Gubernur Kalteng Pimpin Deklarasi Gerakan Percepatan, Cegah, dan Tanggulangi Stunting

Kontribusi dari Ari Purna Prahara, 05 April 2019 09:56, Dibaca 929 kali.


MMCKalteng - Kotawaringin Timur - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Prov. Kalteng) yang dipimpin langsung oleh Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran, bersama Bupati/Walikota se-Kalteng gelar deklarasi gerakan percepatan pencegahan dan penanggulangan Stunting, bertempat di Icon Patung Jelawat, Sampit, Kamis (4/4/2019).

Tujuh poin pada deklarasi diantaranya :

(Baca Juga : Ketua TP-PKK Kalteng Ivo Sugianto Sabran Buka Workshop Ketahanan Pangan)

1. Membuat regulasi untuk melaksanakan gerakan pencegahan dan penanggulangan stunting. 

2. Menggalang komitmen semua lintas sektor dan seluruh lapisan masyarakat. 

3. Menggerakan tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, aktivis, dunia usaha, dan organisasi masyarakat untuk mendukung pencegahan stunting. 

4. Menggalakan seluruh masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat. 

5. Memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil dan balita. 

6. Memastikan setiap bayi mendapatkan asi eksklusif dan asi lanjutan hingga berusia dua tahun. 

7. Memantau tumbuh kembang anak dan pemberian imunisasi dasar lengkap.

"Hari ini dipimpin langsung oleh Gubernur Sugianto Sabran, melakukan deklarasi bersama dalam percepatan pencegahan dan penanggulangan stunting", ucap Sekda Provinsi Kalteng Fahrizal Fitri, S.Hut., M.P.


"Mudah-mudahan dengan deklarasi ini, kedepan jumlah stunting bisa berangsur hilang di Kalteng," kata Fahrizal.

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak usia di bawah lima tahun akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada periode emas 1.000 hari pertama kehidupan anak. Stunting juga menghambat perkembangan otak dan tumbuh kembang anak. 


Tinggi badan balita stunting lebih rendah daripada standar umurnya. Ketika beranjak dewasa anak stunting rentan terhadap penyakit, kurang berprestasi di sekolah, rentan mengalami kegemukan, dan ketika dewasa lebih mudah terkena berbagai penyakit tidak menular seperti jantung dan diabetes.

Kondisi ini dinilai sangat berbahaya, sehingga Pemprov terus berupaya mengejar agar stunting hilang di wilayah ini dapat ditekan. Karena berdampak besar bagi tumbuh kembang balita. (5/4). (ARP/Foto:ASEP)

 

   

Ari Purna Prahara

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook