ratus peserta.

“Ke depan kami akan buat dokumen ini, pada Napak Tilas tahun 2019, yaitu 125 tahun yang lewat, ini semua berjalan dengan kebersamaan masyarakat adat dayak, dan ini semua berjalan dengan kebersamaan atas dukungan atas dedikasi atas penyertaan dari Tuhan kita,” pungkasnya.

 

DINAS KOMINFOSANTIK KAB. GUMAS

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook