Cegah Karhutla, Pelajar Seruyan Dibekali Edukasi Peduli Lingkungan

Kontribusi dari Diskominfo Kabupaten Seruyan, 08 September 2026 09:22, Dibaca 325 kali.


MMCKalteng – Kuala Pembuang – Upaya meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus dilakukan di Kabupaten Seruyan. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Karhutla Pasis Dikreg LVI Sesko TNI TA 2026 di Wilayah Kabupaten Seruyan yang dilaksanakan di Aula SMKN 1 Kuala Pembuang yang dihadiri oleh Wakil Bupati Seruyan, Supian, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Brigjen TNI (Mar) Citro Subono, Laksamana Pertama TNI Bambang Wasisto, Ketua DPRD Kabupaten Seruyan Zuli Eko Prasetyo, Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Seruyan Bahrun Abbas, jajaran Forkopimda, sejumlah kepala perangkat daerah, serta para guru dan siswa SMKN 1 Kuala Pembuang.

(Baca Juga : Rapid Test Massal di Lingkungan DPMD Kabupaten Kapuas)

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Seruyan menyampaikan apresiasi kepada tim Satgas Karhutla yang telah melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan tersebut. Menurutnya, kegiatan edukasi menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai bahaya Karhutla sekaligus mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam upaya pencegahan.

“Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami dari pemerintah daerah memberikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada tim Satgas Karhutla yang dipimpin langsung oleh Bapak Brigjen TNI Marinir Citro Subono beserta seluruh tim,” ujar Supian.


Ia mengatakan, karhutla merupakan persoalan yang masih menjadi perhatian serius karena kejadian kebakaran lahan dan hutan dapat kembali terjadi setiap tahun, termasuk di wilayah Kabupaten Seruyan. Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan kepedulian dan peran aktif seluruh elemen masyarakat, tidak hanya mengandalkan pemerintah maupun aparat.

“Masalah karhutla ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, TNI, Polri dan pihak lainnya. Ini merupakan tanggung jawab kita semua,” tegasnya.

Wakil Bupati juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam membantu mencegah terjadinya karhutla. Para pelajar dinilai memiliki posisi strategis untuk menjadi penyampai informasi sekaligus memberikan contoh kepada masyarakat, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun tempat tinggal masing-masing.

“Peran serta kalian dalam mengatasi masalah yang dihadapi oleh daerah ataupun negara itu sangat besar. Bukan masa yang akan datang, tetapi mulai sekarang kalian harus bisa berperan aktif,” katanya.

Menurut Supian, langkah sederhana dapat dilakukan para pelajar untuk berkontribusi dalam pencegahan karhutla, salah satunya dengan mengajak masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Hal tersebut dinilai penting karena sebagian masyarakat masih menggunakan metode pembakaran sebagai cara praktis dalam membersihkan lahan.

“Paling tidak memberikan contoh kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran. Kemudian mengingatkan, khususnya kepada orang tua, karena rata-rata di sini juga banyak petani. Jangan membersihkan lahan dengan cara membakar,” pesannya.

Tidak hanya pembakaran lahan, ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh aktivitas membakar sampah di sekitar lingkungan rumah. Terlebih dalam kondisi musim kemarau, api yang berasal dari aktivitas sederhana dapat dengan mudah merambat dan berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.


“Termasuk membakar sampah di lingkungan juga harus hati-hati. Kalau bisa jangan sampai ketika melihat orang membakar sampah di lingkungan, dianggap sebagai sesuatu yang biasa. Sesuatu yang besar itu biasanya berawal dari yang kecil,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kepedulian terhadap lingkungan harus dibangun melalui kebiasaan sederhana dan dilakukan secara bersama-sama. Menurutnya, pencegahan akan jauh lebih efektif apabila masyarakat memiliki kesadaran untuk saling mengingatkan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga meminta para siswa untuk tidak bermain-main dengan api apabila menemukan titik api di lingkungan sekitar. Jika tidak memiliki kemampuan atau peralatan untuk melakukan pemadaman, masyarakat diimbau segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwenang.

“Kalau seandainya melihat ada titik api, segera laporkan. Jangan jadikan bahan mainan. Kalau kalian tidak bisa memadamkan, paling tidak laporkan ke desa, camat, pemadam kebakaran dan pihak terkait lainnya,” tegasnya.

Ia berharap melalui kegiatan sosialisasi dan penyuluhan tersebut, para pelajar tidak hanya memahami bahaya Karhutla, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Kesadaran sejak usia sekolah diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif dalam menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran.

Kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Karhutla Pasis Dikreg LVI Sesko TNI TA 2026 ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi dalam memperkuat upaya pencegahan Karhutla di Kabupaten Seruyan. Dengan keterlibatan pemerintah, TNI, Polri, dunia pendidikan dan masyarakat, diharapkan potensi kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan serta dampaknya terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat dapat diminimalkan. (MMCSeruyan/IH)/Edt:UL

Diskominfo Kabupaten Seruyan

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook
Twitter