‎Transformasi Digital Pendidikan Kalteng: Belajar Digital Tanpa Ketergantungan Handphone

Kontribusi dari Dinas Pendidikan Prov. Kalteng, 29 Agustus 2026 20:22, Dibaca 76 kali.


MMCKalteng - Pangkalan Bun – Transformasi pembelajaran berbasis digital terus diperkuat Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Hal itu terlihat saat Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran melakukan kunjungan kerja ke SMAN 1 Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Jumat (28/8/2026), di tengah kondisi kabut asap akibat Karhutla yang masih menjadi perhatian.

‎Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo melaporkan bahwa kegiatan pembelajaran di SMAN 1 Pangkalan Bun tetap berjalan seperti biasa. Para siswa hadir ke sekolah dengan tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan sebelumnya menggunakan masker sebagai bentuk antisipasi terhadap kabut asap. “Siswa dan siswi hari ini melaksanakan kegiatan seperti biasa, hanya saja mereka masih menunggu surat edaran yang memang belum kita edarkan karena masih dalam proses pengkajian dikarenakan kondisi kita Karhutla saat ini,” ujar Reza.

(Baca Juga : Koordinasi Dinas TPHP Prov. Kalteng dengan Universitas Sebelas Maret dalam Pembuatan SID)

Reza juga menyampaikan bahwa perhatian Gubernur Kalteng terhadap kemajuan pendidikan diwujudkan melalui penyediaan fasilitas pembelajaran digital. SMAN 1 Pangkalan Bun kini memiliki 27 papan tulis interaktif di setiap kelas, ditambah satu unit bantuan dari Presiden *Prabowo Subianto*, sehingga total terdapat 28 papan tulis interaktif. Fasilitas tersebut digunakan dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari untuk mendorong proses belajar yang semakin modern dan berbasis teknologi.

‎Menariknya, digitalisasi pembelajaran di sekolah tersebut tidak membuat siswa bergantung pada telepon seluler. Reza menjelaskan, sekolah justru telah memiliki Learning Management System (LMS) yang memungkinkan proses pembelajaran dan kehadiran siswa tercatat secara elektronik. Sistem tersebut membuat absensi siswa dapat dipantau dan ke depan memungkinkan orang tua mengetahui kehadiran, keterlambatan hingga waktu kepulangan anak dari sekolah. “Hari ini mereka membuktikan bahwa di kelas sudah tetap digital, tetapi kita tetap tidak membutuhkan handphone. Kita tidak tergantung dengan yang namanya handphone,” tegasnya.

‎Menurut Reza, kebijakan siswa tidak membawa handphone ke sekolah merupakan kesepakatan pihak sekolah bersama orang tua. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat serta mendukung pencegahan berbagai pengaruh negatif di era digital. “Mereka selama pembelajaran di sekolah tidak membawa handphone,” ungkapnya, seraya menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak, termasuk aparat keamanan, dalam menjaga lingkungan pendidikan.

‎Pada kesempatan itu, Reza juga melaporkan sederet prestasi siswa Kalteng yang menunjukkan bahwa transformasi pendidikan tidak hanya berbicara tentang fasilitas, tetapi juga menghasilkan prestasi di tingkat nasional. Salah satunya adalah keberhasilan SMA Negeri 2 Katingan Kuala meraih Juara I Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat nasional tahun 2026, setelah bersaing dengan sekolah dari berbagai provinsi, termasuk DKI Jakarta, Kalimantan Utara dan Jawa Barat.

Prestasi lainnya datang dari Grup musik pelajar Neo Svara Band dari SMAN 1 Pangkalan Bun berhasil meraih Juara 3 Nasional dalam ajang Kompetisi Kreasi Gerak dan Lagu “Rukun Sama Teman” Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusat Penguatan Karakter. Selain itu, Kalteng juga memiliki Duta SMA yang terpilih melalui proses seleksi ketat dengan mempertimbangkan wawasan, intelektualitas, sikap dan attitude. Reza menegaskan, capaian tersebut menjadi bukti bahwa siswa Kalteng, termasuk dari wilayah pedalaman, memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat nasional.

‎Reza turut melaporkan keberhasilan siswa asal SMAN 1 Pangkalan Bun dan SMAN 3 Pangkalan Bun yang terpilih menjadi petugas Paskibraka yang bertugas pada 17 Agustus 2026 yg lalu pada HUT ke-81 RI. Ia menegaskan, keterpilihan tersebut merupakan hasil proses seleksi dan menjadi kebanggaan bagi dunia pendidikan Kabupaten Kotawaringin Barat.‎

‎“Ini membuktikan bahwa anak-anak Kalimantan Tengah dan anak-anak yang ada di pedalaman juga mampu bersaing. Tidak boleh anak pedalaman tidak bisa belajar, tidak bisa kuliah,” pungkasnya.

(Rzn/Foto: Media Disdik)

Dinas Pendidikan Prov. Kalteng

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook
Twitter