Sekilas Info
Kontribusi dari Rikah Mustika, 20 Mei 2026 12:20, Dibaca 71 kali.
MMCKalteng – Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pelatihan kerja yang adaptif dan sesuai kebutuhan dunia kerja. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Juru Sembelih Halal Tahun Anggaran 2026 yang dibuka oleh Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Tengah Darliansjah, di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah, Rabu (20/5/2026).
Dalam sambutannya, Darliansjah mengatakan pelatihan tersebut selaras dengan visi dan misi Gubernur Kalimantan Tengah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang beretika melalui pendidikan inklusif sesuai kaidah Belom Bahadat.
(Baca Juga : Plt.Sekda Buka Sosialisasi Permendagri No.86 Tahun 2017)
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pelatihan kerja yang adaptif dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Pemerintah Daerah menghadirkan Pelatihan Juru Sembelih Halal sebagai wujud nyata peningkatan kompetensi tenaga kerja yang profesional dan berdaya saing.
“Pelatihan ini memegang nilai penting dan strategis. Selain memberikan keterampilan teknis kepada peserta, kegiatan ini juga mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja yang profesional, agar memiliki pemahaman tentang tata cara penyembelihan halal yang benar, serta mampu memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap produk halal yang aman dan sesuai syariat,” jelasnya.
Darliansjah juga menyampaikan bahwa terselenggaranya pelatihan tersebut mendapat dukungan dari Gubernur Kalimantan Tengah melalui program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS).
“Ke depan, masyarakat dapat memperoleh akses pelatihan yang berkualitas sehingga mampu meningkatkan kemampuan, memperluas peluang kerja, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat demi terwujudnya Kalimantan Tengah yang lebih Berkah, Maju, dan Sejahtera,” tuturnya.
Kepada seluruh peserta, ia berpesan agar mengikuti pelatihan dengan disiplin dan penuh semangat agar ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dunia kerja.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah Farid Wajdi mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pelatihan berbasis kompetensi yang didukung melalui program Kartu Huma Betang Sejahtera.
“Program ini merupakan bagian dari pelatihan berbasis kompetensi yang dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK). Khusus pelatihan juru sembelih halal dilaksanakan di Palangka Raya karena tidak memerlukan peralatan khusus seperti pelatihan kompetensi lainnya,” katanya.
Farid menjelaskan, pelatihan diikuti sebanyak 16 peserta yang telah melalui proses seleksi, termasuk dua peserta penyandang disabilitas sebagai bentuk komitmen pemerintah terhadap pelatihan yang inklusif.
“Sepanjang penyandang disabilitas dapat mengikuti pelatihan, maka akan kita ikutsertakan. Tahun ini memang tidak ada pelatihan khusus disabilitas, sehingga kami meminta agar pelatihan dilaksanakan secara inklusif,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pelatihan berlangsung selama tujuh hari dengan materi teori dan praktik penyembelihan halal. Para peserta juga mendapatkan fasilitas berupa alat tulis kantor, seragam, makan siang, snack, uang transportasi, serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan selama mengikuti pelatihan.
“Selama pelatihan berlangsung, peserta mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan untuk memastikan keamanan dan keselamatan mereka selama mengikuti kegiatan,” tandasnya.
Pelatihan Juru Sembelih Halal Tahun Anggaran 2026 menghadirkan narasumber dari Asosiasi Juru Sembelih Halal Indonesia (JULEHA) Kalimantan Tengah dan berlangsung di lingkungan UPT Balai Latihan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan turut dihadiri instruktur, narasumber, serta seluruh peserta pelatihan. (Rkh/Foto:Don)