Sekilas Info
Kontribusi dari Rikah Mustika, 12 Agustus 2026 11:20, Dibaca 71 kali.
MMCKalteng – Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, mengajak mahasiswa baru Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya mengubah pola pikir dari sekadar “menuntut ilmu” menjadi “menjemput peradaban”. Pesan tersebut disampaikan melalui Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Sunarti, pada kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Palangka Raya di Aula Utama UIN Palangka Raya, Rabu (12/8/2026).
Gubernur menekankan, mahasiswa UIN memiliki tanggung jawab moral dan spiritual yang besar karena menempuh pendidikan di lingkungan akademik yang memadukan nilai-nilai keislaman dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.
(Baca Juga : Sekda Nuryakin : Penting Memantau Tumbuh Kembang Anak di 1.000 Hari Pertama Kehidupan untuk Cegah Stunting)
“Sebagai mahasiswa UIN, kalian membawa beban moral dan spiritual yang istimewa. Kalian menuntut ilmu di lembaga yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan sains dan keilmuan modern,” ujar Sunarti saat membacakan pesan Gubernur.
Menurutnya, keberhasilan mahasiswa tidak semata-mata diukur dari pencapaian indeks prestasi kumulatif (IPK), tetapi juga dari kedalaman pemahaman, kemampuan berpikir kritis, serta manfaat ilmu yang diberikan kepada masyarakat.
“Jangan pernah merasa cukup hanya dengan mengejar IPK tinggi. Kejarlah pemahaman yang mendalam, kembangkan pola pikir kritis, dan jadikan ilmu pengetahuan sebagai alat untuk menebar kebaikan atau rahmatan lil `alamin,” katanya.
Ia mengatakan, pembangunan Kalimantan Tengah membutuhkan sumber daya manusia unggul yang memiliki kompetensi, integritas, sekaligus mampu memahami dan menerapkan kearifan lokal Falsafah Huma Betang. “Kalimantan Tengah saat ini sedang bergerak cepat menuju kemajuan. Kita membutuhkan SDM yang unggul, ahli di bidangnya, berintegritas, dan memahami kearifan lokal Falsafah Huma Betang,” tuturnya.
Karena itu, mahasiswa didorong memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengembangkan kapasitas diri melalui organisasi, penguasaan keterampilan baru, serta peningkatan soft skills, seperti kepemimpinan, komunikasi, dan teknologi. “Jangan biarkan waktu kalian habis hanya untuk hal-hal yang tidak produktif. Aktiflah di organisasi kampus, pelajari keterampilan baru, dan bangun jejaring seluas-luasnya,” pesan Gubernur.
Di sisi lain, Agustiar mengingatkan mahasiswa agar menjauhi berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan, termasuk pergaulan bebas, tindakan asusila, perjudian online, penyalahgunaan narkoba, dan bentuk perilaku negatif lainnya.
Ia juga meminta mahasiswa senantiasa mengingat perjuangan dan pengorbanan orang tua yang telah memberikan dukungan serta membiayai pendidikan mereka. “Ingatlah pengorbanan orang tua yang mendoakan dan membiayai kuliah kalian. Tunjukkan bahwa kepercayaan mereka tidak sia-sia,” tegasnya.
Gubernur turut memotivasi mahasiswa untuk memiliki cita-cita tinggi dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi proses pendidikan maupun perjalanan kehidupan. “Bercita-citalah setinggi bintang di langit, sehingga ketika terjatuh, kita tetap berada di antara bintang-bintang,” ungkapnya.
Ia menegaskan, tidak ada keberhasilan yang diraih secara instan. Kesuksesan membutuhkan kemauan, usaha, doa, kerja keras, kesabaran, dan pengorbanan. “Dalam hidup ini tidak ada yang tidak mungkin. Semua bergantung pada kemauan, usaha, dan doa. Tidak ada kesuksesan yang instan. Semua membutuhkan proses, kerja keras, kesabaran, dan pengorbanan,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, lanjutnya, berkomitmen mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi di daerah melalui berbagai program strategis, termasuk penyediaan beasiswa serta dukungan sarana dan prasarana pendidikan. “Kami terus berupaya menyediakan berbagai program strategis agar pemuda-pemudi Kalteng mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Kepada jajaran pimpinan dan dosen UIN Palangka Raya, Gubernur menitipkan mahasiswa baru untuk dibimbing menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian terhadap lingkungan sosial. “Bimbinglah mereka menjadi sarjana yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan kepedulian sosial yang tinggi,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rektor UIN Palangka Raya, Ahmad Dakhoir, beserta jajaran akademisi UIN Palangka Raya. (Rkh/Foto:AS)