Sekilas Info
Kontribusi dari Kominfo Pulang Pisau, 10 Agustus 2026 16:42, Dibaca 240 kali.
MMCKalteng - Pulang Pisau - Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui optimalisasi pemanfaatan Dana Alokasi Khusus Spesifik Grant (DAK) bidang kesehatan. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Strategis dan Lokakarya Tindak Lanjut Hasil Pemantauan, Pengawasan, dan Evaluasi Pencegahan Stunting yang digelar di Ruang Rapat Gedung Manajemen RSUD Pulang Pisau, Senin (10/8/2026).
Wakil Bupati Pulang Pisau Kalimantan Tengah, Ahmad Jayadikarta, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan Tenaga Ahli Dana Alokasi Umum Specific Grant (DAU-SG) dalam kegiatan tersebut. Ia menilai pendampingan diperlukan agar penggunaan anggaran dapat dilakukan secara lebih terarah, efisien, dan sesuai dengan arahan pemerintah pusat.
(Baca Juga : Ziarah ke Makam Pendiri Kobar, Bupati Berpesan Jaga Kerukunan dan Kebersamaan)
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Mudah-mudahan ke depan kita menyesuaikan dengan apa yang menjadi petunjuk dari Ibu Ratih Hafsari karena memang ini sangat baik bagi kita supaya terarah,” ujar Ahmad Jayadikarta.
Menurutnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau perlu melakukan penataan penggunaan anggaran secara tepat agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal, terutama dalam mendukung upaya menekan angka stunting di daerah.
“Penekanannya bagi saya, Dinkes yang benar-benar menata penggunaan anggaran tersebut karena memang ini sangat bermanfaat bagi kita terutama dalam upaya mengurangi angka stunting di Kabupaten Pulang Pisau,” tegasnya.
Sementara itu, Tenaga Ahli DAU-SG Sektor Kesehatan Wilayah II, Ratih Hafsari Purwindah, menyampaikan terdapat empat indikator yang perlu menjadi perhatian dan ditingkatkan Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau.
Keempat indikator tersebut meliputi peningkatan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan (faskes), imunisasi dasar lengkap, pemenuhan gizi normal sebagai salah satu upaya mencegah stunting, serta pemenuhan layanan kesehatan dasar.
“Ada empat indikator dari SG yang perlu ditingkatkan di Kabupaten Pulang Pisau, yaitu terkait persalinan di faskes, imunisasi dasar lengkap, pemenuhan gizi normal sebagai upaya mencegah stunting, kemudian pemenuhan layanan kesehatan dasar,” jelas Ratih.
Ia juga mendorong agar penyusunan program dan pemanfaatan anggaran ke depan benar-benar diarahkan untuk menjawab persoalan pelayanan kesehatan dasar di Kabupaten Pulang Pisau.
Hal tersebut dinilai penting seiring adanya efisiensi anggaran, sehingga setiap program yang direncanakan harus memiliki sasaran yang jelas dan memberikan dampak terhadap penyelesaian masalah kesehatan masyarakat.
“Karena anggaran ini sudah mulai ada efisiensi, sehingga harus tepat kepada penyelesaian masalah-masalah layanan kesehatan dasar di Kabupaten Pulang Pisau. Jadi biar anggaran yang ada itu tepat sasaran, efisien dan efektif,” tambahnya.
Melalui rapat koordinasi dan lokakarya tersebut, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait berkomitmen memperkuat sinergi, perencanaan, serta tata kelola pemanfaatan DAK bidang kesehatan.
Langkah tersebut diharapkan mampu memastikan anggaran yang tersedia digunakan secara optimal dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat, sekaligus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Pulang Pisau. (Diskominfostandi Pulang Pisau/Barsel)/Edt:UL
Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.