Kerja Sama Global Pembangunan Berkelanjutan, Bupati Pimpin Diskusi Gawi Bapakat Bersama Donor Internasional

Kontribusi dari Diskominfo Kabupaten Seruyan, 19 November 2025 08:42, Dibaca 1,306 kali.


MMCKalteng – Kuala Pembuang – Pemerintah Kabupaten Seruyan kembali mempertegas komitmennya dalam mendorong pembangunan berkelanjutan melalui kegiatan Diskusi Gawi Bapakat bersama tim donor internasional dari QAI, Earthcare Foundation (ECF), dan RS Group. Pertemuan yang berlangsung pada Selasa (18/11/2025) di Kuala Pembuang  ini dipimpin langsung oleh Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, serta dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan daerah.

Dalam sambutannya, Bupati mengungkapkan apresiasi yang tinggi terhadap kehadiran para mitra global yang selama ini memberikan dukungan terhadap program-program keberlanjutan di Seruyan.

(Baca Juga : Sektor Perdagangan Serap KUR Paling Besar )

“Kami berterima kasih kepada seluruh mitra internasional yang telah menunjukkan komitmennya bagi Seruyan. Kehadiran QAI, ECF, dan RS Group telah memberikan nilai tambah dalam upaya kami mengembangkan model pengelolaan wilayah yang lebih berkelanjutan,” ujar Bupati.

Bupati turut memaparkan gambaran umum kondisi wilayah Seruyan yang memiliki luas 15.210 km² dengan ekosistem beragam, mulai dari kawasan pesisir, lahan gambut, hingga perbukitan. Sungai Seruyan, yang menjadi jalur utama aktivitas masyarakat, juga disebut sebagai elemen vital dalam dinamika sosial dan ekonomi daerah.

“Seruyan memiliki potensi besar dengan populasi sekitar 158 ribu jiwa, didominasi usia produktif. Sektor kelapa sawit adalah penggerak ekonomi, dan potensi ini harus dikelola secara bijak,” jelasnya.


Menurut data Pemerintah Kabupaten, terdapat sekitar 9.000 petani swadaya yang terdata, dengan 2.000 di antaranya telah tersertifikasi RSPO dan ISPO. Sementara itu, perkebunan kelapa sawit perusahaan besar swasta tercatat mencapai 419.000 hektare, dengan sekitar 200.000 hektare telah mengantongi sertifikasi keberlanjutan. Produksi CPO kabupaten setiap tahunnya mendekati 1 juta ton, menjadikan Seruyan sebagai daerah strategis dalam rantai pasok sawit nasional.

Namun, Bupati juga menyoroti tantangan yang dihadapi daerah, mulai dari kebakaran lahan, berkurangnya tutupan hutan, hingga perlindungan wilayah Nilai Konservasi Tinggi (NKT). Konflik sosial akibat tumpang tindih lahan dan persoalan perizinan turut menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Kami menyadari bahwa perubahan yang kami inginkan tidak mudah. Tantangan seperti kebakaran lahan dan konflik tenurial membutuhkan penyelesaian yang kolaboratif,” tegas Bupati.

Untuk mengatasi berbagai persoalan tersebut, Pemkab Seruyan terus memperkuat pendekatan berbasis yurisdiksi sebagai platform kolaborasi multipihak. Pendekatan ini dinilai sejalan dengan konsep keberlanjutan modern dan mendukung rencana menuju sertifikasi yurisdiksi. Di tingkat lokal, Pemkab juga menerapkan pendekatan desa melalui sejumlah program konkret seperti sertifikasi komoditas pertanian regeneratif, praktik pertanian tanpa bakar, restorasi agroforestri di area perkebunan sawit, serta perlindungan kawasan hutan di wilayah rentan.


Bupati menegaskan bahwa keberlanjutan merupakan proses jangka panjang yang tidak dapat dijalankan secara sepihak. “Keberlanjutan bukan hanya slogan, tetapi perjalanan panjang yang memerlukan kepercayaan, konsistensi, dan kerja bersama. Kami yakin bahwa kolaborasi seperti inilah yang akan membawa perubahan nyata di Seruyan,” katanya.

Pertemuan Diskusi Gawi Bapakat kali ini diharapkan dapat menghasilkan arah kerja yang lebih konkret dalam mendorong sertifikasi kelapa sawit berkelanjutan berbasis wilayah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menyelaraskan visi antara pemerintah daerah dan mitra internasional dalam memastikan pembangunan yang ramah lingkungan dan inklusif.

Di akhir acara, Bupati Seruyan secara resmi membuka rangkaian Kunjungan Donor Tim QAI, ECF, dan RS Group di Kabupaten Seruyan. Ia berharap kerja sama yang terjalin dapat memperkuat posisi Seruyan sebagai model implementasi komoditas berkelanjutan di tingkat nasional maupun global. “Kami berharap kolaborasi ini membawa manfaat luas, tidak hanya bagi Seruyan, tetapi juga kontribusi positif bagi komoditas berkelanjutan dunia,” tutup Bupati. (MMCSeruyan/IH)/Edt:UL

Diskominfo Kabupaten Seruyan

Merupakan salah satu kontributor di Multimedia Center Provinsi Kalimantan Tengah.

Berita Lainnya
Berita Terbaru
Radio Corner

Facebook