Sekilas Info
Kontribusi dari Diskominfo Barito Utara, 17 September 2026 13:00, Dibaca 64 kali.
MMCKalteng - Muara Teweh - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Barito Utara masih menjadi perhatian serius. BMKG memperkirakan fenomena El Nino akan berlangsung hingga awal 2027, sementara Dinas Kesehatan melaporkan kondisi kualitas udara saat ini telah masuk kategori berbahaya. Kondisi tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla yang digelar Pemerintah Kabupaten Barito Utara di Ruang Rapat A Sekretariat Daerah Kabupaten Barito Utara, Kamis (17/9/2026).
Rakor tersebut membahas penguatan kesiapsiagaan, pencegahan, deteksi dini, hingga respons cepat terhadap potensi karhutla. Kegiatan diisi dengan paparan BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan dan BMKG, serta laporan kondisi wilayah dari sembilan kecamatan. Dalam paparannya, BMKG menyampaikan bahwa kondisi El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga awal 2027. Kondisi iklim tersebut perlu menjadi perhatian karena dapat berpengaruh terhadap kondisi kekeringan dan meningkatkan kerawanan karhutla.
(Baca Juga : Awali Tahun 2025, Kepala Dislutkan Motivasi ASN Dislutkan Prov. Kalteng Tingkatkan Kinerja )
Di sisi lain, Dinas Kesehatan menyampaikan bahwa kondisi udara saat ini telah berada pada kategori berbahaya. Seiring kondisi tersebut, status penanganan diperkirakan meningkat dari siaga menjadi tanggap darurat, mulai 18 September hingga 2 Oktober 2026. Situasi kualitas udara tersebut juga menjadi perhatian karena asap karhutla dapat berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat. Pemerintah daerah pun diminta memperkuat pemantauan kondisi udara dan langkah perlindungan masyarakat, khususnya apabila terjadi peningkatan paparan asap.
Bupati Barito Utara H. Shalahuddin menegaskan, perubahan status dari siaga darurat menuju tanggap darurat tidak boleh dimaknai sebagai berkurangnya kewaspadaan.
“Peralihan status dari siaga darurat menuju tanggap darurat bukan berarti menurunkan kewaspadaan. Justru ini harus kita maknai sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan, dengan mengutamakan pencegahan dan deteksi dini terhadap setiap potensi karhutla,” tegasnya.
Bupati meminta kondisi cuaca, vegetasi, titik rawan kebakaran serta aktivitas masyarakat terus dipantau. Ia juga menekankan pentingnya sinergi pemerintah, TNI-Polri, BPBD, Damkarmat, kecamatan dan desa, relawan, dunia usaha serta masyarakat dalam merespons setiap laporan karhutla. “Jangan menunggu api membesar, karena kecepatan dalam bertindak sangat menentukan keberhasilan penanganan karhutla,” tegas H. Shalahuddin.
Rakor kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama Bupati dan Forkopimda, penyampaian kesimpulan serta arahan untuk memperkuat langkah pencegahan dan respons cepat di lapangan.
Dengan ancaman El Nino yang diperkirakan masih berlangsung hingga awal 2027 dan kondisi kualitas udara yang telah masuk kategori berbahaya, pemerintah daerah menekankan pentingnya kewaspadaan seluruh pihak dalam mencegah meluasnya karhutla dan melindungi masyarakat dari dampaknya. (Ummi/Rina - Dok: Haspi/Yuli_Diskominfosandi/2026)/Edt:UL
Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.