Gubernur Kalteng Sambut Kedatangan Habib Umar bin Hafidz di Bandara Tjilik Riwut

Kontribusi dari Ari Purna Prahara, 28 September 2019 14:16, Dibaca 2,427 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Sugianto Sabran sambut langsung kedatangan Guru Mulia Al-Habib Umar bin Hafidz di Bandar Udara Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya, Sabtu (28/9/2019) siang.

Usai mendarat, Gubernur Kalteng beserta jajarannya langsung mengajak Habib Umar bin Hafidz beserta rombongan menuju VIP Room Bandara Tjilik Riwut untuk beristirahat sejenak.

(Baca Juga : Tindak Lanjut Kerjasama Investasi UEA, Gubernur Kalteng Hadiri Rakor di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman)

Kedatangan Habib Umar bin Hafidz di Bumi Tambun Bungai dalam rangka Safari Dakwah dan akan menggelar Tabligh Akbar di Lapangan Sanaman Mantikei, Kota Palangka Raya pada pukul 19.30 WIB.

 


"Saya mengundang kaum Muslimin dan Muslimat di Provinsi Kalimantan Tengah untuk hadir dalam acara safari dakwah Guru Mulia Al Habib Umar bin Hafidz di lapangan Sanaman Mantikei, Palangka Raya, pada hari Sabtu tanggal 28 September 2019 pukul 19.30 WIB," kata Sugianto Sabran, Jumat (27/9) malam di Istana Isen Mulang.

Orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai ini juga mengingatkan masyarakat yang hadir dalam acara tersebut untuk menggunakan masker dan membawa air putih.

Di Indonesia al-Habib Umar sudah beberapa kali membuat kerjasama dengan pihak bahkan pemerintah Indonesia, dalam hal ini Ditjen Kelembagaan Keagamaan Kementerian Agama Indonesia meminta pembuatan kerjasama dengan al-Habib Umar dan Dar-al Musthafa untuk pengiriman Sumber daya manusia yang berkualitas, khususnya para kiai pimpinan pondok pesantren untuk mengikuti program pesantren kilat selama tiga bulan di bawah bimbingan langsung al-Habib Umar.

Sampai saat ini, banyak sudah santri-santri di Indonesia yang menuntut ilmu di pondok pesantren yang dia pimpin, Dar-al Musthafa di Hadhramaut, dan telah melahirkan banyak da’i yang meneruskan perjuangan dakwahnya di berbagai daerah di Indonesia.

Pada tanggal 22 Februari sampai dengan 2 Maret 2003 (26-29 Dzul Hijjah 1423 H) di Dar-al Musthafa, Tarim dia merintis upaya persatuan dalam aktivitas dakwah, dengan mengadakan multaqa ulama atau simposium yang dalam pertemuan itu dihadiri oleh berbagai ulama dari belahan dunia, dan kemudian berlanjut pada pertemuan berikutnya di berbagai penjuru dunia dalam skala lokal maupun internasional.


Habib Umar termasuk sebagai salah seorang penandatangan dari dua dokumen internasional yang berpengaruh, yaitu Risalah Amman pada tahun 2005, pada urutan tandatangan nomor 549, dan A Common Word (bahasa Inggris: A Common Word Between Us and You) pada tahun 2007 dalam urutan tandatangan nomor 42, yang keduanya ditandatangani oleh tokoh-tokoh Muslim dunia, termasuk di antaranya beberapa pemimpin Muslim Indonesia.

Di Indonesia, Habib Umar mendeklarasi berdirinya Majelis Almuwasholah Bayna Ulama Al Muslimin atau Forum Silaturrahmi Antar Ulama pada tahun 1327 H / 2007 M.

Tahun 2009, New York Times menampilkan al-Habib Umar dan Darul Musthafa dalam salah satu pemberitaannya.

Al-Habib Umar bin Hafizh termasuk salah satu dari 50 Urutan teratas dari The Muslim 500: The Wordl`s 500 Most Influential Muslims (bahasa Inggris: The 500 Most Influental Muslims), yang diterbitkan oleh Center for Muslim-Christian Understanding, Georgetown University (bahasa Inggris: Georgetown University), Amerika Serikat, yang dipimpin oleh sarjana studi Islam ternama John Esposito (bahasa Inggris: John Esposito). (ARP/Foto:Asep)

Ari Purna Prahara

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook