Sekilas Info
Kontribusi dari Rikah Mustika, 28 Januari 2026 14:47, Dibaca 175 kali.
MMCKalteng – Palangka Raya – Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 bertema “Tangguh, Mandiri, dan Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan”. Peluncuran laporan tersebut menegaskan komitmen BI dalam menjaga transparansi kebijakan sekaligus memperkuat kredibilitas dan akuntabilitas lembaga.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan bahwa LPI 2025 merupakan wujud pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).
“Peluncuran LPI 2025 adalah perwujudan transparansi kebijakan serta upaya menjaga kredibilitas dan akuntabilitas Bank Indonesia,” ujar Perry.
Ia menegaskan, terdapat tiga pesan utama yang diusung dalam laporan tersebut, yakni Optimisme, Komitmen, dan Sinergi (OKS). Melalui LPI 2025, BI mengajak seluruh pemangku kepentingan membangun optimisme terhadap prospek perekonomian nasional.
“Setelah melewati 2025 dengan kinerja yang baik, kami meyakini perekonomian Indonesia akan semakin kuat ke depan. Pertumbuhan kami perkirakan meningkat dari kisaran 4,7 hingga 5,55 persen,” jelasnya.
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko, usai mengikuti peluncuran secara daring, menyampaikan bahwa perekonomian global pada 2026 masih dibayangi tren perlambatan akibat melemahnya ekonomi negara mitra dagang dan dinamika pasar keuangan Internasional.
“Namun demikian, perekonomian nasional diprakirakan tetap tumbuh kuat, didukung kebijakan fiskal dan moneter yang pro-growth. Bagi Kalimantan Tengah, kondisi ini menjadi momentum untuk terus menjaga ketahanan ekonomi daerah,” ujarnya saat membacakan sambutan Gubernur di Aula Betang Hapakat Lantai 4 KPw BI Provinsi Kalimantan Tengah, Rabu (28/1/2025).
Ia menambahkan, ekonomi Kalimantan Tengah pada 2026 diyakini tumbuh lebih kuat, terutama ditopang sektor industri pengolahan dan pertanian melalui akselerasi hilirisasi serta peningkatan investasi. Inflasi daerah juga diperkirakan tetap terkendali di kisaran 2,5 persen, sejalan dengan target nasional.
Di sisi lain, transaksi ekonomi dan keuangan digital di Kalteng terus menunjukkan tren peningkatan seiring perkembangan sistem pembayaran yang semakin aman dan andal. Hal ini dinilai menjadi modal optimisme dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah ke depan.
Untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, Gubernur melalui sambutan tertulisnya menekankan pentingnya penguatan sinergi seluruh pemangku kepentingan.
“Diperlukan kolaborasi yang kuat agar setiap program pembangunan berjalan selaras, efektif, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menginstruksikan sejumlah langkah strategis, diantaranya mendorong peningkatan hilirisasi pada sektor unggulan Kalimantan Tengah seperti pertambangan, pertanian, dan industri pengolahan.
"Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terbuka bagi investor yang mengembangkan industri hilirisasi batu bara dan kelapa sawit beserta turunannya," ungkapnya.
Ia berharap adanya penguatan sektor pertanian melalui peningkatan infrastruktur dan pemanfaatan teknologi modern, serta dukungan program cetak sawah 2025–2026 guna memperkuat ketahanan pangan.
“Dengan sinergi yang kuat, Kalimantan Tengah diharapkan mampu tumbuh lebih tinggi, berdaya tahan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata,” tutupnya.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala BI Kalteng Yuliansah Andrias, Kepala Perwakilan BPKP Kalteng Ilham Nurhidayat, Kepala BPS Kalteng Agnes Widiastuti, Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Palangka Raya Rini Oktavia, para akademisi, serta sejumlah Kepala Perangkat Daerah terkait. (Rkh/Foto:Al)