Sekilas Info
Kontribusi dari Ika Alqinaya, 01 Juli 2026 10:45, Dibaca 98 kali.
MMCKalteng – Palangka Raya – Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko, membuka secara resmi Sosialisasi Kajian Risiko Bencana dan Perhitungan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 yang digelar di Aula Kantor BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah, Rabu (1/7/2026).
Dalam sambutan Sekda yang dibacakan oleh Yuas Elko, disampaikan apresiasi kepada BNPB atas dukungan dan fasilitasi sehingga kegiatan tersebut dapat terselenggara dengan baik.
(Baca Juga : 15 SOPD Masuk Nominasi Penilaian Akhir Keterbukaan Informasi Publik)
"Kegiatan ini memiliki arti yang sangat penting sebagai bagian dari upaya memperkuat penyelenggaraan penanggulangan bencana di daerah, khususnya di Kalimantan Tengah," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan penanggulangan bencana merupakan amanat undang-undang yang menjadi urusan pemerintahan wajib berkaitan dengan pelayanan dasar kepada masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan komitmen, koordinasi, dan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten/kota agar penyelenggaraan penanggulangan bencana dapat berjalan secara terarah, terpadu, berkelanjutan, serta memberikan perlindungan yang optimal kepada masyarakat.
Lebih lanjut disampaikan, melalui sosialisasi tersebut diharapkan seluruh peserta memahami pentingnya penyusunan Kajian Risiko Bencana dan perhitungan Indeks Ketahanan Daerah sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan dan perencanaan penanggulangan bencana yang berbasis data, kajian ilmiah, serta kondisi riil di lapangan.
"Hasil kajian tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran mengenai tingkat ancaman, kerentanan, kapasitas, dan ketahanan daerah sehingga menjadi acuan dalam memperkuat kelembagaan, meningkatkan kesiapsiagaan, serta membangun ketangguhan Provinsi Kalimantan Tengah dalam menghadapi berbagai potensi bencana," tuturnya.
Yuas Elko juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, serta memanfaatkan forum tersebut sebagai wadah berbagi pengalaman dan menyusun langkah-langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana di daerah.
"Melalui kolaborasi dan sinergi yang semakin baik, kita optimistis dapat mewujudkan Kalimantan Tengah yang tangguh terhadap bencana sekaligus mendukung terwujudnya Kalimantan Tengah yang semakin BERKAH, Maju, dan Sejahtera," pungkasnya.
Sementara itu, kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pemerintah daerah bahwa penyelenggaraan penanggulangan bencana harus dilaksanakan secara terencana, terarah, terpadu, dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menyinergikan dan menyelaraskan arah kebijakan penanggulangan bencana antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota, serta mendukung BPBD provinsi maupun BPBD kabupaten/kota dalam penyusunan kebijakan penanggulangan bencana berbasis kajian risiko dan Indeks Ketahanan Daerah.
Sosialisasi yang dilaksanakan pada 1–2 Juli 2026 ini diikuti sekitar 66 peserta yang berasal dari BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, BPBD kabupaten/kota, perangkat daerah, serta instansi terkait.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Udrekh secara virtual melalui Zoom Meeting, narasumber dari Direktorat Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana BNPB Franta Eveline, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Tengah Ahmad Toyib, BPBD kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah, perwakilan perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, instansi vertikal, akademisi, dunia usaha, serta organisasi kemasyarakatan. (IAQ/Foto: Arl)