Kota Manis Pangkalan Bun dan Sejarah Panjangnya

Kontribusi dari Elga Arya Putra, 01 Februari 2018 15:06, Dibaca 8,585 kali.


MMCKalteng- Menilik kembali sejarah Kota Pangkalan Bun memang erat kaitannya dengan Kesultanan Banjar. Karena keturunan Raja Banjarlah yang pertama kali membangun Kerajaan Kotawaringin dengan kata lain bahwa Kotawaringin secara langsung menjadi bagian dari Kesultanan Banjar.

Sultan Musta’inubillah Raja Kerajaan Banjar berputera empat orang dan seorang putri,salah satunya adalah Pangeran Adipatih Anta Kusuma anak keempat dari Raja Banjar yang mendirikan dan sekaligus menjadi Raja Pertama di Kesultanan Kutaringin. Pendirian kerajaan ini berdasarkan perundingan dengan ayahnya untuk menghindari perebutan tahta dari kakak tertua beliau yang menjadi ahli waris Kesultanan Banjar.

(Baca Juga : Kadis Kominfo Tekankan Pentingnya Perlindungan Keamanan Layanan Informasi Berklasifikasi di Lembaga Pemerintahan)

Sang pangeran pun memutuskan bertolak ke arah barat untuk mendirikan kerajaan baru. Dalam perjalanannya  beliau sempat singgah di beberapa tempat antara lain Teluk Sebangau, Pagatan Mendawai, Sampit, dan Pembuang.

Dikisahkan bahwa tempat-tempat yang disinggahi mempunyai cerita sendiri. Pada saat singgah di Teluk Sebangau, setelah beberapa hari berada disitu, terasa masih terlalu dekat, seakan masih terdengar hiruk pikuk Kerajaan Banjar atau menurut bahasa Banjar Ingauan Banjar masih terdengar.

Pangeran pun kembali melanjutkan perjalanannya hingga akhirnya  tiba di suatu desa yang bernama Desa Pandau. Masyarakat Suku Dayak yang sudah lama berada di Desa Pandau berada di bawah kepemimpinan demang Petinggi di Umpang akhirnya menerima kehadiran rombongan Pangeran Adipatih Anta kusuma.

Demang Petinggi sebagai Kepala Suku Dayak menyerukan kepada rakyatnya agar menerima rombongan Pangeran Adipati Antakusuma ini yang mana akan dijadikan raja dari rakyat Dayak dengan syarat raja harus memperlakukan mereka bukan sebagai hamba, tetapi sebagai pembantu utama dan kawan yang terdekat atau sebagai saudara yang baik.

Rakyat tidak akan meyembah sujud kehadapan Pangeran Adipatih Anta kusuma. Usulan ditimbang dan diterima baik oleh Pangeran dan seluruh rombongannya.

Dalam masa pemerintahannya Pangeran Adipatih Anta kusuma mengangkat Kyai Gede menjadi Perdana Menteri Kerajaan Kotawaringin. Untuk Pertama kalinya Keraton Kesultanan dibangun di Kotawaringin Lama dengan nama Astana Alnusari selanjutnya pada tahun 1814 Keraton Kesultanan dipindahkan ke Pangkalan Bun sebagai pusat pemerintahan yang disebut dengan Keraton Kuning atau Indra Kencana.

Setelah Proklamasi kemerdekaan RI maka wilayah Kesultanan Kotawaringin menjadi bagian wilayah negara RI, dengan status Swapraja / Kwedanan dan selanjutnya berkembang menjadi Kabupaten Daerah Tingkat II Kotawaringin Barat sebagai Daerah Otonom Pangkalan Bun sebagai ibu kota Kabupaten. (EAP/ Foto: Net)

 

 

 

Elga Arya Putra

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook