Pemprov Kalteng bersama PT. Pertamina Sidak Penggunaan LPG 3 Kg di Palangka Raya

Kontribusi dari Ari Purna Prahara, 15 April 2019 19:04, Dibaca 1,522 kali.


MMCKalteng - Palangka Raya - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah melakukan sidak ke beberapa agen dan pangkalan yang ada di kota Palangka Raya terkait penyalahgunaan dan kelangkaan LPG 3 kg bersubsidi. Sidak ditinjau langsung oleh Pelaksana Harian Sekretaris Daerah (PLH Sekda) Kalteng, Drs. H. Sapto Nugroho Handono Wareh., MM, Pejabat Asisten II Sekda pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah Drs. H. Nurul Edy, M.Si, Kadis Disperindak, Bonawaty, Kadis Kominfo, Ir. Herson, B. Aden, M.Si, Kadis ESDM, Ermal Subhan, S.T, M.T, Kadis Satpol PP, Baru I Sangkai, serta perwakilan PT. Pertamina (Persero), Sales Excecutive LPG Kalteng, M. Revi Renaldhi (15/4).

Kegiatan ini bertujuan mengajak para pengusaha agen dan pangkalan tabung gas LPG 3 kg agar lebih tegas dan disiplin untuk menjual dan menyalurkan tabung sehingga tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat dan pelaku UMKM kecil yang benar-benar sangat membutuhkan. Selain itu, Plh. Sekda, Sapto menegaskan akan menindak tegas bagi agen maupun pangkalan yang terindikasi bertindak "nakal" dan "curang", entah itu menimbun, sehingga gas LPG 3 kg menjadi langka di masyarakat, ataupun menaikkan harga di atas ketentuan yang berlaku maksimal di pangkalan kota Palangka Raya saat ini yaitu Rp.17.500.

(Baca Juga : Peningkatan Sektor Usaha Kuliner Selama 3 Tahun Kepemimpinan Sugianto-Habib)


Sales Excecutive LPG 3 kg Pertamina Kalteng, M. Revi Renaldhi, mengatakan pihaknya bersama Pemprov Kalteng, melalui sidak yang dilaksanakan, diharapkan dapat menjaga distribusi LPG 3 kg agar disalurkan sesuai dengan peruntukannya. Kepada masyarakat yang telah mampu, diharapkan untuk beralih menggunakan LPG nonsubsidi. Hal ini supaya LPG 3 kg bisa digunakan masyarakat yang membutuhkan. Diharapkan setelah adanya sidak, dapat mengedukasi pengusaha agen dan pangkalan untuk menyalurkan distribusi LPG 3 kg supaya terjaga dengan baik.

Bagi masyarakat mampu yang sebelumnya menggunakan LPG 3 kg dan ingin beralih ke LPG Non Subsidi, khususnya Bright Gas 5,5 kg, Pertamina memberikan kemudahan dengan program tukar tabung yaitu dua tabung kosong LPG 3 Kg dapat ditukarkan dengan satu tabung plus isi BG 5,5 hanya dengan membayar isinya saja.


LPG 3 kg hanya diperuntukkan bagi warga miskin dengan pendapatan kurang dari Rp 1,5 juta per bulan dan usaha mikro. Hal ini selaras dengan kebijakan Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran yang mengeluarkan Surat Edaran Nomor 700/2948/11.3/ESDM tentang Penggunaan LPG tabung Ukuran 3 Kg, yang menyatakan, konsumen yang tidak berhak atas subsidi diimbau untuk menggunakan elpiji nonsubsidi. Bila ada keluhan pelayanan Pertamina, masyarakat dapat menghubungi kontak Pertamina 1-500-000. (Yds/Foto:Asf)

Ari Purna Prahara

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner
Mari Jaga Lingkungan Kita.
Kalteng Bicara Baik.

Facebook